Sanhendrin Melakukan Kembali Kegiatan Yang Sudah Ditinggal Hampir 2.000 Tahun!

Sebuah media online Israel melaporkan bahwa pada hari Kamis lalu [tanggal 10 Maret 2016], sebuah perintah Alkitab yang sudah tidak dilakukan selama hampir 2.000 tahun [sejak pertengahan abad ke-4 saat kalender Alkitab diubah oleh Hillel II] kembali dilakukan. Di Kota Tua Yerusalem, dua orang saksi menghadap para anggota Sanhedrin dan memberi kesaksian [mengenai hasil penglihatan bulan di langit] yang meneguhkan penetapan awal bulan baru. Menurut laporan ini, tindakan yang kembali dilakukan oleh para Sanhendrin ini, merupakan sebuah tahapan dalam proses mengoreksi kalender Ibrani!

Para pemeluk agama Yahudi sadar betul pada fakta bahwa Kalender Alkitab yang asli telah diubah pada zaman Hillel II pada pertengahan abad keempat. Siklus mingguan Kalender Alkitab dimulai baru setiap bulan baru. Hal inilah yang menjadi perbedaan paling menonjol dengan Kalender Masehi yang sekarang digunakan oleh seluruh penduduk bumi. Mereka sepenuhnya sadar bahwa hari Sabat yang asli ditentukan berdasarkan siklus bulan, yang telah diabaikan sama sekali dalam Kalender Masehi, sebagaimana kita ketahui bahwa Hillel II, mengadopsi hari ketujuh Kalender Masehi sebagai hari Sabat [khusus untuk hari Sabat], hari-hari raya lain tetap ditentukan berdasarkan “kalender lunisolar baru” yang dia buat, yang sudah berbeda dengan Kalender Lunisolar Alkitab yang asli.

Menurut penelitian kalender yang ditetapkan oleh Hillel II sangat akurat [sejalan dengan musim-musim setiap tahun] selama 1700 tahun belakangan ini, namun di masa-masa sekarang, masih menurut laporan ini, sudah mulai ada perbedaan antara kalender buatan Hillel II dan realitas astronomi. Hal ini adalah sebuah masalah serius bagi para Sanhendrin sehingga mulai tahun ini mereka melakukan kembali sebuah kegiatan yang telah dilupakan selama hampir 2000 tahun!

Kalender buatan Hillel II hanya ditentukan berdasarkan perhitungan tanpa melakukan pengamatan pada bulan dan matahari secara langsung, sedangkan kalender Alkitab yang asli ditentukan dengan perpaduan pengamatan langsung dan perhitungan. Kalender buatan Hillel II dilengkapi dengan empat “Aturan Penundaan” yang membuatnya mampu sejalan dengan musim selama 1700 tahun belakangan ini. Namun aturan penundaan ini sebelumnya tidak diperlukan ketika hanya kalender Alkitab asli yang digunakan. Aturan ini barulah diperlukan ketika hari Sabat harus ditentukan dengan kalender lain, dan hari-hari raya lain ditentukan dengan kalender yang lain lagi.

Apa yang dilakukan oleh para Sanhendrin pada tanggal 10 Maret lalu bagi para Umat Sisa adalah tentu merupakan sebuah peneguhan pada Kebenaran Kalender Alkitab. Tidak ada keraguan lagi bahwa kalender Alkitab yang digunakan untuk menentukan hari-hari Sabat dan hari-hari raya tahunan Alkitab yang lain adalah merupakan Kalender Lunisolar, sebuah kalender yang telah disingkirkan pada pertengahan abad keempat.

Silahkan klik di sini jika anda ingin membaca apa yang selengkapnya diberitakan oleh media Israel ini.

[Perhatian: Walaupun penulis merekomendasikan link di atas namun perlu digaris bawahi bahwa penulis tidak mendukung tradisi-tradisi dan praktek-praktek yang tidak sesuai dengan Alkitab yang mereka lakukan, bacalah dengan bijaksana]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s