Yahushua dalam Konsep Tritunggal dan Kebenaran yang harus Anda Ketahui

Yahushua, Anak Tunggal Yahuwah yang diberikan kepada dunia sebagai bukti kasih Bapa Yahuwah yang begitu besar [Yoh. 3:16], telah ditolak sebagai Mesias oleh sebagian besar orang [bahkan telah ditolak oleh beberapa agama] karena ajaran salah, yang sedihnya, disebarluaskan di kalangan Kekristenan itu sendiri, yaitu ajaran tentang Tritunggal.

Tritunggal dalam dunia Kristen adalah sebuah keyakinan yang begitu dipegang teguh, Tritunggal mengatakan bahwa Yahushua, Pribadi kedua dalam Ketuhanan tiga-tapi-satu adalah Eloah yang datang ke dalam dunia dengan cara berinkarnasi menjadi manusia. Ajaran ini tentu saja langsung ditolak oleh agama-agama monotheis yang percaya bahwa Eloah itu Esa, seperti Yahudi dan Islam.

Alkitab secara keseluruhan mendukung paham monotheis bahwa Eloah itu Esa. Ajaran Tritunggal adalah sebuah ajaran baru yang muncul pada pertengahan abad keempat. Ajaran ini tidak bersumber dari Alkitab tetapi mengadopsi sistem kepercayaan agama-agama berhala yang percaya pada konsep ketuhanan tritunggal. Singkatnya Tritunggal adalah sebuah konsep yang asing bagi Alkitab. Alkitab tidak pernah mengajarkan Tritunggal!

img_2324

Para rasul dan jemaat mula-mula yang kita tahu adalah merupakan kelompok Kristen awal yang masih murni, mereka tidak menganut ajaran Tritunggal, mereka semua tetap memegang teguh ajaran Alkitab bahwa Eloah itu esa, sebagaimana yang diajarkan oleh Yahushua sendiri selama hidup-Nya di bumi ini.

Banyak orang akan menyadari sepenuhnya kesalahan doktrin Tritunggal seandainya mereka mau melihat Alkitab mereka dari sudut pandang orang Ibrani. Dalam konsep Ibrani, Eloah itu esa, hanya satu, yaitu Yahuwah. Orang Ibrani di segala zaman sedang menanti kedatangan Mesias/Kristus/Yang Diurapi yang dijanjikan oleh Eloah yang satu ini. Sekali lagi, kedatangan Mesias yang dijanjikan oleh Eloah. Bukan menanti Eloah datang sebagai manusia!. Semua perdebatan yang muncul diantara orang-orang Yahudi di zaman Yahushua dan di zaman gereja Kristen mula-mula adalah BUKAN “Apakah Yahushua itu Eloah” TETAPI itu adalah perdebatan mengenai “Apakah Yahushua itu Mesias”.

Itulah sebabnya sebuah penjelasan yang sangat jelas telah dinyatakan oleh Rasul Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:34-36, demikian:

“Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Yahuwah telah berfirman kepada Tuanku [maksudnya: Yahushua]: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Yahuwah telah membuat Yahushua ini, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuan dan Kristus”.

Alkitab dengan jelas mengungkap bahwa pertentangan antara orang-orang Yahudi dan para rasul beserta jemaat Kristen mula-mula adalah diseputar “status” Yahushua sebagai “Kristus/Mesias”. Mereka jelas tahu bahwa Yahushua bukan Yahuwah yang datang dalam rupa manusia. Sekali saja para Umat Sisa memahami ini maka mereka akan segera mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan mereka dari doktrin Tritunggal yang tidak Alkitabiah ini.

