Apakah Gereja anda sudah menjadi Ekklesia?

Kata “gereja” berasal dari kata “ekklesia” yang secara harfiah berarti: sebuah persekutuan. Namun kata “ekklesia” tidaklah memiliki arti yang sama dengan apa yang difikirkan oleh banyak orang zaman sekarang ketika mendengar kata “gereja”. Kata gereja lebih mengingatkan kita kepada gedung-gedung fisik dan atau pada denominasi-denominasi Kristen yang berjumlah ribuan itu. Hal ini berbeda dengan pengertian yang sejati dari sebuah ekklesia.

Ekklesia adalah sebuah persekutuan yang HANYA berisi orang-orang yang dipanggil keluar dari sebuah persekutuan yang lebih besar. Disepanjang Alkitab, Ekklesia diartikan sebagai “jemaat” milik Bapa Yahuwah. Ekklesia di mata Surga adalah sebuah persekutuan dari orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju ke dalam terang, dan dari kuasa Iblis kepada kuasa Yahuwah, supaya mereka oleh iman mereka kepada Yahushua memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. [baca: Kisah Rasul 26:18]

“Orang-orang yang dikuduskan”, adalah sebuah ungkapan yang indah. Dikuduskan artinya dipisahkan untuk tujuan khusus, dan itulah ekklesia milik Yahuwah!

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Yahuwah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”. (1 Petrus 2:9)

Bagi mereka yang tidak terbiasa merenungkan firman siang dan malam, maksud dari ayat ini seringkali tersembunyi dan akhirnya menjadi kurang dipahami. Penggunaan kata “gereja” untuk merujuk pada “orang-orang pilihan yang dipanggil keluar dari kegelapan” telah menjadi “bius” yang membuat orang-orang tidak menyadari apa dan bagaimana seharusnya sebuah ekklesia itu.

Ekklesia di mata Surga adalah umat kepunyaan Yahuwah yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib!

Kita memiliki banyak ayat-ayat kitab suci yang dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa “terang” itu adalah “firman-Nya” sendiri. Ayat yang paling sederhana dan sangat mudah dipahami berikut ini, saya angkat sebagai contoh:

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. [Mazmur 119:105]

Secara konsisten Alkitab juga mengajarkan bahwa langkah-langkah orang ditentukan oleh Bapa Yahuwah sendiri [baca: Amsal 20:24], dan karena itu di dalam kegelapan dunia ini akan selalu terbit terang bagi orang-orang yang tergabung di dalam Ekklesia-Nya [baca: Mazmur 112:4]. Secara umum perjalanan hidup ekklesia itu sama seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari [baca: Amsal 4:18].

Lebih lanjut, ketika kita merenungkan sejarah perjalanan ekklesia, kita dapat melihat betapa semua firman yang sebagian telah disebut di atas terus menerus dilaksanakan, ekklesia telah dituntun melewati zaman kegelapan hingga sekarang menjelang terang ajaib yang akan bersinar pada Kedatangan Kedua.

Tuntunan Surga di dunia ini dari zaman ke zaman memberikan suatu kesamaan yang menarik perhatian dalam setiap pergerakan atau reformasi besar. Prinsip-prinsip yang dilakukan Surga kepada semua manusia disegala zaman tetap sama. Pergerakan penting dewasa ini merupakan kelanjutan dari pergerakan yang telah dilakukan di masa-masa yang lalu, dan pengalaman ekklesia pada zaman dahulu memberikan pelayanan penting bagi zaman kita sekarang ini.

apakah-gereja-anda-sudah-menjadi-ekklesia-4

Masing-masing orang mempunyai bagian sendiri untuk dilakukan. Kepada setiap orang dikaruniakan sejumlah terang, yang disesuaikan dengan kebutuhan waktunya, dan cukup untuk menyanggupkannya melakukan pekerjaan yang telah diserahkan Surga kepadanya untuk dilakukan. Tetapi tidak ada seorangpun, yang telah dipercayakan kebenaran secara menyeluruh dan utuh, sehingga semua orang harus selalu kembali mengkaji dan mempelajari Alkitab dengan seksama sebagai satu-satunya penuntun jalan.

Sebutlah, Marthin Luther, Kalvin, Ellen White dan masih banyak lagi. Mereka adalah para anggota ekklesia di zamannya yang selalu mau mengikuti terang kebenaran kemanapun itu menuntun, bahkan sekalipun mereka dianggap sesat dan dikucilkan pada zamannya. Mereka telah setia pada terang yang bersinar kepada mereka, sebuah terang yang lebih benderang dari yang diterima oleh orang-orang sebelum mereka.

Marthin Luther telah mengulangi prinsip yang sama untuk kembali mengatur semua tindakan sesuai dengan firman ketika dia berkata “sola scriptura”. Pada hari ini semua orang “berhutang” untuk menggenapi proses reformasi yang mereka telah mulai, sampai kita semua benar-benar telah hidup sesuai dengan apa yang ditulis dan diarahkan oleh Alkitab.

