5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya

5: Galatia 4:9,10

Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Yahuwah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Yahuwah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.

Secara umum, Galatia 4:9,10 diartikan oleh pendeta-pendeta moderen bahwa disini Paulus memperingati orang-orang percaya di Galatia agar tidak kembali lagi merayakan perayaan-perayaan Perjanjian Lama karena itu adalah sebuah bentuk “perhambaan”. Mereka berfikir Paulus mengajarkan bahwa hukum Perjanjian Lama telah “dibatalkan” [Kolose 2:14]. Mereka menyimpulkan bahwa orang-orang Kristen tidak perlu lagi merayakan hari-hari yang diperintahkan Yahuwah untuk dirayakan. Di dalam ayat 10 Paulus menyebutkan perayaan “hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun”. Banyak orang yang mengajarkan bahwa ayat ini merujuk pada Sabat dan hari-hari raya tahunan yang diperintahkan untuk dirayakan di dalam Perjanjian Lama, namun ajaran seperti ini diberikan dengan mengabaikan banyak sekali ayat-ayat utama yang sangat penting.

Galatia bukanlah sebuah kota tetapi merupakan sebuah provinsi di Asia Kecil. Anggota gereja di sini tidak diragukan lagi sebagian besarnya terdiri dari “bangsa-bangsa lain”, dan sebagian besar laki-lakinya tidak bersunat [Galatia 5:2; 6:12,13]. Pada perjumpaan Paulus pertama dengan orang-orang ini, kita melihat bahwa mereka memiliki sejarah sebagai penyembah-penyembah berhala. Di Listra, sebuah kota di Galatia, Yahuwah menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahir melalui Paulus [Kisah Rasul 14:8-18]. Orang-orang yang ada di daerah itu begitu takjub dengan mujizat itu sehingga mereka mengira bahwa Barnabas dan Paulus adalah Zeus dan Hermes [ayat 12], dan mereka ingin memuja Barnabas dan Paulus sebagai dewa. Orang-orang itu bahkan mau mempersembahkan korban binatang kepada mereka berdua, seandainya saja para rasul ini tidak menghentikan mereka [ayat 13-18]. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang di Galatia adalah umumnya para penyembah berhala.

Tema umum dalam surat Paulus ke jemaat di Galatia adalah untuk membawa mereka “kembali ke jalur” karena seseorang telah mengajarkan sebuah injil yang berbeda, sebuah injil yang berlawanan dengan injil Yahushua [Galatia 1:6-7]. Orang-orang Galatia telah digiring dalam pemahamannya mengenai bagaimana seseorang dibenarkan. Guru-guru palsu di Galatia mengajarkan bahwa seseorang dibenarkan dengan melakukan beberapa jenis perbuatan-perbuatan fisik. Kebanyakan dari bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa guru-guru palsu ini menggabungkan ajaran-ajaran agama Yahudi dan paham Gnostik. Filosofi paham Gnostik mengajarkan bahwa semua hal yang bersifat fisik adalah jahat, dan orang-orang harus meningkatkan tingkat kerohanian mereka melalui usaha-usaha. Jenis filosofi ini yang oleh pra penganutnya dianggap dapat meningkatkan tingkat kerohanian seseorang. Dalam surat Paulus kepada jemaat di Kolose, kita membaca bahwa filosofi yang sama ini telah mempengaruhi jemaat-jemaat yang ada di sana. Itu ditandai dengan aturan yang ketat: sikap “jangan makan itu, jangan sentuh itu”, merendahkan diri, memuja malaikat-malaikat, dan lain-lain [Kolose 2:18-23].

Lalu kemudian “hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” mana yang Paulus kritik telah dirayakan oleh orang-orang Galatia?

Pertama, dalam seluruh surat ke jemaat di Galatia, Paulus tidak pernah sekalipun menyebutkan hari-hari raya Yahuwah.

