5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya

2: Kisah Rasul 15:28,29

Kisah Rasul 15:28,29 berbunyi: Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.

Ayat ini, yang nampaknya mengemukakan sebuah aturan sederhana bagi umat percaya dari bangsa-bangsa lain [umat yang bukan bangsa Israel jasmani] telah digunakan sebagai bukti bahwa Hukum Perjanjian Lama termasuk Hari-hari Raya Tahunan dan hari-hari Sabat sudah tidak diharuskan untuk dilakukan oleh umat percaya dari bangsa-bangsa lain seperti kita di Indonesia. Namun hanya dengan membaca semua ayat dalam pasal ini saja sebenarnya kita sudah dapat menemukan bahwa aturan-aturan yang perlu dilakukan oleh bangsa-bangsa lain diperluas sampai mencakup semua aturan/hukum seperti yang dengan jelas dicatat dalam ayat 21.

Perdebatan yang muncul dalam Kisah Rasul pasal 15 ini adalah mengenai apakah bangsa-bangsa lain dapat diselamatkan melalui usaha-usaha manusia seperti menyunatkan diri dan melakukan Hukum Taurat [ayat 24] tanpa perlu memurnikan hati mereka dengan iman [ayat 9] melalui anugerah Yahushua [ayat 11].

Konsili kemudian memutuskan untuk “tidak meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri” [ayat 10].

Kuk adalah sebuah konsep salah yang menyatakan bahwa melalui perbuatan pribadi kita diselamatkan. Semua upaya untuk mengajarkan bahwa kita perlu melakukan beberapa perbuatan tertentu untuk dapat diselamatkan adalah tindakan meletakkan sebuah kuk pada umat Yahuwah. Dan hal inilah yang dimaksudkan oleh para rasul yang mereka nyatakan dalam konsili yang pertama. Mereka menolak ajaran salah yang meletakkan kuk pada pundak orang-orang percaya baru dimana ajaran salah ini telah membuat mereka berfikir bahwa mereka dapat diselamatkan hanya dengan menyunatkan diri mereka.

Rasul Paulus teguh dalam pengajarannya bahwa kita hanya diselamatkan melalui iman kepada pengorbanan Yahushua, dan sunat itu sendiri [tanpa iman] tidak akan pernah memberikan pembenaran kepada kita. Tapi iman Abraham telah dipastikan dalam tindakan sunat. Ketaatan kita adalah buah dari keselamatan yang kita peroleh melalui iman. Bukan ketaatan yang menghasilkan keselamatan tapi ketaatan adalah hasil dari keselamatan itu, seperti yang rasul Yakobus katakan; “demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” [Yak. 2:17]

Pembicaraan dan keputusan selengkapnya dilakukan di Yerusalem, sebelum surat itu dituliskan, dan itu tidak terbatas hanya pada ayat 20, tetapi juga harus termasuk ayat 21 yang secara langsung melanjutkan pemberitaan semua Hukum Taurat [ yang tentu saja kecuali persembahan korban binatang yang telah digenapi sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam Daniel 9:27].

Konsili Yerusalem secara langsung menyatakan:

Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat” [Kisah Rasul 15:20,21]

Perintah-perintah yang diberikan dalam bentuk surat tertulis seperti yang dicatat di dalam ayat 28 dan 29 harus disadari sebagai tambahan pada apa yang sudah dinyatakan secara langsung dalam ayat 21 di atas.

Jika anda masih kurang yakin, silahkan lihat pada daftar yang dikemukakan pada hal-hal lain yang dilarang oleh Hukum Taurat di dalam Kitab Wahyu 21:8,27, yang tidak disebutkan dalam “aturan sederhana” yang ada di dalam Kisah Rasul 15:20. Silahkan perhatikan pelanggaran-pelanggaran lain yang tidak terdaftar dalam Kisah Rasul 15:20 ini akan membuat semua orang [termasuk kita sebagai bangsa-bangsa lain] tidak akan masuk ke dalam Yerusalem Baru [Surga].

Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua [Wahyu 21:8]

Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu [Wahyu 21:27].

