Apakah Yahushua percaya pada Allah yang Satu atau pada Allah yang Tritunggal?

Tanya: Apakah Yahushua percaya pada Allah yang Satu atau pada Allah yang Tritunggal?

Jawab: Allah Tritunggal? Tidak.

Tidak ada satu ayat pun di seluruh Alkitab yang mendukung gagasan bahwa Yahushua percaya pada Allah Tritunggal.

Yahushua percaya pada Allah yang Esa? Ya.

Yahushua hanya percaya pada satu Tuhan, yaitu Bapa. Tuhan-Nya bukan Tuhan yang Tritunggal. Dia sepakat dengan para ahli Taurat bahwa Shema adalah perintah terpenting:

“Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yahushua dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yahushua memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yahushua: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan [Yahuwah] kita, Tuhan [Yahuwah] itu esa. Kasihilah Tuhan [Yahuwah], Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Markus 12: 28-30)

Shema mengatakan:

“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN [Yahuwah] itu Allah kita, TUHAN [Yahuwah] itu esa! Kasihilah TUHAN [Yahuwah], Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6: 4-5).

Dan ahli Taurat itu menjawab kepada Yahushua:

“Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yahushua: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” ( Markus 12: 32-33)

Sekali lagi ahli Taurat itu berkata bahwa: “Dia [Tuhan Yahuwah] itu esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia” menunjukkan bahwa Tuhan itu satu: kata “dia” [yang dalam bahasa Inggris menggunakan kata he/him -yang adalah sebuah kata ganti “tunggal”] – bukanlah tiga pribadi dari Allah Tritunggal.

Dan Yahushua setuju dengan jawabannya dengan mengatakan:

“Engkau tidak jauh dari kerajaan Allah.” (Markus 12:34)

Yahushua dengan jelas mengatakan bahwa Allah yang esa itu adalah Bapa yang ada di surga:

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6:27)

“Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” (Yohanes 6:65)

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.” (Mat 6:14)

“Jawab Yahushua: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami”. (Yohanes 8:54)

Sebelum Yahushua lahir, Pemazmur telah bernubuat tentang Dia dengan menulis:

“Diapun akan berseru kepada-Ku: ‘Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.’ Akupun juga akan mengangkat Dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.” (Mazmur 89: 26-27)

Setelah Yahushua lahir, Dia menggenapi nubuat ini. Dia menyebut Allahnya sebagai Bapa. Kemudian Yahuwah menjadikan Yahushua sebagai anak sulung-Nya, lebih tinggi dari raja-raja di bumi. Jadi adalah sangat jelas bahwa Yahushua percaya pada satu Tuhan, yaitu Bapa Yahuwah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s