Pertanyaan-pertanyaan yang Harus Direnungkan oleh Para Penganut Tritunggal/Dwitunggal yang Tulus

Pertanyaan # 3: Yahuwah itu abadi dan tidak bisa mati. Namun, Yahushua telah mati; dia rela menyerahkan hidupnya untuk Anda dan saya. Jika Bapa dan sang anak secara harfiah adalah pribadi yang sama, bagaimana itu bisa terjadi?

Yahuwah itu abadi:

Di hadapan Yahuwah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan kristus Yahushua yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat tuan kita Yahushua Kristus menyatakan dirinya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah [Yahuwah] satu-satunya yang abadi, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

1 Tim. 6: 13-16

“Satu-satunya yang abadi – Kata ini berasal dari kata – ἀθανασία – athanasia – arti yang paling tepatnya adalah ‘tidak bisa mati’, dan itu berarti bahwa Tuhan, sesuai dengan sifat-Nya, menikmati kondisi di mana Dia sepenuhnya tidak tersentuh kematian.” – Catatan Albert Barnes tentang Alkitab

Yahushua telah mati:

Yahushua berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawanya.

Mat. 27:50

Akan tetapi Yahuwah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Roma 5: 8

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk tuan, dan jika kita mati, kita mati untuk tuan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik tuan. Sebab untuk itulah kristus telah mati dan hidup kembali, supaya dia menjadi tuan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Roma 14: 8-9

Orang yang menyatakan bahwa Bapa dan Sang Anak adalah pribadi yang sama, maka orang itu sebenarnya sedang mengejek peristiwa penyaliban dan menganggapnya hanya sebagai sandiwara. Berpegang teguh pada ideologi bahwa Yahushua adalah Yahuwah akan memaksa Anda juga untuk percaya bahwa Yahushua hanya berpura-pura mati karena dia sebenarnya masih hidup di Surga. Mohon berhenti sejenak untuk memikirkan konsekuensi dari doktrin semacam itu. Ini adalah penolakan terhadap pesan Injil itu sendiri.

Lanjutkan membaca….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s