Kedua, sang rasul tidak akan mungkin menyebut hari-hari raya yang Yahuwah tetapkan sebagai “hal-hal duniawi yang lemah dan miskin”. Paulus menghormati hari-hari raya Yahuwah [Roma 7:12,14,16]. Bahkan Paulus mengajar orang-orang Korintus untuk merayakan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi [1 Korintus 5:7,8], dan Paulus sendiri tetap menguduskan Sabat Lunar Alkitab dan hari-hari raya tahunan yang lain [Kisah Rasul 16:13; 18:21; 20:6, 1 Kor. 16:8].

Ketika ayat-ayat Alkitab dalam persoalan ini diletakkan sesuai konteksnya, maka penjelasan mengenai hari-hari yang dipersoalkan di sini akan menjadi jelas. Dalam Galatia 4:1-5, Paulus mengemukaan sebuah analogi di mana dia menyamakan orang-orang Yahudi seperti seorang anak kecil yang sedang menanti untuk mendapatkan warisan dan bangsa-bangsa lain dianalogikan sebagai seorang hamba dalam rumah yang sama. Dia menjelaskan bagaimana, sebelum kedatangan Yahushua, keadaan rohani orang-orang Yahudi tidak ada bedanya dengan bangsa-bangsa lain karena siapapun yang dosanya belum diampuni tidak akan menerima Roh Yahuwah. Sebelum kedatangan Yahushua, baik orang-orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain adalah sama-sama “takluk pada roh-roh dunia” [ayat 3].

Takluk pada roh-roh dunia” merujuk pada pikiran-pikiran yang belum bertobat yang akan terpengaruh oleh Setan dan malaikat-malaikatnya, Setan adalah penguasa dunia ini dan merupakan pencipta semua penyembahan berhala. Setan dan malaikat-malaikatnya dari sejak awal adalah penyebab utama yang membuat dunia ini berada di dalam jalan kejahatan, dan semua orang yang belum bertobat berada dalam pengaruhnya.

Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Yahuwah, karena ia tidak takluk kepada hukum Yahuwah; hal ini memang tidak mungkin baginya [Roma 8:7].

Paulus mengatakan bahwa baik orang-orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain, keduanya telah berada di bawah perbudakan dosa.

Di dalam Galatia 4:8, Paulus mengangkat topik penyembahan berhala yang orang-orang Galatia ikuti sebelum mereka bertobat.

Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Yahuwah, kamu memperhambakan diri kepada elohim-elohim yang pada hakekatnya bukan Elohim.

Ini sudah pasti merujuk pada pemujaan dewa-dewa berhala [Kisah Rasul 14:8-18]. Di sini Paulus dengan sangat jelas mengungkapkan bahwa Yahuwah telah memanggil mereka dari jalan hidup yang seperti itu. Paulus melanjutkan pemikiran ini di ayat yang ke 9, di mana disini dia dengan jelas fokus pada apa yang dilakukan oleh orang-orang Galatia dengan kembali ke jalan dari mana mereka telah dipanggil oleh Yahuwah. “Roh-roh dunia yang lemah dan miskin” adalah praktek-praktek penyembahan berhala yang diilhamkan oleh malaikat-malaikat jahat, BUKAN sesuatu yang Yahuwah perintahkan.

Kata yang disini diterjemahkan “roh-roh dunia” adalah kata yang sama yang digunakan dalam ayat 3. Dan perluasan dari kata-kata ini dapat merujuk pada benda-benda langit yang digunakan untuk mengatur kalender dan dikaitkan dengan perayaan-perayaan berhala. Paulus disini mengkritik praktek-praktek dan cara-cara hidup yang telah diilhamkan oleh Setan dan malaikat-malaikatnya, penyebab utama dari semua kejahatan di dunia. Paulus menjelaskan bahwa orang-orang Galatia ini telah kembali ke perbudakan mereka yang sebelumnya, praktek-praktek dosa.

Ini adalah bukti bahwa “hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” yang Paulus sebutkan dalam ayat 10 adalah merujuk pada perayaan-perayaan kafir/berhala yang orang-orang Galatia lakukan sebelum mereka bertobat. Jadi TIDAK MUNGKIN hari-hari raya Yahuwah yang dimaksud di sini karena orang-orang Galatia ini adalah golongan bangsa-bangsa lain yang tidak pernah merayakan hari-hari raya Yahuwah sebelum mereka dipanggil dan bertobat. Dan TIDAK MUNGKIN Paulus akan menyebut itu “lemah dan miskin” jika itu adalah hari-hari raya Yahuwah.

