5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya

3: Roma 14:5-6

Orang-orang telah menyimpulkan bahwa ayat ini menyatakan bahwa bagi Yahuwah tidak ada perbedaan hari dan dengan demikian kita dapat bebas menguduskan hari mana saja. Mereka mengambil ayat ini keluar dari konteksnya dan menggunakannya berdasarkan pengertian mereka sendiri. Untuk mendapatkan arti sebenarnya dari ayat ini, kita harus membacanya mulai dari konteks di mana ayat ini dimulai, bukan hanya pada dua ayat ini. Pada ayat 1-4 secara konteks subyek ini mengungkap pola hidup vegetarian – bukan menjelaskan hari mana yang harus dikuduskan.

Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Yahuwah. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Yahuwah, sebab ia mengucap syukur kepada Yahuwah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Yahuwah, dan ia juga mengucap syukur kepada Yahuwah” [Roma 14:5,6].

Apakah di sini Paulus menyatakan bahwa Yahushua, melalui kematian-Nya telah membatalkan hari yang disepanjang hidup-Nya telah Dia kuduskan? Tidak!

Apakah di sini Paulus mengatakan bahwa: “Yahuwah menganggap semua hari sama saja”? Sekali lagi, Tidak!

Ayat ini mengatakan bahwa: “seseorang menganggap semua hari sama saja”! Ayat ini menyatakan kepada kita bahwa itulah yang manusia ajarkan, BUKAN apa yang Yahuwah katakan.

Yahushua tidak akan menghakimi kita dengan apa yang manusia yakini. Dia akan menghakimi kita dengan firman-Nya, Alkitab. “…firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman” [Yoh. 12:48].

Perlu diingat bahwa orang-orang kudus di Roma telah dilarang untuk saling menghakimi.

Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Yahuwah berkuasa menjaga dia terus berdiri [Rom. 14:4]

Paulus tidak mengkritik mengenai pengudusan sebuah periode waktu tertentu, tetapi dia memperingati orang-orang kudus agar tidak saling menghakimi dan menyebabkan perselisihan karena adanya perbedaan pendapat mengenai hal-hal tertentu. Mereka yang ada di Roma adalah orang-orang yang imannya lemah. Mereka belum dewasa secara rohani. Paulus berkata:

Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu [Roma 1:11]

Tidak ada ijin sedikitpun disini diberikan dalam cara apapun untuk meyakini apapun yang kita mau. Yahuwah memerintahkan: “…janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” [Amsal 3:5]. Sebelum anda mengetahui apa yang Yahuwah katakan di dalam firman-Nya, bagaimana bisa anda bisa betul-betul yakin dalam fikiran anda? Paulus berkata: “Kitab Suci … dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan” [2 Tim. 3:15].

Paulus menulis kepada orang-orang yang sudah bertobat di Roma, suratnya ditujukan kepada baik orang-orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain. Dia menasihati mereka untuk menerima orang-orang yang masih lemah imannya [Rom. 14:1], dan untuk tidak berdebat dengan mereka mengenai hal-hal yang tidak penting, dan untuk tidak duduk menghakimi mereka. Beberapa dari mereka yang lemah imannya ini adalah berasal dari bangsa-bangsa lain yang baru bertobat, mereka ini sebagian hidup dengan pola vegetarian dan mereka menolak untuk makan daging.

Alasan mengapa mereka tidak makan daging dijelaskan di dalam 1 Kor. 8. Kebanyakan daging yang bisa di beli di pasar sebelumnya telah dipersembahkan kepada berhala di kuil-kuil. Karena itu, beberapa orang, yang hatinya masih terikat pada berhala memakan itu “sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Yahuwah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan” [ayat 7,8]. Beberapa orang dari bangsa-bangsa lain yang sudah bertobat di Roma yang dulunya adalah penyembah berhala, masih tetap percaya pada takhyul, karena mereka berfikir bahwa berhala itu nyata.

Hari apa yang dimaksud oleh Paulus di sini? Mengapa Paulus menyalahkan pemikiran ini –mengenai memakan daging– tapi menyebut hari?

Perlu dicatat bahwa bukan hanya mereka yang lemah imannya yang menolak untuk makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala, tetapi diantara mereka juga ada orang-orang yang memiliki kebiasaan untuk berpantang beberapa jenis makanan. Mereka melakukan “puasa sebagian” pada beberapa hari tertentu. Dan juga tetap ada orang, yang menolak untuk berpantang atau menolak untuk ikut tidak makan daging, tapi memperlakukan semua hari sebagai hari yang sama!

