26 Pertanyaan Umum Mengenai Sabat Lunar & Jawabannya

Pertanyaan#19: ”Talmud Yahudi dengan jelas tidak mendukung Sabat lunar. Merujuk pada apa yang para pendoa katakan ’Jika Bulan Baru jatuh pada sebuah hari Sabat’ dan memiliki perintah khusus pada hari Paskah, ’Jika tanggal enambelas jatuh pada hari Sabat’. Bukankah pernyataan semacam ini tidak mungkin dibuat jika, pada faktanya, orang Yahudi beribadah pada hari Sabat lunar karena, berdasarkan kalender lunar, baik hari Bulan Baru maupun hari ke 16 pada setiap bulan tidak perna jatuh pada hari Sabat mingguan?”

Talmud ditulis setelah penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi, walaupun beberapa bagiannya mungkin sesuai dengan kebenaran Alkitab, bagian-bagian tertentu hanya bisa dipertahankan ketika sebanding dengan bukti-bukti dari Kitab suci.

Selama kehidupan Sang Juruselamat di bumi, orang Israel tetap menggunakan kalender yang asli. Imam besar, yang selalu berasal dari kelompok orang Saduki, menjadi penanggungjawab yang mengumumkan kapan sebuah bulan baru dimulai. Orang Farisi, yang ”bertradisi nenek moyang” yang dengan tegas dicela oleh Sang Juruselamat, TIDAK mengontrol kalender.

Ini adalah bagian yang sangat penting. Karena kalender yang digunakan oleh orang Yahudi hari ini untuk menghitung hari raya mereka adalah perubahan yang salah terhadap kalender asli. Itu dipergunakan oleh orang Farisi dan mereka membenarkan perubahan ini melalui tradisi lisan mereka.

Pada masa penghancuran Bait Suci (thn 70 M) orang Saduki menghilang bersama-sama, meninggalkan peraturan yang menyangkut semua kepentingan orang Yahudi ke dalam tangan orang Farisi. Sejak saat itu, kehidupan orang Yahudi diatur oleh orang Farisi; semua sejarah Yudaisme telah disusun ulang berdasarkan cara pandang orang Farisi, dan bagian yang baru diberikan kepada Sanhedrin di masa lalu. Sebuah rantai tradisi yang baru menggantikan tradisi keimamatan yang lama (Abot 1:1). Paham Farisi mengikis sifat paham Yudaisme dan kehidupan serta fikiran orang-orang Yahudi di kemudian hari. [“Pharisees,”  The Jewish Encyclopedia, Vol. 9, (1901-1906 ed.), hal. 666].

Menggunakan Talmud untuk menunjukkan ”bukti” kesalahan kalender luni-solar, sama sekali tidak membuktikan apa-apa. Semua yang tetap adalah bahwa, tradisi orang-orang Farisi diagungkan setelah orang-orang Israel menolak Mesias mereka.

Sabbath4

Farisaisme berkembang menjadi Talmudisme . . . [tapi] semangat dari Farisi kuno bertahan tak berubah. Ketika orang Yahudi. . . mempelajari Talmud, dia sebenarnya mengulang pendapat-pendapat yang digunakan dalam akademi-akademi Palestina. . . . semangat dari doktrin [Farisi] masih tetap penting dan bertahan. (Louis Finklestein, The Pharisees:  The Sociological Background of their Faith,   [Jewish Publication Society  of America], Vol. 4, hal. 1332).

Sekolah-sekolah moderen Yahudi mendasarkan keyakinan mereka pada Talmud yang, pada gilirannya, berasal langsung dari doktrin Farisi. Sang Juruselamat berusaha untuk membebaskan hukum Ilahi dan Sabat dari ”tradisi nenek moyang” ini” yang mendasarkan sebuah keyakinan pada Talmud untuk meneguhkan satu kepercayaan pada sebuah tradisi yang sangat ditolak oleh Mesias.

Pertanyaan#20: ”Kata ’minggu’ berasal dari kata tujuh. Tak pelak lagi, ini merujuk pada sebuah pengulangan siklus tujuh harian! Selain itu – hari Sabtu adalah hari di mana orang Yahudi beribadah! Apa tanggapan anda?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s