Dampak Gerakan Anti Yahudi Bagi Kekristenan

Setan tahu bahwa keselamatan berasal dari bangsa Yahudi [Yoh. 4:22] oleh karena itu dia selalu berusaha menghancurkan orang-orang Yahudi, sampai sekarang tren ini masih terus berlangsung, di mana-mana, bahkan dengan terang-terangan sebagian orang mengutuk keras orang-orang Yahudi.

Dari sejak awal sentimen anti Yahudi sudah ada, dua ayat Alkitab berikut adalah contohnya:

Orang-orang ini mengacau kota ini, karena mereka orang Yahudi dan mereka mengajarkan adat istiadat yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya
[Kisah Rasul 16:20,21]

Kaisar Klaudius telah memerintahkan supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma
[Kisah Rasul 18:2]

Sekalipun orang-orang Roma, pada abad-abad pertama memeluk Kristen namun mereka menolak semua hal yang berbau Yahudi, efeknya semua tradisi-tradisi Yahudi termasuk cara peribadatan mereka dan kalender penentu hari-hari raya Yahuwah diganti oleh orang Roma, dan karena paksaan dari Roma jugalah yang akhirnya membuat kaum Yahudi moderen memiliki kalender tetap sendiri yang berbeda dengan yang ada di dalam Alkitab.

Oleh karena perubahan-perubahan inilah Kekristenan menjalani tradisi-tradisi yang bertentangan dengan Alkitab yang diwariskan sampai hari ini, dan begitu banyak orang yang mempercayai dusta ini.

Perhatikan peringatan Alkitab berikut ini:

Karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka dan itulah sebabnya Yahuwah mendatangkan kesesatan atas mereka yang menyebabkan mereka percaya akan dusta supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan [2 Tesalonika 2:10-12]

Karena itu waspadalah supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum [2 Petrus 3:17]

Setan di masa lalu telah berhasil merusak kaum Yahudi yang akhirnya membuat wajah Kekristenan hari ini telah berubah, Kekristenan moderen tidak lagi hidup sesuai dengan petunjuk-petunjuk Alkitab yang murni. Sekarangpun Setan tetap tertawa karena mereka yang hendak kembali mengikuti tradisi-tradisi Yahudi pun kembali terjebak karena Yahudi moderen telah sepenuhnya berbeda dengan nenek moyangnya, yaitu orang Ibrani yang bertindak sesuai dengan aturan-aturan Alkitab yang murni.

Yahudi moderen hari ini telah berpatokan penuh pada Talmud mereka, Talmud itu bukan Kitab Suci! Dan khusus untuk menentukan hari-hari Ibadah, kaum Yahudi moderen menggunakan dua sistem kalender yang berbeda, untuk perayaan tahunan mereka menggunakan kalender tetap [yang juga berbeda dengan kalender Alkitab yang murni] dan untuk menguduskan Sabat mingguan mereka menggunakan kalender Masehi buatan para penyembah berhala di masa lalu.

Penggunaan dua sistem kalender yang benar-benar berbeda ini saja seharusnya sudah bisa membuka mata setiap orang untuk melihat kesalahan dalam tindakan mereka ini! Adalah tidak masuk akal jika hari-hari raya Alkitab ditentukan dengan dua sistem kalender yang bertolak belakang satu sama lain!

Generasi ini sadar atau tidak sadar telah berdiri menentang Yahuwah dengan jalan memelihara warisan tradisi yang telah bertentangan dengan perintah-Nya, oleh karena hukum dan kalender Yahuwah telah diubah sesuai dengan nubuatan Nabi Daniel.

Menguduskan hari Minggu sebagai perayaan atas kebangkitan Yahushua sepertinya adalah sebuah hal yang sangat indah, namun Yahuwah berkehendak lain, Yahuwah menginginkan cara lain untuk memperingati karya penyelamatan-Nya melalui Anak Tunggal-Nya yaitu melalui perayaan Paskah tanggal 14 bulan pertama kalender Alkitab, melalui hari raya Pendamaian, melalui Perjamuan Kudus, dan melalui prosesi pembabtisan yang benar yaitu pembaptisan selam, karena dalam semua hari-hari raya dan prosesi inilah nubuatan dan peringatan akan karya penyelamatan yang dikerjakan oleh Yahushua digambarkan.

