Kanon Alkitab

Ada aturan yang digunakan oleh umat percaya mula-mula saat mereka dituntun oleh Roh Yahuwah untuk menyatukan kitab-kitab dalam Alkitab. Aturan utamanya tidak dapat dipisahkan dari kesesuaiannya atau keharmonisannya dengan kebenaran. Beberapa kitab yang bertolak belakang dengan kebenaran mula-mula telah disingkirkan dalam pekerjaan pengumpulan ini. Aturan yang sama ini dapat digunakan pada tradisi manapun yang ditemukan tidak sesuai dengan firman Yahuwah.

Jika sebuah tradisi atau pengajaran yang tidak dinyatakan dengan tegas di dalam Alkitab namun tidak bertentangan dengan seluruh isi Alkitab, maka tradisi itu aman untuk tetap dijaga dan dilakukan. Tapi jika itu bertentangan dengan Alkitab, maka itu salah. Kita percaya bahwa Yahuwah akan mengungkapkan arti firman-Nya kepada semua orang yang berdoa dan yang rendah hati mempelajari firman-Nya, Yahuwah sendiri akan menjadi penuntun mereka.

Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Yahuwah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri [Yoh. 7:17].

Kitab Perjanjian Lama sudah ada pada masa Yahushua, dan Dia serta murid-murid-Nya seringkali dengan bebas mengutipnya [Luk. 24:44; Mat. 13:52; 2 Tim. 2:15; Yoh. 5:39]. Kemudian Roh Kudus mengilhami para pemimpin gereja mula-mula untuk mengumpulkan kitab-kitab Perjanjian Baru.

Ada anggapan bahwa pihak Vatikan yang mengumpulkan Alkitab dan memberikannya kepada gereja, namun hal ini tidak benar. Alkitablah yang menumbuhkan gereja dan bukan sebaliknya.

Atas kehendak-Nya sendiri Dia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya [Yak. 1:18]

Sedihnya, pihak Vatikan bahkan tidak mengikuti aturan-aturan dari kitab yang mereka klaim mereka kanon. Sebagai contoh, mereka  mengubah Sepuluh Firman. Hal ini merupakan sebuah perubahan yang telah dinubuatkan di dalam nubuatan Alkitab.

Yahuwah menciptakan Adam dan Hawa untuk hidup dalam kebenaran tapi mereka memilih untuk meninggalkan panggilan mereka dan melanggar perintah Yahuwah. Dia memanggil anak-anak Nuh setelah air bah, tetapi tidak semua dari mereka tetap memegang panggilan mereka. Yahuwah memanggil anak-anak Israel keluar dari Mesir, tetapi mereka kemudian meninggalkan panggilan mereka, sehingga Yahuwah membiarkan semua orang yang keluar dari Mesir mati di padang gurun [kecuali Yosua dan Kaleb]. Anak-anak mereka kemudian masuk ke Tanah Perjanjian. Yahuwah memanggil bangsa Israel untuk menjadi umat-Nya, tapi mereka menyalibkan Anak-Nya.

Hanya karena seseorang [atau sekumpulan orang] dipanggil tidak menjamin bahwa mereka akan tetap setia pada panggilan mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s