Apa arti dari ungkapan: “anak manusia”?

Tanya: Apa arti dari ungkapan: “anak manusia”?

Jawab:

Hanya ada satu Allah, yaitu Bapa:

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuan saja, yaitu [Yahushua] Kristus, yang melalui dia segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena dia kita hidup. (1 Korintus 8: 6)

Allah yang satu ini, yaitu Bapa Yahuwah, bukanlah “manusia”, juga bukan “anak manusia”, seperti yang tertulis:

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. (Bilangan 23:19)

Karena Yahushua disebut “anak manusia” dan Allah bukan “anak manusia”, maka Yahushua bukanlah Allah. Yahushua adalah “anak Allah” dan “anak manusia”, dia adalah 100% manusia. Yahushua sendiri menyebut dirinya “anak manusia”:

Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (Markus 14:41)

Jawab Yahushua: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” (Markus 14:62)

  •     Yahushua = anak manusia

Ungkapan bahasa Ibrani yang diartikan sebagai “anak manusia” adalah (בן – אדם, ben-‘adam), ungkapan ini muncul 107 kali dalam Alkitab Ibrani, mayoritas (93 kali) dalam Kitab Yehezkiel. Ini adalah ungkapan bahasa Aram yang cukup umum digunakan pada zaman Yahushua untuk merujuk pada manusia. Arti dari “anak manusia” secara sederhana adalah: seorang manusia.

Karena Ia [Bapa Yahuwah] telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan dia dari antara orang mati.” (Kisah Rasul 17:31)

  •     Yahushua = orang yang telah ditentukan oleh Bapa
  •     Yahushua = orang yang telah dibangkitkan dari kematian

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yahushua dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22).

  •     Yahushua = orang yang telah ditentukan [ditetapkan] oleh Allah

Karena Allah itu satu dan satu pula dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus [Yahushua]. (1 Timotius 2: 5).

  •     Yahushua = orang yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia
  •     Yahushua = manusia yang diurapi [Kristus]

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang [Adam] semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu [Yahushua] Kristus. (Roma 5:15)

  •     Yahushua = satu orang [artinya: dia manusia]

Kata Yunani yang di sini diartikan sebagai “orang” adalah anthropos. Kata Yunani anthropos berarti “manusia, baik pria atau wanita, secara umum, termasuk semua individu manusia, untuk membedakan manusia dari makhluk dari ras atau ordo yang berbeda.”

Anthropos digunakan untuk menggambarkan Adam, manusia pertama. Dalam ayat yang sama (Roma 5:15) digunakan untuk menggambarkan Kristus [Yahushua]. Jika kita mau konsisten dengan semua makna dari kata ini, maka kita harus percaya bahwa Yahushua adalah manusia yang memiliki darah dan daging sama seperti Adam.

Kesimpulan:

Kristus/Yahushua (Yang Diurapi) adalah seorang manusia. Ungkapan: “Anak manusia” atau “seorang manusia” berarti manusia. Keberadaan setiap “anak manusia” dimulai dari sebuah benih. Karena itu, Yahushua, sang anak manusia, berawal sejak dia dilahirkan dari Maria. Dia tidak pernah (dan tidak akan pernah) menjadi Allah Anak, dia juga bukan Kristus yang memiliki pra-eksistensi, dia juga bukan malaikat yang sudah ada sebelumnya. Ide-ide seperti ini adalah kebohongan Setan.

Manusia, anak-anak manusia, adalah manusia yang lebih rendah dari Allah dan malaikat. Karena itu Yahushua bukanlah Allah atau malaikat. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Mazmur pasal 8:

Ya Yahuwah, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Namun Engkau telah membuatnya lebih rendah dari para malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

Ya Yahuwah, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mazmur 8: 1-9, KJV)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s