Juga, perhatikan baik-baik ayat di bawah ini yang mengharuskan keberlangsungan ketaatan pada Hukum Taurat oleh SEMUA orang yang ingin memperoleh kehidupan kekal dan masuk ke dalam Yerusalem Baru.

Yahushua berkata: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Yahuwah” [Mat. 19:17]

Bahkan dibawah tekanan penderitaan, mereka dengan sabar mempertahankan hal-hal ini; “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Yahuwah dan iman kepada Yahushua”. [Wahyu 14:12].

Mereka akan memperoleh hak untuk masuk ke dalam Sorga karena mereka melakukan ini: “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu [Wahyu 22:14, KJV].

3: Roma 14:5-6

Iklan

3 respons untuk ‘5 Ayat Alkitab yang Sulit Dipahami & Penjelasannya’

  1. Penafsiran Saudara (Aluahym bukan SATU Pribadi) salah. Mari kita lihat kesalahannya:

    1. “Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Perkataan YAHUAH sudah ada. Perkataan YAHUAH ada bersama YAHUAH dan Perkataan YAHUAH sama dengan YAHUAH.” Dari perenungan ayat ini, sama sekali TIDAK kita dapati Aluahym bukan SATU Pribadi. Sederhananya kita katakan: Setelah dunia dijadikanNya, perkataan saya ada, perkataan saya ada bersama saya, dan perkataan saya sama dengan saya.
    2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri” Dari perenungan ayat ini pun, TIDAK kita dapati penulisan Aluahym bukan SATU Pribadi. Ayat ini hanya BERBICARA tentang HIDUP, BUKAN PRIBADI.
    3. Malahan, ada satu ayat Kitab Suci Nasrani yang MENEGASKAN;
    Jawab YAHUSHA: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hari orang Yisharal, Tuhan Aluahym kita, TUHAN ITU ESA/EKHAD.”
    (Marqus 12:29). Perenungan ayat ini MENGKONFIRMASIKAN KITA BAHWA TUHAN ALUAHYM YAHUAH ITU ESA (BUKAN DUA PRIBADI/ ATAU TIGA)
    4. Tidakkah Saudara baca dalam Kitab Yoh 8:24? Yang begini bunyiNya:
    “Karena itu tadi Aku (YAHUSHA) berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; SEBAB JIKALAU KAMU TIDAK PERCAYA, BAHWA AKULAH DIA (DIA mengacu kepada SATU PRIBADI ALUAHYM YAHUAH), kamu akan mati dalam dosamu.”
    Dari perenungan ayat ini, sangat jelas dan tegas ditekankan, bahwa jikalau kita tidak percaya bahwa YAHUSHA adalah YAHUAH ALUAHYM, kita akan mati dalam dosa kita.

    Semoga setelah membaca perenungan ayat-ayat di atas, penulis segera bertobat dan mengkoreksi kesalahannya. Bapa YAHUAH adil bagi orang-orang yang bertaubat, memberi kesempatan kepada mereka untuk BERBALIK. Jangan sia-siakan kemurahan hati Bapa YAH. Tuhan YAHUSHA memberkati kita semua.

    1. Pertama, sebelum menjawab komentar anda, saya ingin memperjelas dulu istilah penting dibawah ini yang saya gunakan di dalam tulisan-tulisan saya:

      1. Eloah: Eloah itu satu, Dia adalah Bapa Yahuwah, dan Yahushua bukan Eloah

      2. Elohim: ini adalah bentuk jamak; Bisa digunakan untuk merujuk pada Yahuwah atau Yahushua, bisa juga diartikan Yang Mulia, Tuan, Guru, Hakim, Raja, dll.

      Kedua; saya tidak bisa memastikan apa yang anda maksud dengan “ALUAHYM”, apakah itu Eloah atau Elohim, anda yang tahu jawabannya.

