3 Tips Sederhana untuk Memahami mengapa Tritunggal tidak Alkitabiah

Adalah fakta bahwa orang-orang Kristen arus utama adalah para penganut doktrin Tritunggal, terlepas dari kenyataan bahwa doktrin ini sendiri tidak Alkitabiah. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang telah disalahgunakan untuk mendukung doktrin yang juga dikenal dengan istilah Trinitas ini, namun di dalam Alkitab pula kita dapat menemukan banyak bukti bahwa doktrin Tritunggal adalah sesungguhnya tidak Alkitabiah dan harus ditinggalkan oleh mereka yang benar-benar mengasihi Sang Pencipta dan Juruselamat mereka. Di dalam Artikel ini anda akan mendapati beberapa tips sederhana yang dapat membuat anda memahami mengapa doktrin Tritunggal itu tidak Alkitabiah.

Secara sederhana, semua pengajaran yang mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung atau menegakkan doktrin Tritunggal dapat dibuktikan salah jika orang-orang mau melakukan hal-hal berikut:

  1. Membaca Alkitab dari sudut pandang iman orang Ibrani yang murni.
  2. Mengetahui definisi dari kata Tritunggal.
  3. Memahami prinsip ke-agen-an.

Iman Orang Ibrani

Alasan mengapa kita perlu mengetahui hal ini karena sesungguhnya iman Kristen yang murni sebagaimana yang dipraktekkan oleh gereja mula-mula adalah perpanjangan dari iman orang Ibrani. Dalam sudut pandang iman orang Ibrani, Sang Pencipta adalah “Tuhan Yang Esa”, Tuhan yang ESA ini yang bernama Yahuwah telah menjanjikan “seorang mesias” yang akan menyelamatkan mereka.

Jadi orang-orang Ibrani tidak pernah menunggu “Allah” datang berinkarnasi menjadi manusia, itu tidak perna ada dalam fikiran mereka. Tetapi mereka sedang menanti “seorang manusia” keturunan Daud yang akan menduduki “tahta Daud” dan memerintah Israel selama-lamanya.

Pada awalnya ketika Israel telah menjadi sebuah bangsa, mereka hanya memiliki satu “Lord” yaitu “Lord God”, Yahuwah. Mereka hanya memiliki satu “Tuhan” yaitu “Tuhan Allah”, Yahuwah. Jadi Yahuwah juga yang langsung menjadi “Raja” mereka, yang berkomunikasi kepada mereka melalui perantaraan para nabi dan hakim-hakim.

Namun pada saat Samuel telah menjadi tua dan dalam pandangan orang-orang Israel anak-anak Samuel tidak ada yang bisa menggantikan dia sebagai hakim atas bangsa mereka, maka merekapun meminta seorang “lord” yang lain, mereka meminta seorang “tuan”, “seorang raja”. Singkat cerita Yahuwah dalam kemurahan-Nya memenuhi permintaan mereka meskipun Samuel awalnya marah dan sangat sedih. Raja pertama mereka adalah Saul, dan karena tidak taat, Saul diganti dengan Daud. Daud inilah yang berkenan di hati Yahuwah. Jadi mulai dari saat itu bangsa Israel memiliki dua “lord”, yaitu: Lord God dan lord David. “Tuhan” Yahuwah dan “tuan” Daud. Keduanya disembah sujud, tapi bukan berarti Daud disembah sebagai “God”, tidak! Daud disembah sebagai “tuan” dan “raja” mereka, karena Daud menduduki “Tahta TUHAN” di bumi. Daud yang mewakili “Tuhan Yahuwah” memerintah orang Israel di bumi. Daud sendiri sepenuhnya tunduk dan menyembah kepada Yahuwah.

Dan kepada Daud inilah, Bapa Yahuwah berjanji bahwa kelak dari keturunannya akan lahir “seorang yang diurapi”, “seorang mesias” yang dalam bahasa Yunani disebut “kristus”, yang akan memegang kekuasaan, menduduki tahta Daud sampai selama-lamanya. Kerajaannya tidak akan berkesudahan. Mesias inilah yang dinantikan oleh semua orang Israel. Dan kita tahu, itulah Yahushua. Sekalipun sampai hari ini masih ada kaum Yahudi yang menolak Dia.

Jadi sekali lagi, orang-orang Ibrani tidak perna menanti “Tuhan” datang berinkarnasi sebagai manusia. Mereka menanti seorang manusia yang akan diurapi [menjadi mesias], untuk menduduki tahta Daud dan menyelamatkan mereka. Dan sama seperti Daud, Sang Mesias yang dijanjikan inipun akan sepenuhnya tunduk dan menyembah kepada Yahuwah.

Dengan mengingat hal ini, maka ketika anda membaca sebuah ayat yang “nampaknya” men-sugestikan Tritunggal maka anda akan tahu bahwa sugesti seperti itu adalah salah dan dengan pertolongan Roh Kebenaran anda akhirnya akan menemukan arti yang sebenarnya dari ayat-ayat tersebut. Sebagai contoh: Maksud dari kata “kita” dalam Kejadian 1:26.

Definisi Tritunggal

Alasan mengapa kita perlu mengetahui definisi ini adalah karena banyak orang Kristen awam yang memeluk erat keyakinan Tritunggal tanpa tahu definisi yang sebenarnya dari doktrin yang tidak Alkitabiah ini. Mereka diajarkan untuk menerima dengan “iman” misteri yang mereka sendiri tidak bisa jelaskan ini.