Istilah, “Eloah Anak”, tidak pernah muncul dalam Alkitab; demikian pula dengan istilah, “Tritunggal” atau “Trinitas” juga tidak pernah muncul di dalam Alkitab. Tritunggal adalah sebuah doktrin yang dipaksakan dengan memanfaatkan kesalahan beberapa terjemahan.

image

Kata-kata yang sering dipergunakan salah adalah:

1. Elohim. Kata ini adalah sebuah kata Ibrani yang paling sering disalahgunakan, karena kata “Theos” dalam bahasa Yunani setara dengan kata “Elohim” ini. Elohim dalam bahasa Ibrani dapat diartikan sebagai “Eloah, Tuhan, Allah, allah, ilah-ilah, hakim, yang mulia, raja, tuan, dll.
2. Guru. Kata ini yang dalam bahasa Inggris ditulis “Master” dapat diterapkan untuk menyebut semua yang “berkedudukan tinggi” termasuk Eloah/Yahuwah serta Yahushua. Namun penting untuk diingat, kata ini dapat diterapkan untuk manusia juga, sebagai tuan, guru, hakim, yang mulia, dll.
3. Menyembah. Menyembah tidak sama dengan beribadah. Banyak ayat-ayat di dalam Alkitab yang diklaim oleh para penganut doktrin Tritunggal sebagai bukti bahwa Yahushua adalah Eloah itu sendiri karena seringkali Alkitab menuliskan Yahushua disembah. Namun di dalam Alkitab para raja pun “disembah”. Jadi faktanya “menyembah” itu sendiri adalah sebenarnya sebuah tindakan yang dapat dilakukan pada semua orang yang berkedudukan tinggi, jadi bukan hanya kepada Eloah, karena menyembah adalah sebuah tindakan sujud berlutut di hadapan pribadi yang dianggap agung, seperti raja, tuan dan tentu saja Eloah.

Yahushua adalah Anak Tunggal Yahuwah. Dia menerima kekuasaan di surga dan di bumi dari Yahuwah, dan kepada Yahushua akan mengabdi segala bangsa sampai selama-lamanya. Yahushua adalah Tuan segala tuan, Raja segala raja, tetapi Yahushua bukan Eloah, Yahushua bukan Yahuwah. Peristiwa penobatan agung ini digambarkan dengan jelas di dalam kitab Daniel:

Sabat Lunar4

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. . . . Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. [Daniel 7:9,10,13,14]

Hal inilah yang kemudian kembali ditegaskan oleh rasul Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:34-36:

“Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Yahuwah telah berfirman kepada Tuanku [maksudnya: Yahushua]: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Yahuwah telah membuat Yahushua ini, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuan dan Kristus”.

Rasul Paulus dalan 1 Korintus 15:27,28 bahkan menjelaskan lebih jauh:

Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia [Yahuwah] sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia [Yahuwah], yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya [Yahuwah] menjadi semua di dalam semua.

Doktrin Tritunggal di satu sisi begitu bertentangan dengan ayat-ayat ini karena doktrin Tritunggal mengatakan bahwa Yahushua dan Yahuwah adalah setara dan sama. Namun jelas dalam ayat-ayat ini kita dapat melihat bahwa Yahushua menerima kekuasaan dari Yahuwah, artinya Yahushua bukan Yahuwah itu sendiri dan bahwa Yahuwah lebih besar dari Yahushua.

image

Kesalahan doktrin Tritunggal bertambah subur dalam kekurangakuratan terjemahan Alkitab dalam bahasa lokal, seperti bahasa Indonesia. Kekurangakuratan terjemahan telah membuat banyak kesalahpahaman terhadap Alkitab itu sendiri. Setan tertawa melihat orang-orang yang mengaku Kristen menerima doktrin Tritunggal tanpa mengadakan penyelidikan terlebih dahulu.

Ada begitu banyak masalah dapat terhindarkan seandainya orang-orang yang mengaku Kristen berusaha mendapatkan salinan Alkitab dalam bahasa asli, dan membaca serta mempelajari terjemahan bahasa lokal dengan berpatokan pada terjemahan asli itu.