Jadi sebenarnya orang-orang Galatia ini telah kembali lagi kepada kebiasaan lama mereka, cara-cara hidup orang kafir/penyembah berhala, termasuk di dalamnya memelihara beberapa hari-hari raya kafir yang berhubungan dengan pemujuaan dewa-dewa berhala.

Jauh dari membatalkan hari-hari raya Yahuwah, ayat-ayat ini justru menunjukkan kepada kita bahwa kita seharusnya tidak boleh memelihara “hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” yang berasal dari tradisi agama kafir/pemyembah berhala, seperti: Natal, Paskah Easter, hari Valentine, Halloween, dan hari-hari raya lain yang aslinya berasal dari pemujaan dewa-dewa kafir.

Iklan

3 respons untuk ‘5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya’

  1. Penafsiran Saudara (Aluahym bukan SATU Pribadi) salah. Mari kita lihat kesalahannya:

    1. “Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Perkataan YAHUAH sudah ada. Perkataan YAHUAH ada bersama YAHUAH dan Perkataan YAHUAH sama dengan YAHUAH.” Dari perenungan ayat ini, sama sekali TIDAK kita dapati Aluahym bukan SATU Pribadi. Sederhananya kita katakan: Setelah dunia dijadikanNya, perkataan saya ada, perkataan saya ada bersama saya, dan perkataan saya sama dengan saya.
    2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri” Dari perenungan ayat ini pun, TIDAK kita dapati penulisan Aluahym bukan SATU Pribadi. Ayat ini hanya BERBICARA tentang HIDUP, BUKAN PRIBADI.
    3. Malahan, ada satu ayat Kitab Suci Nasrani yang MENEGASKAN;
    Jawab YAHUSHA: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hari orang Yisharal, Tuhan Aluahym kita, TUHAN ITU ESA/EKHAD.”
    (Marqus 12:29). Perenungan ayat ini MENGKONFIRMASIKAN KITA BAHWA TUHAN ALUAHYM YAHUAH ITU ESA (BUKAN DUA PRIBADI/ ATAU TIGA)
    4. Tidakkah Saudara baca dalam Kitab Yoh 8:24? Yang begini bunyiNya:
    “Karena itu tadi Aku (YAHUSHA) berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; SEBAB JIKALAU KAMU TIDAK PERCAYA, BAHWA AKULAH DIA (DIA mengacu kepada SATU PRIBADI ALUAHYM YAHUAH), kamu akan mati dalam dosamu.”
    Dari perenungan ayat ini, sangat jelas dan tegas ditekankan, bahwa jikalau kita tidak percaya bahwa YAHUSHA adalah YAHUAH ALUAHYM, kita akan mati dalam dosa kita.

    Semoga setelah membaca perenungan ayat-ayat di atas, penulis segera bertobat dan mengkoreksi kesalahannya. Bapa YAHUAH adil bagi orang-orang yang bertaubat, memberi kesempatan kepada mereka untuk BERBALIK. Jangan sia-siakan kemurahan hati Bapa YAH. Tuhan YAHUSHA memberkati kita semua.

    1. Pertama, sebelum menjawab komentar anda, saya ingin memperjelas dulu istilah penting dibawah ini yang saya gunakan di dalam tulisan-tulisan saya:

      1. Eloah: Eloah itu satu, Dia adalah Bapa Yahuwah, dan Yahushua bukan Eloah

      2. Elohim: ini adalah bentuk jamak; Bisa digunakan untuk merujuk pada Yahuwah atau Yahushua, bisa juga diartikan Yang Mulia, Tuan, Guru, Hakim, Raja, dll.

      Kedua; saya tidak bisa memastikan apa yang anda maksud dengan “ALUAHYM”, apakah itu Eloah atau Elohim, anda yang tahu jawabannya.

