Keyakinan Kami

YAHUWAH ITU ESA

Ada satu Pencipta yang pengasih (Ul. 6: 4; Markus 12:29; 1 Kor. 8:6) satu pribadi, makhluk rohani, mahakuasa, mahatahu, kekal, tidak berubah (Maleakhi 3: 6) dan hadir disegala tempat melalui roh kudus-Nya (Mazmur 139: 7).

Sang Pencipta adalah “AKU” yang BESAR (“AKU ADALAH AKU” – Keluaran 3:14). Nama-Nya adalah (יהוה) Yahuwah, demikianlah caranya dilafalkan dalam bahasa Ibrani, nama-Nya ini harus dinyatakan oleh umat-Nya kepada semua bangsa, dan harus dihormati serta dihargai dalam kehidupan mereka, baik dalam percakapan maupun dalam praktek peribadahtan mereka.

SATU PENGANTARA

Ada satu pengantara antara Yahuwah dan manusia, yaitu manusia yang bernama Yahushua (1 Timotius 2: 5), dia adalah anak Yahuwah, sepenuhnya manusia, belum ada sebelumnya, yang lahir dari seorang perawan (Lukas 1: 26-35). Dia hadir untuk memenuhi janji yang ada di dalam perjanjian Yahuwah dengan umat manusia. Dia bukan “Allah Anak” sebagaimana yang diajarkan dalam doktrin palsu “tritunggal” yang jahat itu. Dia berasal dari keturunan Abraham dan Daud (Roma 1: 3). Dia telah diuji dan dicobai sama seperti kita (Ibr.4: 15), dia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2: 8) demi semua orang (Ibrani 2: 9) untuk mendamaikan dosa-dosa kita semua (Ibr.2: 17). Oleh karena dialah ada kebangkitan orang mati (1 Kor. 15:21) dan sebagai buah pertama/sulung (1 Kor. 15:20), dia menjadi pewaris dan akan menerima kerajaan dari Yahuwah untuk memerintah sampai semua musuh termasuk kematian dibinasakan. (1 Kor. 15:25-26). Kemudian, pada akhir dari masa Milenium, dia akan menyerahkan semuanya kepada Yahuwah. (1 Kor. 15:28).

INJIL (KABAR BAIK)

Injil, atau Kabar Baik, adalah bahwa kita telah diperdamaikan dengan Bapa dalam Yahushua melalui kematian, penguburan, dan kebangkitannya (1 Kor. 15: 1-4), yang mana upahnya adalah menjadi warga abadi di dalam kerajaan Yahuwah yang akan ditegakkan di bumi sebagai tempat tinggal-Nya bersama manusia. Ini adalah pesan utama Yahushua selama ada di bumi (Markus 1: 1, 14, 15; Mat. 6:33) dan satu-satunya maksud dan tujuannya adalah untuk mengajar, melayakkan, dan memampukan sesama manusia untuk mewarisi, masuk (Markus 10:15), dan menempati kerajaan ini. Karena itu, tujuan akhir dari orang-orang benar bukanlah surga – yang berada di langit (Mazmur 37: 9, Mazmur 37:11, Yohanes 3:13, Kis 2:34, Matius 5: 5), tetapi kerajaan Yahuwah, yang akan ditegakkan di bumi (Matius 6:10, Lukas 11: 2). Lihat juga: Daniel 2: 34-35, 44-45; 7: 13-14, 27.

PARA PENGHUNI KERAJAAN YAHUWAH

Semua orang telah berdosa dan memerlukan pembenaran dalam Yahushua (Roma 3: 23-24), kasih karunia agar bisa taat (Yohanes 15: 5, Titus 3: 5), pengudusan (1 Korintus 1:30), dan dipermuliakan (Roma 8:17).

Tidak ada orang yang bisa melihat atau memasuki kerajaan Yahuwah jika mereka tidak dilahirkan dari air dan roh. Orang-orang yang ditebus akan diberikan tubuh yang abadi pada masa kembalinya Yahushua (Yohanes 3: 3, 5; 1 Korintus 15:52; Lukas 20:36).

BAPTISAN: BAGAIMANA, MENGAPA, KAPAN, & OLEH SIAPA?

Baptisan melalui pencelupan dalam air adalah praktek yang menunjukkan iman kepada kematian, penguburan, dan kebangkitan Yahushua (Roma 6: 3-6; Kolose 2:12). Sebagai tindak lanjut dari iman dan pertobatan, baptisan dalam otoritas dan nama Yahushua (Kisah Para Rasul 2:38) dapat dilakukan oleh semua anggota ekklesia Yahuwah (Ibrani 12: 18-24). Lihat juga: Kis 8:12, Kis 8:16, Kis 19: 5.

KITAB SUCI YANG DIILHAMKAN

Kitab Suci, Perjanjian Lama dan Baru, diberikan melalui ilham Yahuwah, berisi pewahyuan kehendak-Nya yang lengkap kepada manusia, dan merupakan satu-satunya patokan iman dan tata cara hidup yang sempurna (2 Timotius 3:16).