Dalam Alkitab bahasa Indonesia moderen, semua kata Elohim, Master dan gelar lain yang merujuk pada Yahushua telah diartikan sebagai “Tuhan” atau “Allah” yang seharusnya adalah “Tuan” atau “Guru” atau “Yang Mulia”. Kata “Tuhan” atau “Allah” yang dalam bahasa aslinya adalah “Eloah” hanya diperuntukkan untuk Yahuwah.

image

Doktrin Tritunggal yang menyatakan bahwa Yahuwah dan Yahushua adalah setara dan merupakan Pribadi yang sama telah membuat penerjemahan kata “Tuhan” dan “Allah” digunakan secara acak, sehingga kata-kata ini dapat merujuk kepada baik Yahuwah maupun Yahushua. Dan hal inilah yang membuat akhirnya Yahushua ditolak sebagai Mesias, karena dunia Kristen melalui doktrin Tritunggal selain menyatakan Yahushua sebagai Mesias, Dia juga dinyatakan sebagai Eloah.

Yahushua adalah Tuan dan Kristus/Mesias namun bukan Eloah. Yahushua disembah sujud di bumi dan di surga bukan karena Yahushua adalah Eloah tetapi karena Yahushua telah menerima pemerintahan sebagai Raja dari Eloah yang satu, yaitu Yahuwah. Yahushua sendiri tetap tunduk kepada Yahuwah.

Dunia Kekristenan harus bertobat. Ada begitu banyak orang telah menolak keselamatan yang ditawarkan oleh Yahuwah kepada dunia dengan cara mengutus Anak Tunggal-Nya, Yahushua, disebabkan oleh terpeliharanya ajaran Tritunggal dalam dunia Kekristenan.

Doktrin Tritunggal tidak hanya memutarbalikkan fakta tentang Yahushua tetapi juga menyembunyikan kasih Bapa Yahuwah yang begitu besar dan bahkan membuat Yahuwah tidak lagi menjadi fokus dalam peribadatan.

Doktrin Tritunggal dengan “misteri” ketritunggalannya telah membingungkan banyak orang, termasuk orang-orang Kristen sendiri, sehingga begitu banyak jiwa-jiwa yang seharusnya bisa diselamatkan menjadi terhilang.

Jika kebenaran Alkitab mengenai Yahushua disampaikan apa adanya tanpa pengaruh doktrin Tritunggal maka dunia ini akan kembali memiliki harapan yang besar untuk melihat tangan Bapa Yahuwah yang terulur untuk menyelamatkan mereka.

Karena begitu besar kasih Yahuwah akan dunia ini sehingga Dia mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Yahushua, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal [Yoh. 3:16].

image

Iklan

8 respons untuk ‘Yahushua dalam Konsep Tritunggal dan Kebenaran yang harus Anda Ketahui’

  1. Syalom Saudara saudari BAPA YAHWEH Memberkati anda sekeluarga.Amen.

    maaf mau menginformasikan bahwa nama kristus pun berasal dari nama krisna dewa sembahan umat hindu india. Saat raja kafir aleksander menjajah tanah hindu india para prajuritnya bertanya kepada penduduk lokal hindu india yang dijajahnya : ” wahai, hindu siapakah nama god/dewa sembahan mu ?. Otomatis kaum hindu india menjawab nama dewa kami adalah krisna ( dalam bahasa hindu india huruf a terakhir dibelakang suku kata sama sekali tak pernah diucapkan )

    contoh : Yudhistira ( Bacanya : Yudhistir )
    Bharata dibaca Bharat
    Maha Bharata dibaca Maha Bharat
    Arjuna dibaca Arjun
    Bima dibaca Bim
    Nakula dibaca Nakul
    Sadeva dibaca Sadev
    Krisna dibaca Kris (pengucapan huruf n nya tak jelas)
    Di Telinga kafir yunani roma makedonia otomatis nama krisna di dengar telinga mereka menjadi nama kris lalu tambah huruf us untuk memuliakan dewa najis sembahan mereka: si dewa sus (sous dibaca menjadi sus ) akhirnya nama kris menjadi krisus kemudian beradaptasi menjadi kristus jadi nama kristus sama sekali artinya BUKAN ” yang diurapi ” melainkan joint name antara dewa kris dan dewa sus (sous dibaca jadi sus )