      Ketiga; ini jawaban saya atas komentar anda:

      #1. Semua orang tahu bahwa yang disebut “Firman” dalam Yoh. 1:1 adalah Yahushua, namun disini saya lihat anda menerjemahkan sesuai kemauan anda sendiri, sehingga jadilah apa yang anda masudkan itu. Alkitab konsisten mengatakan Eloah itu satu, yaitu Yahuwah. Sang Anak, Yahushua memang sering disebut Elohim, tapi itu bukan berarti bahwa Dia adalah Eloah, ingat Elohim dapat diartikan dengan berbagai cara yang saya sebut diatas, karena jika Yahushua adalah Eloah maka Eloah akan jadi dua, Yahuwah dan Yahushua. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan hal seperti itu. Alkitab Konsisten hanya ada satu Eloah yaitu Yahuwah. Yahushua sendiri dengan jelas berkata bahwa “Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku” [Yoh. 14:28]. Ayat ini berkata bahwa Yahuwah lebih besar dari Yahushua, bagaimana mungkin hal ini terjadi jika Yahuwah adalah Yahushua itu sendiri? Atau silahkan anda baca Mat. 24:36 [Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri], di sini Yahushua mengaku tidak mengetahui kapan akhir dunia, hanya Bapa yang tahu! bagaimana bisa hal ini terjadi jika Yahushua adalah Yahuwah itu sendiri? Ayat-ayat ini saja sebenarnya sudah cukup menjadi bukti bahwa cara anda menafsirkan Yoh. 1: 1 adalah salah. Jangan menafsirkan Alkitab untuk mendukung keyakinan pribadi, itu akan membuat Alkitab bertentangan dengan dirinya sendiri, tetapi biarkanlah Alkitab menafsirkan dirinya sendiri, karena kebenaran akan selamanya harmonis.

      #2. Yoh 5:26 ; “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri”. Ayat ini jelas menggambarkan dua pribadi yang berbeda. dari istilah “Bapa dan Anak” saja itu sudah jelas. Pak Gery pasti punya Bapak, yang daripadanya pak Gery berasal, pertanyaan saya: mana yang duluan hadir di dunia ini, pak Gery sebagai “anak” atau Bapak anda? sudah pasti bapak anda. jadi jika bapak anda duluan hadir di dunia baru kemudian anda keluar dari bapak anda, apakah itu berarti anda adalah bapak anda sendiri?

      #3. Ya benar Markus 12:29 tegas mengatakan “Yahushua answered him, “The first of all the commandments is, ‘Hear, O Yisra’el, Yahuwah is our Eloah! Yahuwah alone!” Saya tidak pernah mengatakan Eloah itu dua atau tiga. Eloah hanya satu dan itu adalah Yahuwah. Lalu siapa Yahushua? Yahushua bukan Eloah, Yahushua bukan Yahuwah, tapi Dia adalah ANAK TUNGGAL Yahuwah, yang Yahuwah kirim ke dunia untuk mati bagi dosa umat manusia! baca Yoh 3:16. Yahushua kemudian diberikan kekuasaan oleh Yahuwah, silahkan baca Daniel 7 [Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah]. Yahushua adalah pribadi Yang Diurapi oleh Yahuwah menjadi Raja yang berkuasa sampai selamanya. tetapi jangan lupa Yang Mengurapi selalu lebih besar dari Yang Diurapi. Yahuwah tetap menjadi satu-satunya Eloah dan Yahushua menjadi Raja atas kehendak Sang Eloah yang Satu.

      #4. Yoh 8:24 [Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu], kata Dia di dalam ayat ini sama sekali tidak merujuk pada Bapa, disini Yahushua sedang bersaksi tentang diri-Nya yang Diutus oleh Bapa, bacalah seluruh ayat dalam pasal ini biar anda paham. di dalam Pasal ini dengan sangat jelas Yahushua membuat perbedaan antara diri-Nya dan Bapa Yahuwah, Dia dengan jelas berkata: Akulah “Dia” yang diutus Bapa, Yahushua disini tidak perna berkata Akulah Yahuwah. ini adalah ayat-ayat dari pasal yang sama: Maka kata Yahushua: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

      baca dan renungkan baik-baik ayat-ayat ini supaya anda sadar bahwa kata “Akulah Dia” bukan berarti “Akulah Yahuwah” TETAPI “Akulah Yang Diutus”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s