Kategori: Non-Tritunggal

Pertanyaan-pertanyaan yang Harus Direnungkan oleh Para Penganut Tritunggal/Dwitunggal yang Tulus

Yahuwah itu esa/satu. Yahushua, sang mesias/kristus, adalah anak tunggal-Nya. Berlawanan dengan kepercayaan umum, Alkitab tidak mengajarkan bahwa kristus adalah sang Pencipta itu sendiri, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Bapa dan anak adalah pribadi/makhluk yang sama, dan bahkan Alkitab tidak mengajarkan bahwa Yahushua sudah ada sebelum kelahirannya di Betlehem.

Banyak saudara-saudari seiman yang dengan rajin mengajarkan bahwa Bapa Surgawi kita dan anak-Nya adalah merupakan pribadi yang sama. Melalui beberapa halaman artikel ini, kami akan mengajukan beberapa pertanyaan penting yang berkaitan dengan pengajaran ini dan akan mengkaji banyak ayat yang sering digunakan untuk mendukungnya. Artikel ini tidak argumentatif dan hanya dimaksudkan untuk menjadi bahan pemikiran. Tujuan kami di sini adalah untuk menghadirkan terang, bukan untuk memanasi.

Kami berharap, ketika Anda tekun berdoa sambil merenungkan poin-poin/pertanyaan-pertanyaan ini, maka Anda akan dapat mengesampingkan semua asumsi-asumsi, gagasan-gagasan yang telah dipegang sebelumnya, dan tradisi-tradisi yang sudah diwarisi. Dengan rendah hati kami mengingatkan anda agar anda membentuk pemahaman Anda hanya berdasarkan Alkitab.

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,
Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…

Yohanes 16: 13a

Lanjutkan membaca….

Apa Arti dari Gelar: “Anak Allah”?

Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yahushua, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. (2 Yohanes 1: 3).

Penganut Tritunggal mengklaim bahwa karena Yahushua adalah “anak manusia”, dan itu berarti bahwa dia adalah manusia maka kita pun harus secara konsisten mengartikan bahwa karena Yahushua adalah “anak Allah”, maka dia adalah Allah.

Lanjutkan membaca “Apa Arti dari Gelar: “Anak Allah”?”

Apa itu Shema?

Tanya: Apa itu Shema?

Jawab: Shema merujuk pada beberapa baris dari kitab Ulangan (pasal 6: 4-5) yang menjadi doa harian pada zaman Israel kuno. Hal ini sama pentingnya dengan doa “Bapa Kami” dalam tradisi Kristen. Ini disebut “Shema” karena itu adalah kata pertama dari doa ini dalam bahasa Ibrani.

Dengarlah, hai orang Israel: Yahuwah* itu Allah kita, Yahuwah itu esa! Kasihilah Yahuwah, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6: 4-5)

Lanjutkan membaca “Apa itu Shema?”