Sabat Lunar adalah Meterai Yahuwah

Meterai adalah tanda yang mengesahkan kepemilikan terhadap sesuatu. Sesuatu yang sudah dimeterai tidak dapat diganggu gugat oleh pihak lain kecuali oleh pemilik meterai itu sendiri. Meterai Yahuwah bukanlah sebuah tanda kepemilikan biasa, meterai-Nya adalah sebuah jaminan perlindungan yang akan dinikmati oleh orang-orang yang memakainya.

Bagi Umat Sisa yang hidup di akhir zaman, pengudusan hari Sabat Lunar Alkitab adalah hal yang wajib, karena hari Sabat adalah sebuah tanda peringatan atau Meterai Yahuwah. Bersedia dan mau menguduskan hari Sabat berarti bersedia dan mau memakai meterai Yahuwah. Tindakan mengabaikan hari Sabat Alkitab adalah sebuah proklamasi perang melawan pemerintahan Surga.

Hari-hari Sabat-Ku juga kuberikan kepada mereka menjadi [tanda] peringatan diantara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah Yahuwah, yang menguduskan mereka [Yeh. 20:12]

Di dunia ini tidak ada wilayah abu-abu, tidak ada wilayah netral, jika kita tidak berada di pihak Yahuwah maka secara otomatis kita ada di pihak Iblis.

Meterai Yahuwah itu sendiri berada di dalam Sepuluh Firman. Dan diantara perintah-perintah Sepuluh Firman hanya hukum ke-4 yang mengandung tanda perjanjian kekal kita dengan Yahuwah.

Sama seperti semua meterai yang umum digunakan, hukum ke-4 mengandung semua unsur yang ada di dalam setiap meterai, yaitu: Nama, Jabatan [gelar] dan wilayah kekuasaan. Hanya di dalam hukum ke-4 terdapat:

Nama : Yahuwah, Eloah kita
Jabatan [gelar] : Pencipta
Wilayah Kekuasaan : Langit dan Bumi

Dengan memperhatikan ayat-ayat berikut dengan seksama, kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa hari Sabat adalah sebuah tanda peringatan atau Meterai Yahuwah:

Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara sebab itulah [tanda] peringatan antara Aku dan kamu turun temurun, supaya kamu mengetahui bahwa Akulah Yahuwah yang menguduskan kamu [Kel. 31:13]

Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan Sabat, turun temurun menjadi perjanjian kekal antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu [tanda] peringatan untuk selama-lamanya sebab enam hari lamanya Yahuwah menjadikan langit dan bumi dan pada hari yang ketujuh Dia berhenti bekerja untuk beristirahat [Kel. 31:16-17]

Sebab beginilah firman Yahuwah: “kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari sabat-Ku dan memilih apa yang Ku-kehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, kepada mereka akan Ku-berikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu [tanda] peringatan dan nama, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka [Yes. 56:4,5]

Akulah Yahuwah, Eloahmu: hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, kuduskanlah hari-hari Sabatku sehingga itu menjadi [tanda] peringatan diantara Aku dan kamu supaya orang mengetahui bahwa Akulah Yahuwah, Eloahmu [Yeh. 20:19,20]

Kata “peringatan” yang bergaris bawah pada ayat-ayat di atas dalam bahasa aslinya berasal dari kata yang artinya adalah “sebuah tanda”, atau lebih tepatnya “sebuah tanda peringatan”.

Perlu diingat juga bahwa menurut Alkitab; hari Sabat adalah sebuah perjanjian kekal! Jadi pengudusan hari Sabat pada zaman sekarang masih diharuskan dan tidak akan pernah dihentikan!

Sebab sejak dikuduskannya pada hari ke-7 penciptaan langit dan bumi dan sampai selama-lamanya di dalam Sorga hari Sabat tetap akan dikuduskan!

“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman Yahuwah, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman Yahuwah. [Yes. 66:22,23].

Sebelum ada satupun perintah yang tertulis diberikan kepada manusia di taman Eden, Yahuwah telah mengadakan hari Sabat untuk manusia, agar manusia:

• dapat menikmati saat-saat teduh bersama Yahuwah dalam jam-jam kudus hari Sabat,
• dapat menunjukkan kesetiaan mereka kepada Sang Pencipta dengan menaati perintah-Nya
•   dapat beristirahat.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, sudah nyata bahwa Meterai Yahuwah adalah hari Sabat, jika kita ingin mendapatkan perlindungan khusus dari Yahuwah maka kita perlu menguduskan Sabat. Meterai ini, yang menurut Alkitab, di pasang secara simbolis di dahi, mencakup area penyembahan kita kepada-Nya dan itu berpusat di dalam fikiran kita.

Menurut para ahli, bagian dari otak yang menjadi pusat kesadaran manusia adalah bagian otak yang ditutupi oleh dahi, bahkan kontrol terhadap alam bawa sadar manusia ada di bagian ini, sel-sel dalam pusat syaraf otak ini beregenerasi dan membentuk pola sesuai dengan apa yang manusia fikirkan.

Dengan demikian maksud dari “Memakai Meterai Yahuwah di dahi” adalah pembaharuan fikiran yang membuat kita menjadikan Yahuwah sebagai pusat dari semua pemikiran kita, di mana Yahuwah menjadi Elohim kita dan kita menjadi anak-anak tebusan-Nya. Melalui pembaharuan fikiran ini kita akhirnya memiliki fikiran yang sejalan dengan fikiran Yahuwah, sehingga kita sepenuhnya hidup sesuai dengan aturan hukum Yahuwah.

Pada hari Sabatlah kita benar-benar membuktikan bahwa tidak ada elohim lain bagi kita selain Yahuwah, karena hanya Yahuwah satu-satunya Pribadi yang memerintahkan pengudusan hari Sabat.

Pada hari Sabatlah kita benar-benar membuktikan bahwa kita tidak sujud menyembah pada elohim yang lain selain Yahuwah, Sang Pencipta kita, dengan jalan menguduskannya, menguduskan hari yang lain adalah bukti bahwa kita “tunduk” pada perintah dari pihak lain yang bukan Yahuwah, dan itulah yang disebut “berhala”.

Dalam situasi yang genting ini, pastikanlah bahwa anda telah memakai meterai Yahuwah! Kuduskanlah hari-hari Sabat-Nya yang ditentukan dengan Kalender-Nya sendiri! Ya, pastikan bahwa hari Sabat yang anda kuduskan adalah hari Sabat Alkitab yang ditentukan dengan kalender Alkitab, bukan hari Sabat yang ditentukan dengan kalender Masehi.

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Yahuwah “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Yahuwah, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Yahuwahlah yang mengatakannya [Yes. 58:13,14].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s