Sejumlah besar orang Yahudi pada masa itu juga berpuasa sebagian dua kali seminggu [Lukas 18:12]. Beberapa dari mereka juga berpuasa pada bulan kelima dan ketujuh [Zak. 7:4-7]. Mereka terpecah teragntung pada waktu mana mereka berpuasa. Bangsa-bangsa lain juga terpecah menurut pada hari apa mereka berpantang pada jenis makanan tertentu. Karena perbedaan latar belakang dari orang-orang ini, mereka tidak dapat menemui kesepakatan pada hari mana mereka akan melakukan hal-hal ini.

Fakta-fakta ini menciptakan kubu-kubu di dalam jemaat, padahal Yahushua mengajarkan kita untuk melakukan puasa tanpa diketahui oleh orang lain [Mat. 6:16]. Puasa adalah sesuatu yang bersifat pribadi, antara pribadi dengan Yahuwah.

Hari yang disebut di dalam Roma 14:5,6 ini adalah mengenai hari-hari dimana mereka berpantang dari beberapa makanan tertentu, ayat ini tidak membiacarakan mengenai pengudusan hari-hari raya Yahuwah juga bukan mengenai memelihara hari-hari raya berhala.

4: Kolose 2:16

Iklan

3 respons untuk ‘5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya’

  1. Penafsiran Saudara (Aluahym bukan SATU Pribadi) salah. Mari kita lihat kesalahannya:

    1. “Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Perkataan YAHUAH sudah ada. Perkataan YAHUAH ada bersama YAHUAH dan Perkataan YAHUAH sama dengan YAHUAH.” Dari perenungan ayat ini, sama sekali TIDAK kita dapati Aluahym bukan SATU Pribadi. Sederhananya kita katakan: Setelah dunia dijadikanNya, perkataan saya ada, perkataan saya ada bersama saya, dan perkataan saya sama dengan saya.
    2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri” Dari perenungan ayat ini pun, TIDAK kita dapati penulisan Aluahym bukan SATU Pribadi. Ayat ini hanya BERBICARA tentang HIDUP, BUKAN PRIBADI.
    3. Malahan, ada satu ayat Kitab Suci Nasrani yang MENEGASKAN;
    Jawab YAHUSHA: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hari orang Yisharal, Tuhan Aluahym kita, TUHAN ITU ESA/EKHAD.”
    (Marqus 12:29). Perenungan ayat ini MENGKONFIRMASIKAN KITA BAHWA TUHAN ALUAHYM YAHUAH ITU ESA (BUKAN DUA PRIBADI/ ATAU TIGA)
    4. Tidakkah Saudara baca dalam Kitab Yoh 8:24? Yang begini bunyiNya:
    “Karena itu tadi Aku (YAHUSHA) berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; SEBAB JIKALAU KAMU TIDAK PERCAYA, BAHWA AKULAH DIA (DIA mengacu kepada SATU PRIBADI ALUAHYM YAHUAH), kamu akan mati dalam dosamu.”
    Dari perenungan ayat ini, sangat jelas dan tegas ditekankan, bahwa jikalau kita tidak percaya bahwa YAHUSHA adalah YAHUAH ALUAHYM, kita akan mati dalam dosa kita.

    Semoga setelah membaca perenungan ayat-ayat di atas, penulis segera bertobat dan mengkoreksi kesalahannya. Bapa YAHUAH adil bagi orang-orang yang bertaubat, memberi kesempatan kepada mereka untuk BERBALIK. Jangan sia-siakan kemurahan hati Bapa YAH. Tuhan YAHUSHA memberkati kita semua.

    1. Pertama, sebelum menjawab komentar anda, saya ingin memperjelas dulu istilah penting dibawah ini yang saya gunakan di dalam tulisan-tulisan saya:

      1. Eloah: Eloah itu satu, Dia adalah Bapa Yahuwah, dan Yahushua bukan Eloah

      2. Elohim: ini adalah bentuk jamak; Bisa digunakan untuk merujuk pada Yahuwah atau Yahushua, bisa juga diartikan Yang Mulia, Tuan, Guru, Hakim, Raja, dll.

      Kedua; saya tidak bisa memastikan apa yang anda maksud dengan “ALUAHYM”, apakah itu Eloah atau Elohim, anda yang tahu jawabannya.

