Non-Tritunggal: Maksud dari kata “kita” dalam Kejadian 1:26.

Berfirmanlah Elohim: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” [Kejadian 1:26]

Kata “Kita” dalam ayat ini telah menjadi salah satu senjata para penganut Tritunggal untuk mendukung teori mereka yang tidak Alkitabiah. Mereka mengajarkan bahwa kata “Kita” merujuk pada “tritunggal”. Dan argumen ini mereka perkuat dengan mengatakan bahwa kata “Elohim” dalam bahasa Ibrani berarti “jamak” atau “lebih dari satu”. Serta adapula yang mengajarkan bahwa: kata “Kita” merujuk pada “Bapa dan Anak” saja, karena menurut mereka Sang Anak ikut dalam proses penciptaan. Namun Alkitab berkata lain!

Lanjutkan membaca “Non-Tritunggal: Maksud dari kata “kita” dalam Kejadian 1:26.”

3 Tips Sederhana untuk Memahami mengapa Tritunggal tidak Alkitabiah

Adalah fakta bahwa orang-orang Kristen arus utama adalah para penganut doktrin Tritunggal, terlepas dari kenyataan bahwa doktrin ini sendiri tidak Alkitabiah. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang telah disalahgunakan untuk mendukung doktrin yang juga dikenal dengan istilah Trinitas ini, namun di dalam Alkitab pula kita dapat menemukan banyak bukti bahwa doktrin Tritunggal adalah sesungguhnya tidak Alkitabiah dan harus ditinggalkan oleh mereka yang benar-benar mengasihi Sang Pencipta dan Juruselamat mereka. Di dalam Artikel ini anda akan mendapati beberapa tips sederhana yang dapat membuat anda memahami mengapa doktrin Tritunggal itu tidak Alkitabiah.

Lanjutkan membaca “3 Tips Sederhana untuk Memahami mengapa Tritunggal tidak Alkitabiah”

Hari Depan yang Penuh Harapan

Ina Ogden adalah seorang Kristen yang taat yang mengasihi Yahuwah dengan sepenuh hati. Untuk seorang wanita di abad ke-19, dia sungguh sangat terdidik, dia memiliki kesempatan untuk mengenyam bangku kuliah. Dia juga sangat piawai dalam bermusik. Pada awalnya, dia bermimpi menjadi seorang penginjil keliling.

Namun mimpinya ini terpaksa dia kesampingkan, ketika ayahnya menderita stroke dan lumpuh serta membutuhkan perawatan yang intensif. Ina mengesampingkan impiannya bekerja untuk Yahuwah di bidang yang lebih luas dan berfokus merawat ayahnya sambal melayani orang-orang di sekitarnya. Selama masa itu dia menulis sebuah puisi yang kemudian dijadikan sebuah nyanyian rohani yang terkenal yang berjudul: “Brighten the Corner Where You Are”.

Lanjutkan membaca “Hari Depan yang Penuh Harapan”