Kategori: Yahuwah dan Yahushua

Sebuah surat dari Tuan Yahushua

[Surat dari Tuan Yahushua: Tentang Yahuwah dan Aku]1

Orang-orang Kristen terkasih,

Aku sudah lama ingin berbicara denganmu tentang Yahuwah dan aku.

Aku tahu maksudmu baik; kamu mencoba menyelamatkan kehormatanku dari orang-orang yang mengatakan bahwa aku hanyalah salah satu dari banyak “guru-guru rohani yang hebat”. Sebenarnya, aku tidak ingin disamakan dengan orang-orang seperti Muhammad, Buddha, atau Gandhi. (Aku tidak keberatan dibandingkan dengan Musa, meskipun pelayananku jauh lebih besar dari pelayanannya.2) Namun, aku berharap kamu memperhatikan ajaranku, baik selama pelayananku secara fisik di bumi maupun dalam pelayanan setelah kebangkitanku melalui para rasul pilihanku.

Lanjutkan membaca “Sebuah surat dari Tuan Yahushua”

Bolehkah kita “menyembah” Yahushua?

Setelah mengetahui fakta bahwa Yahushua adalah 100% manusia, maka kemudian banyak orang yang bertanya seperti berikut:

Pertanyaan: Bolehkah kita “menyembah” Yahushua?

Jawab: Pertama mari kita teliti apa yang dimaksud dengan kata “menyembah” itu di dalam Alkitab.

Apa itu “menyembah”?

Kata Ibrani “shachah” dan kata Yunani “proskuneo” mewakili lebih dari 80% kemunculan kata “menyembah” di sebagian besar Alkitab versi moderen.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap kata Ibrani “shachah” dan kata Yunani “proskuneo” mengungkapkan bahwa kedua kata ini berarti “sujud.” Kata Ibrani shachah (H#7812) digunakan untuk menjelaskan sikap “membungkuk” atau “bersujud” pada sesosok pribadi, seringkali di hadapan “atasan” atau di hadapan “Allah”.

Mengapa kita menggunakan kata “menyembah” dalam terjemahan moderen kita? Di dalam bahasa Inggris, kata “worship” yang diartikan “menyembah” dalam bahasa kita, berasal dari bahasa Inggris Kuno “weorthscipe,” yang berarti “kelayakan”. Jadi kita “menyembah” sesosok pribadi karena mereka “layak” menerima penghargaan seperti itu.

Lanjutkan membaca “Bolehkah kita “menyembah” Yahushua?”

Apakah Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan di bumi?

Tanya: Apakah Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan di bumi?

Jawab:

Tidak ada ayat di dalam Alkitab, yang dengan jelas menyatakan bahwa Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan. Gagasan semacam itu berawal dari paham Gnostis dan agama palsu lainnya. Gagasan bahwa Allah atau para dewa dapat turun dalam wujud manusia memang telah menjadi pandangan umum pada zaman Perjanjian Baru.

Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena dia yang berbicara. (Kisah 14: 11-12)

Tetapi apakah rasul Barnabas dan Paulus setuju dengan gagasan-gagasan ini? Tidak!

Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru: “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (Kis. 14: 14- 15)

Lanjutkan membaca “Apakah Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan di bumi?”