PENTINGNYA NUBUATAN

Nubuatan sebagai bagian penting dari wahyu Yahuwah berfungsi untuk menunjukkan posisi kita dalam sejarah (Ulangan 29:29, Mazmur 119: 105; 2 Petrus 1:19) dan orang yang mempelajarinya akan mendapat berkat (Wahyu 1: 3). Selain dari peristiwa-peristiwa akhir zaman sebagian besar dari nubuatan ini telah terpenuhi.

KEMAH SUCI: DUNIAWI DAN SURGAWI

Bait suci/kemah suci surgawi dari perjanjian baru (Ibrani 8 dan seterusnya) dimana Yahushua menjadi imam besar adalah pemenuhan dari apa yang digambarkan dalam kemah suci Musa dan imamat duniawi di masa lalu (Ibrani 8: 1-5).

HUKUM YAHUWAH

Aturan-aturan moral Yahuwah, yang diringkas dalam 10 perintah, mengikat semua manusia di seluruh zaman. Perintah-perintah ini ditempatkan di dalam “tabut perjanjian” duniawi (Bilangan 10:33; Ibrani 9: 4) sebagai salinan dari apa yang ada di bait suci surgawi, yang terlihat pada peristiwa sangkakala ketujuh (Wahyu 11:19).

HUKUM MUSA:
APA YANG KAMI MASIH LAKUKAN DAN APA YANG SUDAH DIGENAPI

Hukum-hukum Musa (Kis. 15:21; Mat.23: 1-3) dilaksanakan dengan berlandaskan pada keadilan, dan belas kasihan dan kesetiaan (Matius 23:23; Lukas 11:42). Sementara persembahan dan kurban telah digenapi di kayu salib, (Daniel 9:27) hukum-hukum lainnya masih mengikat dan harus diajarkan kepada segala bangsa sebagaimana yang diperintahkan oleh Yahushua sendiri (Mat. 23: 2-3; 28: 20).

MATERAI YAHUWAH

Perintah keempat memerintahkan kita untuk menguduskan hari Sabat, yaitu hari ketujuh pada setiap mingguan yang Alkitabiah, dengan berpantang melakukan pekerjaan yang bersifat pribadi dan hanya melaksanakan tugas-tugas suci dan rohani. Hari Sabat akan terus dikuduskan oleh orang-orang beriman sampai selama-lamanya (Yesaya 66:22, 23). Istilah, “Sabat Yahudi” dan “Sabat Kristen” adalah tipuan dan tidak dapat ditemukan di mana pun di dalam Alkitab. Hari Sabat sudah dikuduskan pada Penciptaan (Kejadian 2: 2, 3) dan diadakan untuk semua bangsa (Markus 2:27; Yes. 56: 6-7).

Hari-hari Sabat mingguan [yang berisi meterai Yahuwah], hari-hari bulan baru, dan hari-hari raya tahunan harus ditentukan dengan menggunakan kalender luni-solar. Setiap bulanan bulan berdasarkan pada bulan di langit dan siklus mingguan dimulai baru pada setiap hari Bulan Baru. Bulanan bulan terikat pada tahun matahari pada titik balik matahari di musim semi. Kalender yang benar berpatokan pada pergerakan matahari dan bulan sekaligus. Sedangkan penanggalan pada semua kalender-kalender palsu hanya menggunakan salah-satunya.

Manusia durhaka, kepausan, telah berusaha untuk merubah waktu dan hukum, kalender Sang Pencipta, (Daniel 7:25) dan telah menyesatkan hampir seluruh dunia Kristen sehubungan dengan perintah keempat. Sesuai dengan nubuatan pemulihan Sabat akan dilakukan pada akhir zaman (Yesaya 56: 1, 2; 1 Petrus 1: 5; Wahyu 14:12). Dari pekerjaan-pekerjaan yang dilambangkan oleh tiga pesan dalam kitab Wahyu pasal 14, pesan yang terakhir adalah pemulihan Sabat, untuk menyempurnakan  persiapan orang-orang percaya dalam menyambut kembalinya Yahushua (Yesaya 58: 12-14).

KARUNIIA-KARUNIA ROH

Roh Kudus memberikan karunia-karunia kepada jemaat ekklesia untuk pertumbuhan jemaat (1 Korintus 12; Efesus 4)

BERBAHASA LIDAH/BERBAHASA ROH/BERBAHASA LAIN

“Karunia berbahasa roh” yang sejati selalu memuliakan Yahuwah dan hanya diberikan untuk menyampaikan kebenaran ilahi kepada mereka yang tidak dapat memahami kata-kata yang diucapkan dalam bahasa asli sang pembicara. Sebaliknya, suara-suara yang pada zaman sekarang banyak diucapkan oleh orang-orang yang mengklaim memiliki “karunia berbahasa roh” hanyalah merupakan omongan yang kosong. Suara-suara yang dibuat bukanlah bahasa yang berbeda dan mereka sama sekali tidak mengajarkan apa pun baik tuntunan maupun kebenaran dengan bahasa itu. Faktanya, glossolalia, atau “berbahasa roh,” yang dipraktekkan oleh kebanyakan orang dewasa ini secara langsung bertentangan dengan pedoman yang diberikan dalam Alkitab dan itulah yang menentukan mana yang benar dan mana yang salah. “Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.” (Lihat 2 Timotius 2:16.)