Doktrin Kristen tentang Tritunggal atau Trinitas menyatakan bahwa:

Tuhan adalah tiga pribadi yang sehakikat —Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus—sebagai “satu Tuhan dalam tiga Pribadi Ilahi”. Ketiga pribadi ini berbeda [Bapa bukan Putra, Bapa bukan Roh Kudus, Putra bukan Bapa, Putra bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa dan Roh Kudus bukan Anak], namun merupakan satu “substansi, esensi, atau kodrat” sebagai Tuhan. Jadi hanya ada satu Tuhan dalam tiga pribadi: kendati berbeda satu sama lain namun ketiganya dinyatakan satu dalam semua yang lain, setara, sama kekalnya serta masing-masing adalah Allah, seutuhnya dan seluruhnya.

Singkatnya: Bapa, Putra dan Roh Kudus itu berbeda, namun mereka setara, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih besar, dan ketiganya berfungsi sebagai Tuhan yang tritunggal.

Namun di dalam Alkitab, Bapa Yahuwah tidak mengajar bahwa ada Allah lain selain Dia, dan bahkan dengan keras melarang kita untuk menjadikan sesuatu yang lain sebagai “Allah”.

Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. [Yesaya 43:10].

Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. [Yesaya 45:5].

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. [Keluaran 20:3].

Demikian pun dengan Yahushua, Dia tidak pernah mengajarkan bahwa ada Allah lain selain Bapa-Nya sendiri, dan terlebih lagi Yahushua dengan lantang mengatakan bahwa Bapa-Nya lebih besar dari Dia, dan Dia sepenuhnya tunduk pada Bapa-Nya. Mereka sama sekali tidak setara.

Jawab Yahushua: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. [Markus 12:29]

Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. [Yohanes 14:28]

Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. [Yohanes 5:30]

Lalu bagaimana dengan Roh Kudus? Roh Kudus adalah nafas dari Yahuwah sendiri! Itu bukan pribadi yang lain!. Yahushua sendiri berkata:

Bapa Yahuwah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harusnya menyembahnya dalam roh dan kebenaran. [Yohanes 4:24]


Doktrin tritunggal mengajarkan bahwa Roh Kudus bukan Bapa tetapi merupakan pribadi ketiga yang lain. Jadi jika Bapa itu Roh dan Roh Kudus itu bukan Bapa, lalu Roh Kudus itu adalah Roh yang lain lagi? selain tidak Alkitabiah hal ini pun sama sekali tidak logis.

Jadi dengan mengetahui definisi dari doktrin Tritunggal [bukan hanya menyakininya dengan iman tanpa mengetahuinya], maka kita akan menyadari bahwa doktrin Tritunggal itu sesungguhnya tidak Alkitabiah.

Prinsip Ke-Agen-an

Ada banyak kebingungan yang timbul pada saat membaca Alkitab karena orang-orang tidak memahami prinsip keagenan yang dipertontonkan di dalam lembaran-lembaran kitab suci. Yahuwah adalah El yang tidak membingungkan dan Dia pun bukanlah pencipta kebingungan tetapi damai sejahtera [1 Korintus 14:33].

Doktrin Tritunggal atau bahkan Dwitunggal [doktrin yang meyakini bahwa Yahuwah adalah Yahushua itu sendiri] tumbuh subur karena ketidakpahaman pada prinsip keagenan yang ada di dalam Alkitab.

Yahuwah sebagai El alam semesta yang berdiam di dalam terang yang tidak terhampiri, berkomunikasi kepada manusia di bumi melalui para agen-agen. Agen-agen ini adalah para malaikat, nabi dan setelah genap waktunya melalui Anak-Nya sendiri.

Seorang agen bertugas sebagai pembawa pesan dari pengutusnya. Pengutusnya akan “menaruh perkataannya sendiri” di dalam mulut agen-agennya untuk menyampaikan maksud-maksudnya, dan seorang agen yang baik akan menyampaikan pesan itu ketujuannya dengan apa adanya, seolah-olah pengutusnya sendirilah yang sedang berbicara. Dan para agen ini pun menerima respek yang sama yang akan diberikan kepada pengutusnya. Menghargai agen yang diutus akan menjadi sama dengan menghargai pengutusnya, dan demikian sebaliknya.

Yahushua sendiri secara berulang-ulang di dalam Alkitab menegaskan prinsip ini.

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. [Yohanes 12:49].

Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukannya. [Yohanes 14:10]

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” [Yohanes 13:20]

Jadi ketahuilah bahwa di dalam Alkitab Yahuwah menyampaikan pesan melalui para agen dan agen-agen tersebut berbicara kepada manusia seolah-olah dialah Yahuwah itu sendiri, karena Yahuwah telah menaruh firman-Nya di dalam mulut mereka untuk berbicara dan menyampaikan firman Yahuwah sendiri.

Prinsip keagenan yang sederhana ini, jika dipahami, akan sangat membantu kita memahami isi Alkitab tanpa harus terkurung dalam doktrin Tritunggal atau Dwitunggal yang pada dasarnya tidak Alkitabiah.

Anda kemudian tidak akan bingung lagi ketika Alkitab berkata bahwa “pribadi” yang berkata kepada Musa dari dalam semak belukar itu adalah sebenarnya seorang “malaikat” dan bukan Yahuwah sendiri. Anda tidak akan bingung lagi ketika anda membaca di dalam Alkitab dan Yahushua berkata bahwa “sebelum Abraham ada, Aku telah ada”. Dan masih banyak contoh lain lagi.

Dengan 3 tips sederhana ini anda akan mampu memahami banyak hal-hal yang telah dipakai para penganut Tritunggal untuk mendukung doktrin mereka yang tidak Alkitabiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s