Dengan kasih-Nya yang besar di akhir zaman ini Yahuwah mengadakan pencerahan kembali agar anak-anak-Nya dapat melihat kebenaran yang sudah lama terkubur dalam ketidaktaatan nenek moyang kita, dengan demikian kita dapat keluar dari tradisi salah yang akan mendatangkan murka Yahuwah, inilah panggilan terakhir Yahuwah di akhir zaman, yang memanggil kita keluar dari kelompok dan tradisi yang salah:

Pergilah kamu, hai umat-Ku pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya [Wahyu 18:4]

Mari renungkan perkataan Yahushua berikut ini:

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuan, Tuan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu dan mengusir setan demi nama-Mu dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak perna mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan! [Matius 7:22,23]

Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta, ia berkata kepadanya: “hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?” Tetapi orang itu diam saja, lalu raja itu berkata kepada hamba-hambanya: “ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” [Matius 22:11-13]

Jadi ketahuilah, sekalipun oleh anugerah Yahuwah melalui pengorbanan darah Anak-Nya anda beroleh hak untuk masuk ke dalam ruang perjamuan kawin Anak Domba itu, namun jika anda kedapatan tidak hidup sesuai dengan Sepuluh Hukum-Nya maka anda tetap akan dilempar keluar dari ruangan itu. Karena pakaian pesta itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (Wahyu 19:8).

Perbuatan dikatakan benar atau salah ditentukan oleh hukum, benar jika tidak melanggar hukum dan salah jika melanggar hukum

Di akhir zaman hukum Yahuwah yang akan dipakai untuk menghakimi semua perbuatan. Jika kita ingin selamat maka kita harus menggunakan standar Yahuwah dalam mengerjakan keselamatan kita, yaitu Sepuluh Hukum-Nya, janganlah kita membahayakan diri dengan tinggal dalam “zona nyaman” standar manusia, karena apa yang baik bagi manusia belum tentu baik di hadapan Yahuwah dan apa yang benar di mata manusia belum tentu benar di mata Yahuwah.

Takutlah akan Yahuwah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang [Pengkhotbah 12:13]

Bagi manusia dosa adalah segala perbuatan jahat, bagi manusia dosa adalah menyembah berhala, membunuh, tidak menghargai orang tua, berzinah, mencuri dan masih banyak lagi, tetapi bagi Yahuwah:

Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Yahuwah [1 Yohanes 3:4]

Hukum Yahuwah itu yang mana? 10 Firman!

Yahuwah berfirman kepada Musa: “naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Ku-tuliskan untuk diajarkan kepada mereka [Keluaran 24:12]

Bagi Yahuwah dosa itu adalah melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah-Nya yang Dia telah tulis sendiri dengan jari-jari tangan-Nya. Barangsiapa yang terus menegarkan hatinya melanggar dengan sengaja Perjanjian Abadi ini tidak akan mengambil bagian dalam kehidupan yang kekal.

Dengan jelas Alkitab telah mencatat bahwa perjanjian baru adalah perjanjian di mana hukum-hukum Yahuwah akan ditulis di dalam hati setiap orang yang mau beribadah kepada Yahuwah [Ibrani 8:10; 10:16,17]

Itulah standar hidup yang harus kita jalani setelah kita dibasuh dengan darah Kristus!

“Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”

Inilah kuncinya, jika anda mau tetap selamat, tetap kudus dan dosa-dosa anda dilupakan untuk selama-lamanya, maka peliharalah hukum-Nya senantiasa!

Tetapi jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuan dan Juruselamat kita, Yahushua Yang Diurapi, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” [2 Pet. 2:20-22]

Jika pada hari ini kamu mendengar suara-Nya jangan keraskan hatimu! Karena untukmulah dan untuk anak-anakmulah semua firman ini, agar kamu memperoleh kehidupan dan terhindar dari jerat-jerat maut!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s