Apa itu Shema?

Tanya: Apa itu Shema?

Jawab: Shema merujuk pada beberapa baris dari kitab Ulangan (pasal 6: 4-5) yang menjadi doa harian pada zaman Israel kuno. Hal ini sama pentingnya dengan doa “Bapa Kami” dalam tradisi Kristen. Ini disebut “Shema” karena itu adalah kata pertama dari doa ini dalam bahasa Ibrani.

Dengarlah, hai orang Israel: Yahuwah* itu Allah kita, Yahuwah itu esa! Kasihilah Yahuwah, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6: 4-5)

Dalam agama Yahudi, Shema adalah sebuah doa yang diucapkan dua kali sehari. Hal ini dipraktikkan secara luas. Ketika Yahushua ditanya perintah mana dalam Taurat yang terbesar. Dia mengutip Shema:

“Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan [Yahuwah] Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan [Yahuwah], Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12: 29-31)

Arti penting dari Shema bagi orang Israel diungkapkan dari kata-kata berikut yang terdapat di dalam kitab Ulangan pasal 6:

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ulangan 6: 6-9)

Shema itu harus:

  • terikat sebagai tanda pada tangan kita.
  • menjadi lambang di dahi kita.
  • dituliskan pada tiang pintu rumah kita dan pada pintu gerbang kita.
  • diajarkan berulang-ulang kepada anak-anak kita.
  • dibicarakan di mana-mana.
  • ditanam di dalam hati.

Jika kita lalai melakukan ini, mungkin saja kita akan menerima tanda binatang itu di tangan kanan kita atau di dahi kita seperti ada tertulis:

Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,  dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. (Wahyu 13: 15-17)

Kesimpulan:

Kita harus mengingat perintah yang paling penting ini setiap hari, bahwa Yahuwah, Allah kita, adalah Tuhan yang esa. “Tritunggal” tidak dapat ditemukan di mana pun di dalam Alkitab.


*TUHAN = Yahuwah (H3068); Yahuwah = nama sebenarnya dari satu-satunya Allah yang benar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s