26 Pertanyaan Umum Mengenai Sabat Lunar & Jawabannya

Pertanyaan#15: “Hari Sabtu selalu menjadi Sabat hari ketujuh. Pada faktanya, banyak kata ‘Sabat’ telah dibakukan dalam banyak bahasa dan itu selalu menunjuk pada Sabtu sebagai hari ketujuh, apakah anda tidak tahu akan hal ini?”

Fakta bahwa kata “Sabat” muncul dalam banyak bahasa tidak membuktikan bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah. Semua ini membuktikan bahwa kekafiran Kekristenan telah tersebar luas. Hari “sabtu”, seperti siklus mingguan yang tidak pernah berhenti, adalah tambahan yang masih baru di dalam kalender.

Ketika Julius Cesar membuang kalender lunisolar dari Republik Roma dan mengadopsi kalender ketat matahari, kalender Julian, memiliki minggu yang terdiri dari delapan hari, dirancang dari A sampai H.

sejarah-kalender-masehi-3

Setelah sekte Mithraisme dari Persia bertambah populer di Roma, minggu planetari kafir diadopsi. Ini adalah minggu yang memiliki tujuh hari yang diawali oleh dies Saturni, atau hari Saturnus. Hari kedua dalam sebuah minggu adalah dies Solis, atau hari Matahari. Hari ketiga dalam sebuah minggu adalah dies Lunae, atau hari bulan. Sebuah minggu berakhir di dies Veneris, atau hari Venus yang menjadi hari Jumat moderen.

Pengadopsian Roma dari Mitraisme menjadi penyebab utama ditinggalkannya minggu-delapan hari Julian, dan mengadopsi minggu-tujuh hari planetari.

“Tidak diragukan lagi bahwa penyebaran Orang-orang Iran [Persia] mengambil bagian secara umum dalam adopsi ini, orang-orang kafir,  dari mingguan yang hari Minggunya dijadikan hari yang suci. Nama hari yang kita sebut ini, tanpa sadar, pada enam hari yang lain, digunakan pada waktu yang sama dimana sekte Mithraisme mendapatkan banyak pengikut di wilayah-wilayah Barat, dan pelan-pelan membangun hubungan dalam kemenangan dan kebersamaan menjadi sebuah fenomena.” (Robert L. Odom, Sunday in Roman Paganism, hal. 157)

Mithraisme adalah sekte penyembah matahari. Akibatnya, Hari Matahari menjadi hari yang penting dan semakin penting.

mithra-statue

Patung Mithra Romawi

“Pengutamaan dies Solis [hari matahari] memberikan pengaruh langsung pada penerimaan secara umum hari Minggu sebagai hari raya. Hal ini berhubungan dengan fakta yang lebih penting lagi, ketika seluruh negara-negara Eropa mengadopsi model minggu ini.” [Franz Cumont, Astrology and Religion Among the Greeks and Romans, hal. 163].

Tujuh hari minggu planetari diberi nama berdasarkan nama-nama dewa planet.

Dan minggu model ini tersebar ke seluruh Eropa, nama-nama harinya dalam setiap minggu juga tersebar bersamanya.

Banyak bahasa sekarang yang menunjukkan Pengaruh katholik Roma dengan memberi nama hari pertama dalam sebuah minggu, hari Minggu, “hari Tuhan” dan hari Sabtu, hari ketujuh suatu minggu, hari “Sabat”. Namun, nama-nama itu BUKAN nama asli dari hari-hari dalam setiap minggu.

“Pengaruh ilmu perbintangan  bahkan lebih jelas disampaikan disekitar pinggiran kekaisaran Roma, di mana orang-orang Kristen datang beberapa saat kemudian.  Inggris, Belanda, Breton, Welsh, dan Cornish, menjadi wilayah berbahasa eropa satu-satunya yang mematenkan sampai hari ini nama asli dari planet-planet menjadi nama dari ketujuh hari dalam setiap minggu, semua yang dibicarakan ini terlepas dari pengaruh orang-orang Kristen selama abad pertama dari zaman kita, ketika minggu ilmu perbintangan telah tersebar diseluruh kekaisaran.” [Eviatar Zerubabel, The Seven Day Circle: The History and Meaning of the Week, hal. 24].

Hari Sabtu, sama seperti kalender Julian diadopsi pada abad pertama masehi, adalah sepenuhnya kafir. Ini bukanlah Sabat-hari ketujuh yang sejati menurut Alkitab, memberinya nama hari “Sabat” tidak berarti dapat merubah itu menjadi hari Sabat Alkitabiah yang sebenarnya.

“Nama-nama kafir dari minggu planetari telah dipatenkan di dalam kalender dan digunakan diantara negara-negara yang disebut Kristen. Setiap kali kita melihat kepada kalender yang sudah kita punya sebelumnya, itu menjadi pengingat yang tetap pada penggabungan kekafiran dan kekristenan yang terjadi karena kemurtadan agama yang besar – “kemurtadan” seperti kata rasul Paulus, yang muncul pada abad-abad pertama gereja Kristen dan membuat pertentangan aliran dan kepercayaan Babel moderen yang mengaku berada di dalam Kristus.” [Robert L. Odom, Sunday in Roman Paganism, hal. 202].

Pertanyaan#16: “Bukankah siklus bulanan membuktikan bahwa Sabat-hari ketujuh tidak pernah terputus dan telah berlangsung dalam perjalanan sejak dari minggu Penciptaan?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s