26 Pertanyaan Umum Mengenai Sabat Lunar & Jawabannya

Pertanyaan#16: “Bukankah siklus bulanan membuktikan bahwa Sabat hari ketujuh tidak pernah terputus dan telah berlangsung dalam perjalanan sejak dari minggu Penciptaan?”

Ini adalah sebuah asumsi yang didasarkan pada tradisi yang sudah lama dilakukan, bahwa mingguan memiliki siklus mingguan yang tidak perna dihentikan sejak dari Penciptaan. Namun, minggu-minggu moderen bersumber langsung dari agama berhala. Dari nama-nama hari dalam sebuah minggu, sampai kepada siklus mingguan yang berlangusng terus-menerus, kekafiran asli dari minggu moderen dapat dilacak. [Kesalahan dari siklus mingguan terus menerus lebih lanjut ditunjukkan oleh Garis Tanggal Internasional buatan manusia].

Satu-satunya kemiripan dengan minggu Alkitab adalah jumlah harinya dalam satu minggu. Minggu moderen dan minggu masa penciptaan adalah keduanya terdiri dari tujuh hari. Namun, minggu moderen adalah penipuan setan yang secara khusus dirancang untuk memalsukan minggu Alkitabiah.

Minggu planetari telah dibakukan kedalam format moderen, diawali dari hari Minggu dan diakhiri dengan hari Sabtu, pada konsili Nicea di pertengahan abad ke-empat masehi.

“Pada tahun 321 Masehi, Konstantin, kaisar Roma . . . melalui undang-undang sipil membuat “pengudusan hari Matahari”, dan sebagai hari “yang telah dikuduskan”, menjadi hari istirahat mingguan dari kekasairan. . . penerapan pemeliharaan hari Minggu mendapat pengakuan resmi sebagai hari ketujuh dalam sebuah minggu dan diperkenalkan serta dimasukkan ke dalam kalender resmi Roma. Orang-orang Roma meneruskan kalender ini kepada kita semua, oleh karena itu kita tetap memiliki gelar-gelar planetari kuno pada hari-hari dalam setiap minggu.” [Robert L. Odom, Sunday in Roman Paganism, hal. 244].

emperor-constantine-the-great-rev

“Peribadatan palsu memerlukan sebuah kalender palsu dan Konsili Nicea mewujudkan itu. Kalender yang Alkitabiah telah digantikan dengan kalender matahari kafir, dan mingguan planetari menggantikan mingguan Alkitabiah yang berdasarkan pada bulan dilangit”. [eLaine Vornholt & L.L Vornholt-Jones, Calender Fraud, hal. 53]

“Mingguan planetari ini adalah mingguan palsu, mingguan Alkitabiah yang benar telah ditetapkan oleh Sang Pencipta pada permulaan sejarah bumi. Di dalam mingguan palsu ini kekafiran kuno membuat “pengudusan hari matahari”, orang-orang kafir memisahkannya dari enam hari yang lain karena berhubungan dengan kesucian dari Matahari, penguasa dari semua planet-planet yang ada . . . sama seperti hari Sabat yang sejati yang terhubung dengan mingguan alkitabiah, begitupun Sabat palsu (hari Sabtu) yang aslinya adalah kafir, juga membutuhkan siklus mingguan. Hal ini kita temukan dalam mingguan planetari, yaitu saudara kembar matahari, dan kedua aturan palsu ini terhubung bersama” [Robert L. Odom, Sunday in Roman Paganism, hal. 243-244].

Pertanyaan#17: “Pertentangan antara pemelihara hari Minggu dan pemelihara hari Sabat adalah selalu pada hari yang secara umum dikenal sebagai hari “Sabtu”. Tidak ada catatan mengenai pertentangan antara hari Minggu dan pengambangan Sabat, tidak perna ada catatan dari orang-orang Kristen yang pernah menggunakan kalender yang berbeda. Benar demikian?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s