Manfaat Menggunakan Tzitzit

Setelah kita dibasuh dan disucikan dengan darah Sang Juruselamat, kita dituntut untuk senantiasa tinggal dalam persekutuan dengan Dia, dengan cara mengikuti setiap perintah-perintah-Nya, seperti yang nyata dari firman-Nya ketika Dia berkata:

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku [baca: Yoh. 14:15].

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya [baca: Yoh 15:10].

Alkitab berkata: “dengan apakah seorang muda menjaga kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu! [Baca Maz. 119:9]

Ya sudah sangat jelas: “dosa adalah pelanggaran terhadap Firman/perintah Yahuwah” [baca 1 Yoh. 3:4].

Na… dalam perjuangan kita melawan dosa, Sorga tidak perna meninggalkan kita berjuang sendirian, selain diberikan kemampuan dan hikmat untuk menerima terang yang baru, Surga juga mengajar kita untuk menggunakan alat-alat kasat mata untuk mengingatkan kita pada firman Bapa agar kita senantiasa hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Salah satu alat yang diperintahkan langsung dari Tahta Sorga adalah Tzitzit, yaitu jumbai yang dalam Bahasa Alkitab disebut sebagai “benang ungu kebiruan-biruan”.

Yahuwah berfirman kepada Musa:

“Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah Yahuwah, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap Yahuwah.

Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Eloahmu” [baca: Bil. 15;37-41]

“Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu”.
[baca: Ul. 22:12].

Kata-kata Firman ini sudah sangat jelas, bahkan penekanan diberikan pada bagian akhir dengan menyebut tujuan dari penggunaan “tzitzit” ini, yaitu: “supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus”.

Jadi sekedar menggunakan tzitzit tidak membuat kita serta merta menjadi kudus, tetapi tzitzit dapat menjadi “alat” untuk mengingatkan kita setiap saat pada firman Yahuwah, dan dengan demikian kita akan senantiasa hidup kudus di dalam Dia.

Di akhir zaman ini, kita perlu memanfaatkan semua bantuan yang sudah diberikan Sorga agar kita sanggup menghadapi segala jenis tantangan kehidupan dan tetap berdiri teguh di dalam iman hingga Yahushua datang menyemput kita dalam awan-awan dengan segenap semarak dan kegemilangan-Nya untuk membawa kita ke rumah Bapa Yahuwah.

Ada banyak materi berupa artikel dan video yang tersebar di internet mengenai cara membuat tzitzit, anda bisa membuatnya di tempat anda dengan sangat mudah. Namun jika anda kesulitan untuk membuatnya sendiri, saya siap membantu, silahkan pesan kepada saya melalui “Hubungi kami” dan saya akan memberikannya kepada anda secara Cuma-Cuma alias GRATIS!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s