      Ketiga; ini jawaban saya atas komentar anda:

      #1. Semua orang tahu bahwa yang disebut “Firman” dalam Yoh. 1:1 adalah Yahushua, namun disini saya lihat anda menerjemahkan sesuai kemauan anda sendiri, sehingga jadilah apa yang anda masudkan itu. Alkitab konsisten mengatakan Eloah itu satu, yaitu Yahuwah. Sang Anak, Yahushua memang sering disebut Elohim, tapi itu bukan berarti bahwa Dia adalah Eloah, ingat Elohim dapat diartikan dengan berbagai cara yang saya sebut diatas, karena jika Yahushua adalah Eloah maka Eloah akan jadi dua, Yahuwah dan Yahushua. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan hal seperti itu. Alkitab Konsisten hanya ada satu Eloah yaitu Yahuwah. Yahushua sendiri dengan jelas berkata bahwa “Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku” [Yoh. 14:28]. Ayat ini berkata bahwa Yahuwah lebih besar dari Yahushua, bagaimana mungkin hal ini terjadi jika Yahuwah adalah Yahushua itu sendiri? Atau silahkan anda baca Mat. 24:36 [Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri], di sini Yahushua mengaku tidak mengetahui kapan akhir dunia, hanya Bapa yang tahu! bagaimana bisa hal ini terjadi jika Yahushua adalah Yahuwah itu sendiri? Ayat-ayat ini saja sebenarnya sudah cukup menjadi bukti bahwa cara anda menafsirkan Yoh. 1: 1 adalah salah. Jangan menafsirkan Alkitab untuk mendukung keyakinan pribadi, itu akan membuat Alkitab bertentangan dengan dirinya sendiri, tetapi biarkanlah Alkitab menafsirkan dirinya sendiri, karena kebenaran akan selamanya harmonis.

      #2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri”. Ayat ini jelas menggambarkan dua pribadi yang berbeda. dari istilah “Bapa dan Anak” saja itu sudah jelas. Pak Gery pasti punya Bapak, yang daripadanya pak Gery berasal, pertanyaan saya: mana yang duluan hadir di dunia ini, pak Gery sebagai “anak” atau Bapak anda? sudah pasti bapak anda. jadi jika bapak anda duluan hadir di dunia baru kemudian anda keluar dari bapak anda, apakah itu berarti anda adalah bapak anda sendiri?

      #3. Ya benar Markus 12:29 tegas mengatakan “Yahushua answered him, “The first of all the commandments is, ‘Hear, O Yisra’el, Yahuwah is our Eloah! Yahuwah alone!” Saya tidak pernah mengatakan Eloah itu dua atau tiga. Eloah hanya satu dan itu adalah Yahuwah. Lalu siapa Yahushua? Yahushua bukan Eloah, Yahushua bukan Yahuwah, tapi Dia adalah ANAK TUNGGAL Yahuwah, yang Yahuwah kirim ke dunia untuk mati bagi dosa umat manusia! baca Yoh 3:16. Yahushua kemudian diberikan kekuasaan oleh Yahuwah, silahkan baca Daniel 7 [Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah]. Yahushua adalah pribadi Yang Diurapi oleh Yahuwah menjadi Raja yang berkuasa sampai selamanya. tetapi jangan lupa Yang Mengurapi selalu lebih besar dari Yang Diurapi. Yahuwah tetap menjadi satu-satunya Eloah dan Yahushua menjadi Raja atas kehendak Sang Eloah yang Satu.

      #4. Yoh 8:24 [Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu], kata Dia di dalam ayat ini sama sekali tidak merujuk pada Bapa, disini Yahushua sedang bersaksi tentang diri-Nya yang Diutus oleh Bapa, bacalah seluruh ayat dalam pasal ini biar anda paham. di dalam Pasal ini dengan sangat jelas Yahushua membuat perbedaan antara diri-Nya dan Bapa Yahuwah, Dia dengan jelas berkata: Akulah “Dia” yang diutus Bapa, Yahushua disini tidak perna berkata Akulah Yahuwah. ini adalah ayat-ayat dari pasal yang sama: Maka kata Yahushua: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

      baca dan renungkan baik-baik ayat-ayat ini supaya anda sadar bahwa kata “Akulah Dia” bukan berarti “Akulah Yahuwah” TETAPI “Akulah Yang Diutus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s