Pertanyaan-pertanyaan yang Harus Direnungkan oleh Para Penganut Tritunggal/Dwitunggal yang Tulus

Melihat Lebih Dekat Beberapa Ayat Yang Sering Disalahpahami

Di bawah ini adalah beberapa ayat yang sering digunakan oleh banyak penganut Tritunggal / Dwitunggal yang penuh kasih dan tulus untuk membuktikan bahwa Yahushua dan Yahuwah sebenarnya adalah pribadi yang sama.

“Aku dan Bapa adalah satu.”

Yohanes 10:30

Jika kita kembali dan memeriksa ayat ini sesuai konteksnya, segera menjadi jelas bahwa Yahushua tidak mengklaim bahwa dia dan Bapa secara literal adalah pribadi yang sama.

Domba-dombaku mendengarkan suaraku dan aku mengenal mereka dan mereka mengikut aku, dan aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganku. Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yahushua. Kata Yahushua kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapaku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari aku?” Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari engkau, melainkan karena engkau menghujat Eloah dan karena engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan dirimu dengan Eloah. Kata Yahushua kepada mereka: ” …..Masihkah kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Eloah! Karena aku telah berkata: Aku Anak Eloah?”

Yohanes 10: 27-33 dan 36

Perhatikan yang berikut ini:

Ayat 29: Yahushua mengatakan bahwa Bapanya “, lebih besar dari pada siapapun.” (Lihat juga Yohanes 14:28: “… sebab Bapa lebih besar dari pada aku”). Mereka yang mengajarkan bahwa Yahushua dan Bapanya secara literal adalah pribadi yang sama memaksakan penafsiran ayat ini karena itu akan berarti bahwa Yahuwah lebih besar daripada diri-Nya sendiri. Ini tidak masuk akal.

Ayat 33, 36: Orang-orang Yahudi menuduh Yahushua menjadikan dirinya “Eloah”. Yahushua membantah tuduhan mereka dengan mengatakan bahwa Eloahnya telah mengirimnya ke dunia dan bahwa ia hanya mengklaim sebagai “Anak Eloah,” dia tidak mengklaim sebagai Bapa itu sendiri. Baca lagi: “Masihkah kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Eloah! Karena aku telah berkata: Aku Anak Eloah?” (Yohanes 10: 36).

Bukti lebih lanjut bahwa Yahushua tidak mengklaim bahwa dia dan Bapa secara harfiah pribadi yang sama dapat ditemukan dalam doanya dalam Yohanes 17:

Dan aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Yohanes 17:11

Dan aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.

Yohanes 17:22

Yahushua, dalam ayat-ayat di atas, berdoa agar murid-muridnya dapat menjadi satu sama seperti dia dan Bapa menjadi satu. Apakah dia berdoa agar kita semua menjadi satu makhluk literal? Tidak. Dia berdoa agar kita semua menjadi satu pikiran, satu keinginan, dan satu roh seperti dia dan Bapa (Yohanes 10:30). Paulus dan Petrus pun sama-sama menggemakan hal yang sama ini.

Sehingga dengan satu hati dan satu suara [fikiran] kamu memuliakan Yahuwah,
Bapa dari Tuan kita Yahushua Kristus.

Roma 15: 6

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Yahuwah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

2 Kor. 13:11

Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil

Filipi 1:27

Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini:
hendaklah kamu sehati sepikir,
dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.

Filipi 2: 2

Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati

1 Petrus 3: 8

Lanjutkan membaca….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s