5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya

4: Kolose 2:16

Dimanapun persoalan mengenai hari Sabat dibicarakan, mereka yang tidak menguduskan hari Sabat akan selalu mengungkapkan Kolose 2:16 sebagai ayat pembelaan untuk melanggar perintah Yahuwah yang ke-4. Apa yang sebenarnya rasul Paulus maksudkan ketika dia berkata:

“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat” [Kolose 2:16]

Adalah benar bahwa hari Sabat yang dimaksud oleh rasul Paulus di sini adalah hari Sabat Lunar Alkitab, tapi ayat ini tidak menyatakan bahwa Paulus telah membatalkan keharusan untuk menaati perintah Yahuwah. Apa yang Yahuwah telah perintahkan, hanya Yahuwah yang dapat batalkan. Seseorang dapat menyelidiki Perjanjian Baru selama seribu tahun namun dia tetap tidak akan pernah menemukan satu ayatpun yang menyatakan bahwa Yahuwah telah membatalkan satu “titik atau satu yod” saja dari hukum ke-empat-Nya.

Apa yang sebenarnya Paulus maksudkan ketika dia berkata: “Janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai hari Sabat?”

Jika kita melihat ayat ini secara konteks maka akan langsung nyata bahwa Paulus sedang memberi peringatan pada “kesesatan orang-orang Kolose” yang memiliki injil yang lain yang mendasarkan prakteknya pada pertapaan dan pemujaan malaikat-malaikat demi mendapatkan pertumbuhan kekuatan dari langit. Inti dari kesesatan ini adalah bahwa Yahushua saja tidak cukup untuk melepaskan kita dari perbudakan dosa.

Seperti yang akan kita lihat pada ayat-ayat di bawah ini, Paulus memberi peringatan melawan tiga hal yang telah ditambahkan kepada injil yang disampaikan Paulus:

  • Tradisi manusia
  • Pemujaan malaikat-malaikat
  • Menuruti ajaran-ajaran manusia

Kol. 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut AJARAN TRADISI manusia dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Kol. 2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

Kol. 2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi

Kol. 2:20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan HANYA MENURUT PERINTAH-PERINTAH DAN AJARAN-AJARAN MANUSIA.

Penting untuk diingat bahwa pengudusan hari Sabat Lunar Alkitab adalah bukan perintah dan ajaran manusia! Paulus bukan membatalkan perintah Yahuwah, dia memberikan peringatan untuk menentang guru-guru palsu yang mengatakan bahwa jika orang-orang percaya tidak makan dan minum makanan yang tepat dan memelihara hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat BERDASARKAN PADA BEBERAPA ATURAN-ATURAN MANUSIA, mereka akan kehilangan upah mereka. Menurut ayat 23 dibawah ini, guru-guru palsu ini telah mengajarkan bahwa tanpa aturan-aturan pertapaan ini mereka tidak dapat menakklukkan daging:

Peraturan-peraturan ini [AJARAN-AJARAN MANUSIA], walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Jadi peringatan yang ada di dalam Kol. 2:16 bukanlah untuk menentang hari Sabat, hari-hari raya, atau aturan makan menurut Taurat tapi untuk melawan mereka yang menyatakan bahwa praktek-praktek ini adalah sebuah keharusan untuk dilakukan demi mendapatkan perlindungan dari roh-roh dunia [roh jahat].

Pertanyaan yang seharusnya ditanyakan adalah: Apakah Paulus menentang pengudusan Sabat Lunar Alkitab atau menetang ajaran-ajaran manusia yang menambahkan ritual pertapaan yang sangat ketat ke dalam praktek-praktek iman orang Kristen? Untuk menjawab hal yang diperdebatkan ini, seseorang perlu melihat gambar besarnya. Tidak ada satupun ayat dalam Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Paulus mengajarkan sebuah ajaran baru yang membatalkan perintah pengudusan Sabat Lunar, juga tidak pernah ditemukan pertentangan antara orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain yang sudah menjadi Kristen mengenai pengudusan Sabat. Pertentangan yang ditemukan llebih banyak hanya diseputar makanan dan sunat bukan hari Sabat, karena semua orang [baik Yahudi maupun bangsa-bangsa lain] yang sudah menjadi Kristen tetap menguduskan Sabat Lunar Alkitab sebagaimana seharusnya.

