26 Pertanyaan Umum Mengenai Sabat Lunar & Jawabannya

Pertanyaan#17: “Pertentangan antara pemelihara hari Minggu dan pemelihara hari Sabat adalah selalu pada hari yang secara umum dikenal sebagai hari “Sabtu”. Tidak ada catatan mengenai pertentangan antara hari Minggu dan pengambangan Sabat, tidak perna ada catatan dari orang-orang Kristen yang pernah menggunakan kalender yang berbeda. Benar demikian?”

Hal ini tidak benar dan catatan sejarah membuktikan itu. Perpindahan dari beribadah dengan kalender Alkitabiah kepada penerimaan secara penuh kalender kafir adalah bukan kejadian yang muncul dalam satu malam atau bahkan dalam sepanjang hidup seseorang. Ini adalah proses penyebaran kompromi selama ribuan tahun. Sejak beberapa orang Kristen mulai murtad, dengan memeluk beberapa bagian dari kekafiran, orang-orang Kristen yang lain tetap kokoh berdiri di atas kebenaran, dan tidak tergoyahkan dalam situasi yang sulit.

“Dalam setiap langkah menuju kemurtadan, perlahan bentuk penerimaan penyembahan matahari, yang berlawanan dengan penerimaan pemeliharaan hari Minggu itu sendiri, telah ada protes yang terus menerus dari orang-orang Kristen yang benar. Mereka yang tetap taat kepada Kristus [Sang Juruselamat] dan pada kebenaran firman yang murni dari [Yahuwah] tetap memelihara hari Sabat berdasarkan taurat, berdasarkan firman [Elohim] yang telah menetapkan perintah keempat hari Sabat sebagai materai-Nya, Sang Pencipta langit dan bumi, yang membedakan-Nya dari semua allah-allah lain. Ini adalah dasar dari protes melawan setiap bentuk penyembahan terhadap matahari. Tetapi orang-orang lain tetap berkompromi, khususnya yang tinggal di Timur, mereka menguduskan keduanya sekaligus; hari Sabat dan hari Minggu. Tetapi di Barat, dibawah pengaruh Roma  dan dibawah kepemimpinan gereja dan keuskupan Roma, hanya hari Minggu yang diadopsi dan dikuduskan.” [A. T. Jones, The Two Republics, hal. 320-321].

Kompromi yang menyebar diantara orang-orang Kristen yang sebagian beribadah di dua hari sekaligus yaitu di hari Sabat lunar dan di hari Minggu, yang lain di hari Sabtu dan di hari Minggu, dan beberapa yang hanya di hari Minggu saja, menyebabkan kebingungan besar diantara orang-orang Mithraist yang kafir.

Tertullian, seorang penulis Kristen mula-mula, mengakui fakta ini. Dia dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang Kristen yang beribadah di hari Sabtu sebagai hari ketujuh pada suatu minggu adalah mereka yang menyimpang dari kebiasaan orang-orang Israel yang mereka telah tolak.

“Kita telah ditaklukkan kepada orang-orang Persia [Mithraist], mungkin . . . karena alasan ini, saya mengira, karena kita dikenal beribadah menghadap ke timur  . . . Juga, jika kita menguduskan hari Minggu untuk sebuah perayaan (dengan alasan bukan untuk menyembah Matahari), kita menjadi sama dengan mereka yang menguduskan hari Sabtu, mereka juga telah menyimpang dari cara dan kebiasaan orang-orang Yahudi yang mereka telah tolak.” [Tertullian, Apologia].

kalender tempel roma

Sebuah Kalender yang menempel ditemukan di Permandian Titus menggambarkan hari Sabtu (atau Dies Saturni/hari Saturnus) sebagai hari pertama mingguan planetari kafir [dibangun tahun 79-81]

Kebiasaan beribadah pada hari Sabtu, hari ketujuh pada suatu minggu yang telah diubah dari hari pertama menjadi hari terakhir pada suatu minggu, didasarkan pada kebiasaan orang-orang Israel yang beribadah pada Sabat-hari ketujuh. Namun, hari Sabtu itu sendiri bukanlah hari Sabat Ibrani karena siklus mingguannya berbeda.

Bukti tambahan orang-orang Kristen menggunakan kalender Alkitabiah dan kalender kafir Julian sekaligus dapat ditemukan di berbagai prasasti kuburan awal. Salah satu prasasti suram tertua berasal dari AD 269. Ini menyatakan:

Dalam konsul Claudius dan Paternus, pada Nones November, pada hari Venus, dan pada tanggal 24 bulan lunar, Leuces menempatkan [peringatan ini] untuk Severa putri yang sangat disayanginya, dan untuk Roh Kudus-Nya. Dia meninggal [di usia] 55 tahun, dan 11 bulan [dan] 10 hari. (E. Diehl, Inscriptiones Latinæ Christianæ Verteres, hal. 193.)

Ini adalah konfirmasi menakjubkan orang-orang Kristen menggunakan bulan lunar. The “Nones” November adalah tanggal 5 November, yang pada tahun itu, jatuh pada hari Venus, atau hari Jumat. Namun, tanggal 24 pada bulan lunar jatuh pada hari kedua dalam setiap minggu!

Fakta sejarah mengungkap bahwa hari Sabtu tidak lebih dari sebuah hari dari mingguan planetari kafir, yang memuliakan dewa planetari haus darah, Saturnus.

Penerimaan yang meluas dari tradisi ini telah memimpin banyak orang berasumsi bahwa keyakinan mereka adalah berdasarkan pada Kitab Suci, ketika pada faktanya, banyak keyakinan adalah hanyalah kebiasaan kuno yang diturunkan oleh orang-orang kafir.

Pertanyaan#18: ”Kalender lunisolar mungkin berfungsi dengan sangat baik jika kamu tinggal dekat khatulistiwa. Namun, itu tidak berfungsi dengan baik jika kamu tinggal dekat kutub utara atau selatan. Bagaimana bisa Sabat Lunar diamati diseluruh dunia?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s