Siapakah Yahushua sang Mesias?

Tanya:

Siapakah Yahushua sang Mesias?

Jawab:

1) Yahushua adalah satu-satunya manusia yang dilahirkan dari seorang perawan:

Kelahiran Yahushua sang Mesias adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata dia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)

2) Yahushua disebut anak Allah, karena kelahirannya yang ajaib:

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:35)

3) Yahushua adalah anak manusia, artinya adalah 100% manusia:

Yahushua berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya.” (Matius 8:20)

4) Yahushua adalah anak tunggal Bapa Yahuwah:

Karena begitu besar kasih Yahuwah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

5) Apakah Yahushua memiliki pra-eksistensi? TIDAK!:

Tuan kita Yahushua tidak ada sebelum dia dilahirkan di Betlehem. Alkitab tidak mengajarkan pra-eksistensi dirinya.

a) Yahushua bukan Allah:

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal…. (Bilangan 23:19)

Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu…. (Hosea 11: 9)

Karena Allah itu satu dan satu pula dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus [Yahushua]. (1 Tim 2:5)

b) Yahushua bukan Malaikat:

Karena sesungguhnya dia tidak mengambil rupa malaikat; tetapi dia mengambil rupa keturunan Abraham. (Ibrani 2:16, KJV)

6) Yahushua menjalani kehidupan tanpa dosa:

Dan Dia, yang telah mengutus aku, Dia menyertai aku. Dia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (Yohanes 8:29)

Dia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (1 Petrus 2:22)

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya dalam dia kita dibenarkan oleh Allah. (2 Korintus 5:21)

7) Yahushua disalibkan dan mati untuk dosa-dosa kita:

“Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.” (Matius 26: 2)

Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yahushua, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Dia harus disalibkan!” (Matius 27:22)

Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yahushua di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. (Lukas 23:33)

8) Yahushua telah bangkit (dibangkitkan):

Tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yahushua orang Nazaret, yang disalibkan itu. Dia telah bangkit. Dia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan dia. (Markus 16: 6)

Allah [Yahuwah], yang membangkitkan Tuan [Yahushua], akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. (1 Kor 6:14)

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yahushua telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yahushua akan dikumpulkan Yahuwah bersama-sama dengan dia. (1Tes. 4:14)

Yaitu Yahushua, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. (Roma 4:25)

9) Yahushua telah naik ke surga:

Sesudah dia mengatakan demikian, terangkatlah dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupnya dari pandangan mereka. (Kisah 1: 9)

Kristus yang telah mati, bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, dan menjadi Pembela bagi kita. (Roma 8:34)

yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan dia dari antara orang mati dan mendudukkan dia di sebelah kanan-Nya di sorga…. (Ef 1:20)

10) Yahushua adalah imam besar kita:

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yahushua, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. (Ibrani 4:14)

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, dia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (Ibrani 4:15)

11) Yahushua adalah Tuan kita:

Kata Petrus kepada Yahushua: “Tuan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” (Matius 17: 4)

Lalu ia berkata kepada Yahushua: “Tuan, ingatlah akan aku, apabila engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23:42, KJV)

Sesudah Tuan berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Markus 16:19, KJV)

Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Yahuwah telah membuat Yahushua, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuan dan Kristus.” (Kisah Rasul 2:36)

12) Yahushua telah diangkat menjadi raja kita:

Pilatus bertanya kepadanya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yahushua: “Engkau sendiri mengatakannya.” [Markus 15:2]

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaannya dan semua malaikat bersama-sama dengan dia, maka dia akan bersemayam di atas takhta kemuliaannya. (Matius 25:31)

Yahushua mendekati mereka dan berkata: “Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18)

13) Yahushua adalah “Adam yang akhir” dan “manusia kedua”:

Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup,” tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. (1 Kor 15:45)

Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. (1 Kor 15:47)

Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. (Roma 5:19)

14) Yahushua akan memberikansegalanya kepada Bapa pada akhirnya:

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana dia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah dia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. [1 Korintus 15:24]

Karena dia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhnya di bawah kakinya. [1 Korintus 15:25]

Musuh yang terakhir, yangdibinasakan ialah maut. [1 Korintus 15:26]

Sebab segala sesuatu telah Dia taklukkandi bawah kakinya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah Dia taklukkan,”maka teranglah, bahwa Dia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu dibawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. [1 Korintus 15:27]

Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka dia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan dirinya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahnya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. [1 Korintus 15:28]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s