      Ketiga; ini jawaban saya atas komentar anda:

      #1. Semua orang tahu bahwa yang disebut “Firman” dalam Yoh. 1:1 adalah Yahushua, namun disini saya lihat anda menerjemahkan sesuai kemauan anda sendiri, sehingga jadilah apa yang anda masudkan itu. Alkitab konsisten mengatakan Eloah itu satu, yaitu Yahuwah. Sang Anak, Yahushua memang sering disebut Elohim, tapi itu bukan berarti bahwa Dia adalah Eloah, ingat Elohim dapat diartikan dengan berbagai cara yang saya sebut diatas, karena jika Yahushua adalah Eloah maka Eloah akan jadi dua, Yahuwah dan Yahushua. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan hal seperti itu. Alkitab Konsisten hanya ada satu Eloah yaitu Yahuwah. Yahushua sendiri dengan jelas berkata bahwa “Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku” [Yoh. 14:28]. Ayat ini berkata bahwa Yahuwah lebih besar dari Yahushua, bagaimana mungkin hal ini terjadi jika Yahuwah adalah Yahushua itu sendiri? Atau silahkan anda baca Mat. 24:36 [Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri], di sini Yahushua mengaku tidak mengetahui kapan akhir dunia, hanya Bapa yang tahu! bagaimana bisa hal ini terjadi jika Yahushua adalah Yahuwah itu sendiri? Ayat-ayat ini saja sebenarnya sudah cukup menjadi bukti bahwa cara anda menafsirkan Yoh. 1: 1 adalah salah. Jangan menafsirkan Alkitab untuk mendukung keyakinan pribadi, itu akan membuat Alkitab bertentangan dengan dirinya sendiri, tetapi biarkanlah Alkitab menafsirkan dirinya sendiri, karena kebenaran akan selamanya harmonis.

      #2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri”. Ayat ini jelas menggambarkan dua pribadi yang berbeda. dari istilah “Bapa dan Anak” saja itu sudah jelas. Pak Gery pasti punya Bapak, yang daripadanya pak Gery berasal, pertanyaan saya: mana yang duluan hadir di dunia ini, pak Gery sebagai “anak” atau Bapak anda? sudah pasti bapak anda. jadi jika bapak anda duluan hadir di dunia baru kemudian anda keluar dari bapak anda, apakah itu berarti anda adalah bapak anda sendiri?

      #3. Ya benar Markus 12:29 tegas mengatakan “Yahushua answered him, “The first of all the commandments is, ‘Hear, O Yisra’el, Yahuwah is our Eloah! Yahuwah alone!” Saya tidak pernah mengatakan Eloah itu dua atau tiga. Eloah hanya satu dan itu adalah Yahuwah. Lalu siapa Yahushua? Yahushua bukan Eloah, Yahushua bukan Yahuwah, tapi Dia adalah ANAK TUNGGAL Yahuwah, yang Yahuwah kirim ke dunia untuk mati bagi dosa umat manusia! baca Yoh 3:16. Yahushua kemudian diberikan kekuasaan oleh Yahuwah, silahkan baca Daniel 7 [Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah]. Yahushua adalah pribadi Yang Diurapi oleh Yahuwah menjadi Raja yang berkuasa sampai selamanya. tetapi jangan lupa Yang Mengurapi selalu lebih besar dari Yang Diurapi. Yahuwah tetap menjadi satu-satunya Eloah dan Yahushua menjadi Raja atas kehendak Sang Eloah yang Satu.

      #4. Yoh 8:24 [Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu], kata Dia di dalam ayat ini sama sekali tidak merujuk pada Bapa, disini Yahushua sedang bersaksi tentang diri-Nya yang Diutus oleh Bapa, bacalah seluruh ayat dalam pasal ini biar anda paham. di dalam Pasal ini dengan sangat jelas Yahushua membuat perbedaan antara diri-Nya dan Bapa Yahuwah, Dia dengan jelas berkata: Akulah “Dia” yang diutus Bapa, Yahushua disini tidak perna berkata Akulah Yahuwah. ini adalah ayat-ayat dari pasal yang sama: Maka kata Yahushua: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

      baca dan renungkan baik-baik ayat-ayat ini supaya anda sadar bahwa kata “Akulah Dia” bukan berarti “Akulah Yahuwah” TETAPI “Akulah Yang Diutus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s