26 Pertanyaan Umum Mengenai Sabat Lunar & Jawabannya

Pertanyaan#20: ”Kata ’minggu’ berasal dari kata tujuh. Tak pelak lagi, ini merujuk pada sebuah pengulangan siklus tujuh harian! Selain itu – hari Sabtu adalah hari di mana orang Yahudi beribadah! Apa tanggapan anda?”

Kata shabuwa dari bahasa Ibrani artinya, adalah ”tujuh-an” karena mingguan Ibrani adalah tujuh hari panjangnya. Itu yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi ”minggu.” Berbagai jenis budaya sepanjang masa memiliki mingguan dengan panjang yang berbeda-beda.

Beberapa jenis dari Afrika memiliki, tiga, empat, lima, enam dan delapan hari per minggu, terpusat disekitar hari-hari pasar. Pada faktanya di Kongo, kata untuk ”minggu” adalah sama dengan kata untuk ”pasar.”

Suku Maya Yucatan memiliki lima –hari per minggu. Orang Muyscas dari Amerika Selatan, yang juga dikenal dengan nama Basika, memiliki tiga-hari per minggu. Ketika orang Cibkas, yang juga dikenal dengan nama Muska atau Moska, memiliki empat – hari per minggu.

Orang Etruskan, nama Iggris moderen yang berikan kepada sebuah masyarakat dari Italia kuno yang berada kurang lebih antara Tuskani, dan Roma memiliki delapan – hari per minggunya, ketika orang Mesir dan Perancis Revolusi memiliki sepuluh-hari per minggunya.

Tidak ada penjabaran kata ”shabuwa”, sekalipun, yang merujuk pada siklus mingguan. Peradaban kuno, semua siklus mingguannya dimulai baru setiap Bulan Baru. Fakta bahwa mingguan moderen adalah mingguan yang berlangsung terus menerus dapat disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi BUKAN pada kalender asli dari masa Penciptaan.

Satu sarjana Yahudi, seorang profesor pada Universitas Rutgers dengan bangga berkata:

Siklus tujuh-hari terus menerus yang berlangsung sepanjang sejarah dan tidak memberi perhatian apapun pada bulan dan fasenya merupakan penemuan khas Yahudi. Namun, pemisahan tujuh-hari mingguan dari alam telah menjadi satu dari kontribusi paling singnifikan dari agama Yahudi pada peradaban. . . . itu menjembatani peneguhan dari apa yang Lewis Mumford kenali sebagai ”periode mekanik,” pada pokoknya meningkatkan jarak antara makhluk manusia dan alam. Mingguan Quasi [mingguan yang dimulai baru dengan Bulan Baru] dan mingguan [siklus terus menerus] pada dasarnya menyajikan dua dasar mode yang berbeda dari kelompok sementara dari kehidupan manusia, pendiri melibatkan penyesuaian sebagian pada alam, dan penekanan akhir emansipasi total darinya. Penemuan siklus mingguan terus menerus adalah salah satu terobosan paling signifikan dalam usaha manusia untuk keluar dari penjara alam dan menciptakan masyarakat dunia yang mereka mau. [Eviatar Zerubavel, The Seven Day Circle: The History and Meaning of the Week, hal. 11]

Pernyataan ini tidak lebih dari sebuah penerimaan kemurtadan. Ini harus dimengerti dalam konteks penerimaan Yahudi bahwa Yudaisme modern adalah turunan rohani dari orang Farisi, yang ”tradisi”, ”penerimaan” dan ”pembohongan”nya dicela oleh Sang Juruselamat.

Pertanyaan#21: ”Apakah anda tidak tahu bahwa mustahil untuk menghitung hari Pentakosta pada kalender Lunisolar?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s