26 Pertanyaan Umum Mengenai Sabat Lunar & Jawabannya

Pertanyaan#21: ”Apakah anda tidak tahu bahwa mustahil untuk menghitung hari Pentakosta pada kalender Lunisolar?”

Menggunakan kalender luni-solar adalah satu-satunya cara menghitung hari Pentakosta. Hanya dengan menggunakan kalender Alkitabiah semua persyaratan dari penetapan Hari Pentakosta dapat terpenuhi.

Kitab Suci menyediakan tiga pengukur-waktu yang harus terpenuhi dalam rangka menghitung Pentakosta yang benar. Ini semua dengan jelas diberikan dalam Imamat 23:15 & 16:

”Kamu harus menghitung mulai dari hari sesudah Sabat yaitu waktu kamu membawah persembahan unjukan, tujuh Sabat. Harus lengkap. Sampai pada hari sesudah Sabat ketujuh, kamu harus hitung 50 hari.” (Imamat 23: 15-16)

Tiga persyaratan yang diatur oleh kitab suci adalah:

  1. Mulai menghitung pada hari Persembahan Unjukan, ”hari setelah Sabat besar.” (Lihat Imamat 23:11)
  2. Tujuh Sabat harus lengkap.
  3. Menghitung 50 hari.

Tujuh Sabat lengkap memberikan tujuh minggu penuh, berawal pada hari Persembahan Unjukan.

wheat

Pada hari berikutnya setelah Sabat ketujuh, perhitungan sampai 50 hari dimulai. Hitungan 50 ini akan membawa anda pada tanggal 28 atau 29 pada Bulan keempat. Berdasarkan atas jumlah hari pada bulan ketiga, atau bulanan. (Lihat Skema dibawah). Seluruh perhitungan dari hari Persembahan Unjukan adalah kurang lebih 100 hari. Hari raya pentakosta berlangsung disekitar panen buah pertama gandum di musim panas dan karena gandum membutuhkan 100 sampai 120 hari untuk matang, semua proses membutuhkan waktu sekitar empat bulan. (Lihat Imamat 23:17-20)

Tanda paling besar dari perayaan [Hari Pentakosta] adalah penyediaan dua roti yang dibuat dari

buah pertama dari panen gandum. (Pentecost. Smith’s Bible Dictionary).

Yahushua menyinggung kebenaran ini ketika Dia membuat pernyataan sesaat setelah Paskah:

”Bukankah kamu berkata, empat bulan lagi baru waktu menuai tiba?” (Yohanes 4:35, NKJV)

Sejarahwan dan Sarjana Alkitab semua setuju, hari Pentakosta adalah peringatan pemberian Hukum di Gunung Sinai.

”Hari Pentakosta yang telah dipelihara oleh orang Yahudi juga adalah sebuah perayaan untuk memperingati pemberian hukum di Gunung Sinai.” (Catatan Barnes dalam Perjanjian Baru)

”Hari raya Pentakosta telah dilakukan untuk memperingati pemberian hukum… ”  (Matthew Henry Concise)

”Hari raya Pentakosta atau hari raya Minggu . . . ketika buah pertama (khususnya gandum) dipersembahkan; juga memperingati pemberian Hukum di Gunung Sinai.” (Sejarah Negara Yahudi)

Jika hanya menghitung langsung 50 hari dari Persembahan Unjukan selama Hari raya Roti Tidak Beragi, maka hari Pentakosta akan dirayakan sebelum orang Israel mencapai Sinai. Namun, ketika menggunakan kalender Luni-solar, kita melihat garis-waktu terbentang di Alkitab membuktikan bahwa Alkitab dan kisah sejarah dalam menghitung hari Pentakosta sebagai peringatan pada pemberian Hukum.

Tujuh Sabat penuh akan selalu sampai pada hari ke-8 pada Bulan yang Ketiga. Keluaran 19:1 mengatakan, ”Orang Israel tiba pada hari yang sama pada bulan ketika mereka meninggalkan mesir,” pada tanggal 15. Disini, kita memiliki tujuh hari pertama dalam hitungan kita menuju 50.

Keluaran 19:10-16 mengatakan, ”Yahuwah memberitahu Musa untuk menguduskan umat. Tiga hari kemudian, Yahuwah akan turun di atas Gunung Sinai.” Dan sekarang kita memiliki tiga hari lagi untuk ditambahkan pada hitungan ini, memberikan kita total 10 hari. Dalam Keluaran 24, Yahuwah meminta Musa untuk naik keatas Gunung bersama dengan para pemimpin. Musa, Harun, Nadaab, Abihu, dan para pemimpin kemudian menuruni Gunung Sinai Yahuwah kemudian memanggil Musa ke atas gunung setelah 40 hari, Musa turun dengan Loh Batu yang asli ditulisi oleh jari-jari Yahuwah. Ini menambahkan 40 hari lagi, memberikan kita total 50 hari!

pentecost-count-chart-bahasa-2

Bukti lebih jauh menunjukkan kepada kita pada hari ke 49 dari hitungan kita, Keluaran 32 memberi tahu kita bahwa Harun mengumumkan:

”Besok adalah Hari Raya bagi Yahuwah.” (Lihat Keluaran 32:5)

Harun adalah imam besar yang ditetapkan oleh Yahuwah sendiri, dia telah melihat kehadiran Yahuwah pada ”lantai batu nilam” dalam Keluaran 24. Jadi, disini tidak ada hari raya acak, Sekalipun orang-orang Israel menajiskan hari kudus itu dengan kebiasaan penyembahan berhala mereka. Hari Raya Pentakosta didapati tepat 50 hari setelah tujuh Sabat lengkap pada kalender Luni-solar. Hanya dengan menghitung tujuh Sabat lengkap pada kalender Lunisolar dan menambahkan 50 hari lagi maka akan tiba pada hari Raya Minggu yang tepat, itulah hari Pentakosta. Jauh dari menyalahkan Sabat lunar, perhitungan Alkitabiah untuk Hari Pentakosta adalah salah satu verifikasi yang paling penting yang mendukung hari Sabat Lunar.

Pertanyaan#22: ”Ada terlalu banyak pertentangan pendapat mengenai Sabat lunar. [Yahuwah] bukan pembuat kebingungan. Jika ini memang benar, pemelihara Sabat lunar akan memiliki beberapa kesatuan dalam keyakinan mereka. Seperti yang ada, mereka sangat tidak-bersatu, beberapa menentukan Bulan Baru saat konjungsi, yang lain pada sabit terakhir yang terlihat, beberapa pada saat sabit pertama yang terlihat, yang lain pada paru sabit dan yang lain tetap pada saat purnama! Mengapa demikian? Semua membingungkan, jadi, pastinya, ini adalah salah.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s