Apakah Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan di bumi?

Tanya: Apakah Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan di bumi?

Jawab:

Tidak ada ayat di dalam Alkitab, yang dengan jelas menyatakan bahwa Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan. Gagasan semacam itu berawal dari paham Gnostis dan agama palsu lainnya. Gagasan bahwa Allah atau para dewa dapat turun dalam wujud manusia memang telah menjadi pandangan umum pada zaman Perjanjian Baru.

Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena dia yang berbicara. (Kisah 14: 11-12)

Tetapi apakah rasul Barnabas dan Paulus setuju dengan gagasan-gagasan ini? Tidak!

Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru: “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (Kis. 14: 14- 15)

Paulus menyebut kepercayaan seperti itu sebagai “perbuatan sia-sia” dan meminta agar mereka “meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup…”. Alkitab menyatakan dengan jelas, kapan dan bagaimana Yahushua dilahirkan sebagai anak Allah [Yahuwah] dan anak manusia:

1) setelah Hawa:

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15)

2) Setelah Abraham:

Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku. (Kejadian 22:18)

Paulus menegaskan bahwa yang di maksud dalam ayat ini adalah Kristus:

Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu,” yaitu Kristus. (Galatia 3:16)

3) Setelah Musa:

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Yahuwah, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (Ulangan 18:15)

Petrus menegaskan bahwa yang dimaksud oleh Musa dalam ayat ini adalah Kristus:

Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. (Kisah Rasul 3:22)

Petrus juga berkata:

Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu. (Kisah Rasul 7:37)

4) bukan malaikat, tetapi keturunan Abraham:

Karena sesungguhnya dia tidak mengambil rupa malaikat; tetapi dia mengambil baginya rupa keturunan Abraham. (Ibrani 2:16, KJV)

5) Setelah Daud:

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. (2 Samuel 7: 12-14)

Apakah ayat ini berbicara tentang Yahushua? Ya, itulah yang dikatakan malaikat kepada Maria:

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, bapa leluhurnya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaannya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1: 32-33)

6) Perjanjian Baru dengan sangat jelas menulis tentang kelahiran Yahushua:

Inilah silsilah Yahushua [Kristus], anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak … Dan Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yahushua, yang disebut Kristus. (Matius 1: 1-16)

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Matius 1:17)

7) Yahushua lahir di Betlehem pada zaman raja Herodes:

Sesudah Yahushua dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangnya di Timur dan kami datang untuk menyembah dia.” (Matius 2: 1-2)

8) Bagaimana Yahushua dilahirkan?

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita. (Mat 1:23)

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (Matius 1:20)

Kesimpulan

Yahushua, anak Allah, anak manusia, menurut Alkitab baru ada pada zaman raja Herodes. Dia bukan Allah Bapa yang esa itu, dia adalah anak dari Allah Bapa itu. Pra-eksistensi Yahushua adalah ajaran palsu yang datang kepada kita dari paham Gnostis dan agama berhala yang diilhami oleh Setan. Para pengajar Theologi Kristen moderen memutarbalikkan ayat-ayat Alkitab untuk mempertahankan gagasan mereka tentang “Allah Anak yang datang ke bumi, menjelma sebagai manusia, yang hidup dan mati sebagai manusia.” Ajaran seperti ini adalah bukan Injil Yahushua dan para rasulnya yang sejati.

2 respons untuk ‘Apakah Yahushua sudah ada sebelum dia dilahirkan di bumi?’

  1. ada tertulis YOHANES 10:30 “Aku dan Bapa adalah satu.”
    itu sudah ada tertulis di semua Alkitab bahkan Alkitab saksi Yehuwa

    siapakah yang berani menyamakan diri nya dengan Tuhan selain Tuhan itu sendiri ??
    sebab tidak ada nabi yang berani mengatakan dia dan Tuhan adalah satu…

    atau adakah manusia yang mampu menyatakan dia dan Tuhan adalah satu ?

    bahkan Daud saja mengatakan dia sebagai manusia mengapa diindahkan di kitab mazmur ayat 8 ?

    ketahuilah Yesus adalah satu dengan Bapa
    dan Yesus adalah Alfa dan Omega dan Allah (wahyu 21:6-7)

    1. “menjadi satu” menurut Alkitab tidak perna berarti “menjadi satu pribadi”, terlalu banyak ayat dalam Alkitab yang mengungkap itu dan salah satu yang terbaik adalah Yohanes 17: 21-23:

      “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

      Dari ayat ini saja kita sudah dapat memahami bahwa “kesatuan” yang dibicarakan disini bukanlah “kesatuan secara fisik”, bukan juga “kesatuan secara pribadi”, ayat ini bahkan mengatakan dengan sangat jelas “apa arti dari kesatuan Anak dengan Bapa”. Dan itu adalah:

      “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita”.