Jika kita ingin meneladani iman mereka maka kita perlu menerima terang kebenaran yang bersinar kepada kita pada zaman ini sama seperti mereka menerima terang kebenaran yang bersinar kepada mereka di zaman mereka, walaupun untuk penerimaan itu kita harus ditolak oleh dunia, bahkan ditolak oleh mereka yang mengaku “ber-gereja” namun pada faktanya tidak “ber-ekklesia”.

Kita telah melihat, bahwa perlahan namun pasti terang kebenaran terus bersinar di jalan ekklesia menuju garis finis. Kita telah melihat ekklesia telah dituntun melewati gelapnya malam, menuju fajar, dan sampai akhirnya di rembang tengah hari nanti pada Kedatangan Kedua.

Kita telah melihat keselamatan yang semula diperjual-belikan di zaman Marthin Luther dipulihkan, keselamatan itu “sola gracia”, hanya karena anugerah. Kita telah melihat di zaman setelah itu kepekaan akan tuntunan Roh Kudus, yang adalah merupakan Roh Bapa Yahuwah sendiri, telah membangkitkan aliran-aliran karismatik dan pantekosta yang “lebih rohani” dari ekklesia yang ada sebelumnya. Kita telah melihat perintah suci untuk menguduskan hari Sabat dipulihkan di zaman Ellen White, bersamaan dengan pemulihan terang mengenai pola hidup sehat yang sudah diatur di dalam Alkitab berupa diet makanan mana yang boleh dan tidak boleh dimakan. Dan sekarang kita telah melihat bagaimana kalender Alkitab mulai dipulihkan dari tahun 2005 hingga saat ini. Kita juga telah melihat Nama Suci dari Bapa dan Anak yang selama ini tersembunyi juga sudah diungkap pada hari ini. Dan juga tidak ketinggalan kita telah mengetahui bahwa doktrin Tritunggal tidak Alkitabiah serta kesaksian Alkitab yang bertentangan dengan teori moderen mengenai bentuk bumi.

Sungguh nyata bahwa jalan hidup ekklesia telah berjalan terus-menerus dalam sinar terang yang terus meningkat. Kita sudah sangat dekat pada sempurnanya terang itu. Sudah waktunya bagi kita semua untuk mengikuti setiap terang yang ada apapun juga resikonya, karena sesungguhnya kehidupan abadi kitalah yang sedang dipertaruhkan disini.

apakah-gereja-anda-sudah-menjadi-ekklesia-2

Saya, dengan penuh kasih, mengajak kita semua untuk mempelajari semua terang yang, pada hari ini, sudah diberikan kepada generasi akhir zaman. Janganlah kiranya menolak apapun tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. Bukalah Alkitab anda, pelajarilah sejarah, dan lihatlah bagaimana kebenaran telah dikubur di masa lalu dan sekarang telah sedikit demi sedikit dibuka kembali.

Lakukanlah penyilidikan, bukankah Alkitab dengan lantang berkata: ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik? Jadi jangan langsung menolak semua hal yang baru, sesuatu yang baru belum tentu salah, selidikilah terlebih dahulu, namun janganlah pula langsung menerima sesuatu yang baru tanpa penyelidikan karena tidak ada jaminan bahwa sesuatu yang baru sudah pasti benar. Jadi ikutilah Alkitab, lakukanlah penyelidikan!.

Pastikan anda telah menjadi anggota ekklesia, dan bukan sekadar anggota gereja. Gereja yang menolak terang tambahan yang sudah dicurahkan Surga adalah bukan ekklesia yang disebut di dalam Alkitab. Ekklesia tidak tinggal dalam balutan tradisi kesalahan yang telah ditelanjangi oleh terang tambahan yang baru. Ekklesia akan selalu dan selalu siap untuk keluar dari kegelapan dan mengikuti setiap sinar terang Alkitab kemanapun itu menuntun.

Kosongkanlah semua “kepintaran” anda dan kembalilah kepada Alkitab. Terimalah itu sebagai penuntun dan penentu langkah-langkah anda sebagai prasyarat bagi anda untuk bergabung dalam ekklesia versi Surga. Seseorang tidak bisa mengenal jalan kebenaran hanya melalui kepintaran fikiran saja, dan pada faktanya sebagian besar dari jalan kebenaran didapati oleh orang-orang yang sederhana dan tidak terpelajar. Justru kepintaran fikiran telah menjadi rintangan terkuat yang membuat orang-orang menolak kebenaran pada zaman sekarang. Mulailah dengan menjadi seperti anak kecil, dengan iman yang polos, dan bertumbuhlah hanya melalui tuntunan Alkitab.

Bagi kita yang mau mengikuti terang kemanapun itu menuntun, akan lebih sering sendirian, tanpa bangunan-bangunan yang megah dan tanpa kerumunan yang meriah, namun kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, karena semua anggota ekklesia di masa lalu mengalami hal yang sama dan karena bagi kita telah tersedia sebuah ekklesia yang nama-nama jemaatnya terdaftar di Surga [baca: Ibrani 12:23].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s