KONDISI ORANG MATI

Dunia orang mati atau kuburan (sheol dalam bahasa Ibrani; hades dalam bahasa Yunani) adalah sebuah tempat yang gelap di mana tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat (Pengkhotbah 9:10). Orang yang sudah mati berada dalam kondisi di mana dia tidak tahu apa-apa, tidak aktif dan tidak sadar. (Mazmur 146: 4; Pengkhotbah 9: 5; Daniel 12: 2).

Pada waktu kembalinya Yahushua, orang-orang benar yang mati akan dibangkitkan dan kepadanya diberikan tubuh yang kekal; ini adalah kebangkitan pertama. Orang-orang jahat yang mati tetap berada di dalam kuburan mereka sampai waktu kebangkitan kedua tiba pada akhir dari masa seribu tahun (Wahyu 20: 4-6).

WAKTU KESUKAAN DI MASA DEPAN

Pada saat sangkakala terakhir dibunyikan, orang-orang benar yang hidup akan dikaruniai tubuh yang abadi dan bersama-sama dengan orang-orang benar yang sudah dibangkitkan, diangkat untuk bertemu dengan Yahushua di awan-awan (1 Tesalonika 4:16, 17). Mereka kemudian akan menemani Yahushua kembali ke bumi di mana dia, bersama dengan orang-orang yang sudah ditebus, akan memerintah sisa penduduk bumi yang belum bertobat. (Za.14: 16 & Yesaya 24: 6).

Langit yang baru dan bumi yang baru akan diciptakan (2 Petrus 3: 7-12) dan Yerusalem Baru akan menjadi ibukotanya. Di sini, orang-orang yang sudah ditebus akan memerintah bersama-sama dengan Yahushua selama 1.000 tahun dan kemudian untuk selamanya menempati warisan abadi mereka (2 Petrus 3:13; Mazmur 37:11, 29; Matius 5: 5).

Pada akhir masa 1.000 tahun, orang-orang mati yang jahat akan dibangkitkan dari kematian dan akan mengepung Yerusalem Baru (Wahyu 20: 9). Api dari langit akan memakan habis “akar dan ranting” mereka (Maleakhi 4: 1) sehingga mereka habis binasa (Obaja 15, 16). Inilah kebinasaan kekal (2 Tesalonika 1: 9) dan hukuman yang abadi (Matius 25:46); inilah akhir kisah orang-orang jahat. Bumi pada akhirnya dibersihkan sepenuhnya dari segala dosa.

TAPI – KEMBALI KE MASA SEKARANG YANG SURAM…

Hari ini, tidak ada gereja/denominasi yang menganut seluruh keyakinan yang disebut di atas, sehingga menggenapi Yesaya 4: 1. “Tujuh” perempuan (7 secara simbolis berarti lengkap, mis. 7 hari penciptaan, 7 malapetaka terakhir, dll.). SEMUA “perempuan” (Gereja sering dilambangkan sebagai perempuan di dalam Kitab Suci, Wahyu 12: 1 vs Wahyu 17: 3.) “Akan memegang seorang laki-laki” (SEMUA gereja sekarang mengaku sebagai “Kristen.”) “serta berkata, kami akan makan roti kami sendiri ”(Mereka menolak Roti yang benar – Yahushua, Yohanes 6:51, karena mereka lebih memilih doktrin dan tradisi palsu mereka sendiri, Yesaya 8:20.)“ Dan memakai pakaian kami sendiri ”(Mereka menolak jubah putih kebenaran Yahushua yang murni karena mereka lebih suka pada pembenaran-diri dan pembenaran karena perbuatan mereka sendiri, Yesaya 61:10; Wahyu 3: 4, 5, 18). “namun biarlah namamu dilekatkan pada nama kami” (Terlepas dari pemberontakan yang mereka lakukan, mereka mendambakan pengakuan sebagai bagian dari ekklesia Yahushua.) “ambillah aib yang ada pada kami” (agar aib mereka tersembunyi karena sebagai putri-putri pelacur Babel mereka telah  SEPENUHNYA TELANJANG! – Wahyu 17: 5).

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Mereka yang “mengikuti Anak Domba” (Wahyu 14: 4) dan hanya berpegang pada Alkitab sebagai aturan iman yang sempurna tidak memiliki pilihan selain menyembah Dia dalam roh dan kebenaran di rumah mereka masing-masing, jauh dari gereja murtad,  yang sudah jatuh –jemaat Iblis. Dalam Kitab Wahyu, Yahuwah memanggil dan melabeli kelompok ini sebagai “Babel”. Dia lebih jauh memerintahkan umat-Nya untuk keluar dari kelompok semacam ini sebelum Dia mencurahkan malapetaka-malapetaka-Nya ke atas Babel – “sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit”. (Wahyu 18: 1-5).