    Terimakasih Maturnuwun Semoga mejadi berkat bagi saudara Insya ELOHIM. AMIN

  2. Ya itulah manusia. Memahami hal yang sama masing masing mempunyai persepsi yang berbeda. Karena pemahaman sangat dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman dan gen dari kita. Misal saya menulis “pentil”. Menurut anda apa arti kata tersebut?.Kalau anda anak anak yang masih suka iseng “mengambil buah milik orang lain”, maka itu artinya calon bual misal pentil mangga adalah mangga yang masih kecil. Kalau anda tukang ban maka itu adalah valve atau katup pada ban. Kalau anda ibu ibu yang menyusui maka itu artinga puting susu. Mana yang anda pilih terserah.

    1. ada tertulis: Percayalah kepada Yahuwah dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Jadi bukan persepsi manusia yang berbeda-beda yang harus kita fikirkan, biarkan firman yang tertulis di dalam Alkitab berbicara sendiri tanpa membumbuhinya dengan asumsi tanpa dasar Alkitab.

  3. Yahuwah dan Yahushua itu adalah sama ( Yoh 12 44 & 45 ) itu jelas Brother, itu adalah pribadi yang sama.. coba diteliti lagi deh.. jangan samapai salah..

    1. ayat pertama yg anda sebut dengan sendirinya membantah klaim anda, dalam ayat yg pertama (44) Yahushua dgn jelas menyatakan bahwa Dia diutus oleh Bapa-Nya, jika Yahushua dan Yahuwah adalah satu pribadi yang sama Dia tidak akan berkata seperti itu, Dia tidak akan berkata “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia BUKAN percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku”. TIDAK AKAN ADA kata “BUKAN” jika mereka adalah pribadi yang sama. Selanjutnya ayat kedua (45) adalah sebuah ayat penegasan bahwa Yahushua adalah gambaran sempurna dari Bapa seandainya Bapa yang datang langsung sebagai manusia, Yahushua selama hidup-Nya di bumi ini memperlihatkan bagaimana Bapa akan hidup dan bertindak seandainya Dia datang sebagai manusia. Kesimpulannya saudaraku, Bapa sebagaimana kata Alkitab adalah pribadi yang berdiam di dalam terang yang tidak terhampiri dan BELUM ada seorangpun yang telah melihat Dia (1 Tim 6:16; 1 Yoh 4:12), jika Yahuwah dan Yahushua adalah pribadi yang sama Alkitab tidak akan kemudian berkata seperti itu, karena itu berarti sudah ada ribuan bahkan jutaan orang yg telah melihat Bapa, tapi kebenarannya tidak demikian.

  4. jadi kalau begitu, menurut brother siapakah Yahushua itu? kalau memang Yahushua itu hanya manusia, kenapa dia bisa menyelamatkan orang berdosa melalui darahnya? bukankah hanya Pencipta manusia itu saja (Yahuwah) yang bisa melakukan itu?

    1. Saya tidak pernah mengatakan bahwa Yahushua hanya seorang manusia. Yahushua adalah Anak Tunggal Yahuwah namun bukan Eloah karena Eloah hanya satu yaitu Yahuwah. Adalah benar bahwa hanya Sang Pencipta manusia (Yahuwah) yang dapat menyelamatkan manusia, dan itulah tepatnya yang terjadi, Yahuwah menyelamatkan manusia yang berdosa dengan jalan mengutus Anak-Nya ke dalam dunia –inilah ajaran Alkitab yang murni: Yoh. 3:16.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s