      Jadi “satunya” Bapa Yahuwah dan Yahushua sama seperti “satunya” jemaat. Kita sebagai jemaat saat “bersatu” apakah kemudian menjadi satu pribadi? tentu tidak. Konsep ini kemudian diperjelas dengan sejelas-jelasnya oleh Rasul paulus ketika dia berkata:

      memang ada banyak anggota tetapi hanya satu tubuh, kita semua adalah satu di dalam “Kristus” dan Kepala dari Kristus adalah Yahuwah.

      Setelah memahami sampai disini, kembali lah lagi pada ayat pertama dalam kutipan ini untuk melihat bagaimana kita (sebagai jemaat) menjadi satu dengan Bapa dan Anak:

      supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita.

      Dan itu tidak perna berarti bahwa karena kita telah menjadi satu dengan Bapa dan Anak maka kita serta merta menjadi Anak atau Bapa. Tidak pernah! Jadi Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa. Yahuwah bukan Yahushua dan Yahushua bukan Yahuwah. Bahkan doktrin Tritunggal (jika anda adalah penganut tritunggal) pun menyangkal kesamaan antara Bapa dan Anak, karena doktrin Tritunggal mengajarkan bahwa: Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa.

      Alfa dan omega dalam kitab Wahyu memang benar adalah Yahushua, tetapi itu tidak seperti yang dibayangkan/difikirkan oleh kebanyakan orang Kristen hari ini.

      Kebanyakan orang Kristen berfikir bahwa karena “Alfa dan Omega” di dalam kitab Wahyu tidak dapat dibantah adalah Yahushua, dan karena di dalam kitab-kitab perjanjian lama Yahuwah berkata bahwa Dia adalah Alfa dan Omega maka mereka langsung menyimpulkan bahwa Yahushua adalah Yahuwah itu sendiri.

      Tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman.

      Dalam pasal 2 ayat 8 dikatakan: “Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali”

      Eloah yang sejati tidak dapat mati, dan hal ini diaminkan oleh Paulus dengan berkata di dalam 1 Timotius 6:16:
      Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia.

      Jadi sekali lagi hanya ada satu Eloah yaitu Yahuwah. Dan Eloah yang satu ini adalah bukan Yahushua.

      Yahushua dalam kitab Wahyu menyebut diri sebagai alfa dan omega dalam kapasitasnya sebagai “Firman Yahuwah yang telah menjadi daging”. Sebagaimana kita tahu: segala sesuatu berawal dan berakhir dengan Firman Yahuwah.

      Di dalam kehidupan yang baru, Yahushua adalah Ciptaan Yahuwah yang pertama. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Wahyu pasal 3 ayat 14, dimana Pribadi yang sama yang mengaku sebagai Alfa dan Omega juga berkata:

      Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah (Yahuwah).

      Jadi anda bisa melihat, bahwa adalah benar bahwa Yahushua adalah alfa dan omega di dalam kitab Wahyu tetapi itu bukan berarti bahwa Yahushua adalah Eloah Yahuwah itu sendiri.

      Saudaraku, Eloah itu Esa, namanya Yahuwah. Na, Eloah yang esa ini sebelum dunia dijadikan telah merancang penyelamatan dunia melalui anak manusia-Nya yang bernama Yahushua, di dalam Yahushua inilah kita mendapat pembenaran dari Bapa Yahuwah.

      Sebab, hanya ada satu Allah (yaitu Yahuwah), dan hanya satu penengah antara Allah (Ibrani: Yahuwah) dengan manusia, yaitu manusia yang bernama Kristus Yesus (Ibrani: Yahushua). (1 Tim 2:5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s