Pada titik tertentu kita perlu menggunakan logika kita untuk mengartikan apa yang tertulis. Sebagai contoh: Apakah Paulus menguduskan Sabat?

image

Atau contoh lain: “janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman”, apakah ini berarti bahwa orang-orang Kristen boleh menjadi pemabuk? Tentu saja tidak! Karena anda tahu bahwa Yahuwah dalam firman-Nya melarang orang mabuk, demikian juga dengan Sabat! Yahuwah melarang orang mengabaikan hari Sabat!

Asumsi yang paling masuk akal adalah jika memang Yahuwah mau membatalkan salah satu dari sepuluh hukum-Nya maka Dia akan menyatakannya dengan sangat jelas. Sungguh jika seseorang berkata kepada anda: “janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai pembunuhan dan perzinahan”, apakah anda tidak akan berasumsi bahwa jika Yahuwah memang telah mengubah aturan-Nya mengenai pembunuhan dan perzinahan maka Dia tidak akan melakukannya tanpa bukti yang jelas? Bukankah anda akan segera mencari buktinya diseluruh Alkitab dan bukan hanya di satu ayat? Lakukanlah hal yang sama mengenai hari Sabat maka anda akan menemukan kebenaran.

5: Galatia 4:9,10

Iklan

3 respons untuk ‘5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya’

  1. Penafsiran Saudara (Aluahym bukan SATU Pribadi) salah. Mari kita lihat kesalahannya:

    1. “Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Perkataan YAHUAH sudah ada. Perkataan YAHUAH ada bersama YAHUAH dan Perkataan YAHUAH sama dengan YAHUAH.” Dari perenungan ayat ini, sama sekali TIDAK kita dapati Aluahym bukan SATU Pribadi. Sederhananya kita katakan: Setelah dunia dijadikanNya, perkataan saya ada, perkataan saya ada bersama saya, dan perkataan saya sama dengan saya.
    2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri” Dari perenungan ayat ini pun, TIDAK kita dapati penulisan Aluahym bukan SATU Pribadi. Ayat ini hanya BERBICARA tentang HIDUP, BUKAN PRIBADI.
    3. Malahan, ada satu ayat Kitab Suci Nasrani yang MENEGASKAN;
    Jawab YAHUSHA: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hari orang Yisharal, Tuhan Aluahym kita, TUHAN ITU ESA/EKHAD.”
    (Marqus 12:29). Perenungan ayat ini MENGKONFIRMASIKAN KITA BAHWA TUHAN ALUAHYM YAHUAH ITU ESA (BUKAN DUA PRIBADI/ ATAU TIGA)
    4. Tidakkah Saudara baca dalam Kitab Yoh 8:24? Yang begini bunyiNya:
    “Karena itu tadi Aku (YAHUSHA) berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; SEBAB JIKALAU KAMU TIDAK PERCAYA, BAHWA AKULAH DIA (DIA mengacu kepada SATU PRIBADI ALUAHYM YAHUAH), kamu akan mati dalam dosamu.”
    Dari perenungan ayat ini, sangat jelas dan tegas ditekankan, bahwa jikalau kita tidak percaya bahwa YAHUSHA adalah YAHUAH ALUAHYM, kita akan mati dalam dosa kita.

    Semoga setelah membaca perenungan ayat-ayat di atas, penulis segera bertobat dan mengkoreksi kesalahannya. Bapa YAHUAH adil bagi orang-orang yang bertaubat, memberi kesempatan kepada mereka untuk BERBALIK. Jangan sia-siakan kemurahan hati Bapa YAH. Tuhan YAHUSHA memberkati kita semua.

    1. Pertama, sebelum menjawab komentar anda, saya ingin memperjelas dulu istilah penting dibawah ini yang saya gunakan di dalam tulisan-tulisan saya:

      1. Eloah: Eloah itu satu, Dia adalah Bapa Yahuwah, dan Yahushua bukan Eloah

      2. Elohim: ini adalah bentuk jamak; Bisa digunakan untuk merujuk pada Yahuwah atau Yahushua, bisa juga diartikan Yang Mulia, Tuan, Guru, Hakim, Raja, dll.

      Kedua; saya tidak bisa memastikan apa yang anda maksud dengan “ALUAHYM”, apakah itu Eloah atau Elohim, anda yang tahu jawabannya.

      Ketiga; ini jawaban saya atas komentar anda:

      #1. Semua orang tahu bahwa yang disebut “Firman” dalam Yoh. 1:1 adalah Yahushua, namun disini saya lihat anda menerjemahkan sesuai kemauan anda sendiri, sehingga jadilah apa yang anda masudkan itu. Alkitab konsisten mengatakan Eloah itu satu, yaitu Yahuwah. Sang Anak, Yahushua memang sering disebut Elohim, tapi itu bukan berarti bahwa Dia adalah Eloah, ingat Elohim dapat diartikan dengan berbagai cara yang saya sebut diatas, karena jika Yahushua adalah Eloah maka Eloah akan jadi dua, Yahuwah dan Yahushua. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan hal seperti itu. Alkitab Konsisten hanya ada satu Eloah yaitu Yahuwah. Yahushua sendiri dengan jelas berkata bahwa “Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku” [Yoh. 14:28]. Ayat ini berkata bahwa Yahuwah lebih besar dari Yahushua, bagaimana mungkin hal ini terjadi jika Yahuwah adalah Yahushua itu sendiri? Atau silahkan anda baca Mat. 24:36 [Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri], di sini Yahushua mengaku tidak mengetahui kapan akhir dunia, hanya Bapa yang tahu! bagaimana bisa hal ini terjadi jika Yahushua adalah Yahuwah itu sendiri? Ayat-ayat ini saja sebenarnya sudah cukup menjadi bukti bahwa cara anda menafsirkan Yoh. 1: 1 adalah salah. Jangan menafsirkan Alkitab untuk mendukung keyakinan pribadi, itu akan membuat Alkitab bertentangan dengan dirinya sendiri, tetapi biarkanlah Alkitab menafsirkan dirinya sendiri, karena kebenaran akan selamanya harmonis.

      #2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri”. Ayat ini jelas menggambarkan dua pribadi yang berbeda. dari istilah “Bapa dan Anak” saja itu sudah jelas. Pak Gery pasti punya Bapak, yang daripadanya pak Gery berasal, pertanyaan saya: mana yang duluan hadir di dunia ini, pak Gery sebagai “anak” atau Bapak anda? sudah pasti bapak anda. jadi jika bapak anda duluan hadir di dunia baru kemudian anda keluar dari bapak anda, apakah itu berarti anda adalah bapak anda sendiri?

      #3. Ya benar Markus 12:29 tegas mengatakan “Yahushua answered him, “The first of all the commandments is, ‘Hear, O Yisra’el, Yahuwah is our Eloah! Yahuwah alone!” Saya tidak pernah mengatakan Eloah itu dua atau tiga. Eloah hanya satu dan itu adalah Yahuwah. Lalu siapa Yahushua? Yahushua bukan Eloah, Yahushua bukan Yahuwah, tapi Dia adalah ANAK TUNGGAL Yahuwah, yang Yahuwah kirim ke dunia untuk mati bagi dosa umat manusia! baca Yoh 3:16. Yahushua kemudian diberikan kekuasaan oleh Yahuwah, silahkan baca Daniel 7 [Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah]. Yahushua adalah pribadi Yang Diurapi oleh Yahuwah menjadi Raja yang berkuasa sampai selamanya. tetapi jangan lupa Yang Mengurapi selalu lebih besar dari Yang Diurapi. Yahuwah tetap menjadi satu-satunya Eloah dan Yahushua menjadi Raja atas kehendak Sang Eloah yang Satu.

      #4. Yoh 8:24 [Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu], kata Dia di dalam ayat ini sama sekali tidak merujuk pada Bapa, disini Yahushua sedang bersaksi tentang diri-Nya yang Diutus oleh Bapa, bacalah seluruh ayat dalam pasal ini biar anda paham. di dalam Pasal ini dengan sangat jelas Yahushua membuat perbedaan antara diri-Nya dan Bapa Yahuwah, Dia dengan jelas berkata: Akulah “Dia” yang diutus Bapa, Yahushua disini tidak perna berkata Akulah Yahuwah. ini adalah ayat-ayat dari pasal yang sama: Maka kata Yahushua: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

      baca dan renungkan baik-baik ayat-ayat ini supaya anda sadar bahwa kata “Akulah Dia” bukan berarti “Akulah Yahuwah” TETAPI “Akulah Yang Diutus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s