Sepuluh Firman: Masih Pentingkah Dilakukan?

Di dalam Alkitab, Sepuluh Firman disampaikan dan  dijaga dengan cara yang sangat istimewa. Di sepanjang zaman Sepuluh Perintah telah dijadikan patokan dan menjadi induk dari segala hukum yang pernah dibuat manusia. Namun menjelang penutupan zaman, seiring dengan lahirnya banyak denominasi-denominasi yang mengatasnamakan perjanjian baru, keutamaan Sepuluh Firman perlahan mulai tergerus, dibeberapa denominasi Sepuluh Firman telah dimodifikasi dan bahkan beberapa diantaranya mulai ditinggalkan. Lantas, masih pentingkah Sepuluh Firman ini dilakukan?

Sepuluh Firman disampaikan secara langsung oleh Yahuwah sendiri tanpa perantara [Ulangan 4:12, Keluaran 20:22]. Penulisan Sepuluh Firman dilakukan oleh Yahuwah sendiri pada dua buah loh batu [Keluaran 31:18, Ulangan 4:13]. Untuk menyimpan Sepuluh Firman, Yahuwah secara khusus memerintahkan pembuatan Tabut Perjanjian [Keluaran 25:10-22].

Tiga hari sebelum Sepuluh Firman diberikan, Yahuwah memerintahkan kepada seluruh bangsa Israel agar menguduskan dan menyucikan diri. Dalam Keluaran 19:10-11 tertulis: Berfirmanlah Yahuwah kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga Yahuwah akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

Perintah untuk menyucikan dan menguduskan diri ini diikuti dengan peringatan-peringatan keras agar bangsa itu pada hari Yahuwah turun dari Sorga ke atas gunung Sinai, jangan mendaki gunung itu, jika mereka melanggar mereka akan binasa, bahkan binatang sekalipun pasti mati jika menyentuh gunung itu. Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.

Lalu Yahuwah berfirman kepada Musa: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka [Ulangan 4:10]. Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Yahuwah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.

Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena Yahuwah turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Lalu berfirmanlah Yahuwah kepada bangsa Israel dari tengah-tengah api; suara kata-kata mereka dengar, tetapi suatu rupa tidak mereka lihat, hanya ada suara, Yahuwah berbicara langsung kepada mereka menyampaikan Sepuluh Firman [Ulangan 4:12-13].

Lalu Yahuwah mengucapkan segala firman ini:

Akulah Yahuwah, Eloahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

1. Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku.
2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Yahuwah, Eloahmu, adalah EL yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
3. Jangan menyebut nama Yahuwah, Eloahmu, dengan sembarangan, sebab Yahuwah akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Yahuwah, Eloahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Yahuwah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Yahuwah memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Yahuwah, Eloahmu, kepadamu.
6. Jangan membunuh.
7. Jangan berzinah.
8. Jangan mencuri.
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Itulah Sepuluh Firman yang disampaikan langsung tanpa perantara kepada seluruh bangsa itu, dalam Keluaran pasal 20:21 dituliskan bahwa; seluruh bangsa itu menyaksikan langsung Yahuwah berbicara kepada mereka. Dan untuk memastikan bahwa hanya ada Sepuluh Firman, Musa berkata:

Yahuwah memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Dia menuliskannya pada dua loh batu [Ulangan 4:13]

Firman itulah yang diucapkan Yahuwah kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi, dituliskan-Nya semuanya pada loh batu lalu diberikan-Nya kepadaku [Ulangan 5:22]

Melihat pemandangan dahsyat itu, bangsa Israel menjadi takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Yahuwah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Yahuwah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.” Tapi bangsa itu tetap ketakutan dan berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Yahuwah ada. Sejak saat itu Yahuwah tidak perna lagi berbicara langsung kepada seluruh bangsa itu, melainkan hanya melalui perantaraan Musa.

Penting untuk dipahami bahwa rasul Paulus dalam segala pengajarannya tidak pernah menganjurkan jemaat untuk meninggalkan sepuluh Firman Perjanjian. Hal ini dengan sangat jelas dapat kita baca dalam kitab Kisah Rasul 21:21, di dalamnya tertulis dengan gamblang bahwa yang diajarkan oleh Paulus bukanlah supaya jemaat meninggalkan Sepuluh Firman Perjanjian tetapi supaya mereka tidak mengikatkan diri pada adat istiadat manusia. Dalam kehidupan Paulus sendiri nyata bahwa dia selalu menyesuaikan dirinya dengan sepuluh Firman Perjanjian, bahkan dalam perihal mengenai hari Sabat Rasul Paulus sendiri tidak perna lalai, di dalam keseluruhan kitab Kisah Rasul kita dapat menemukan fakta-fakta itu.

image

Tidak pernah ada perintah untuk meninggalkan atau menggantikan pengudusan hari Sabat. Semua tradisi salah yang telah kita jalani selama ini adalah murni pengajaran manusia yang berasal dari mereka yang tidak mengasihi dan mencintai kebenaran.

Kebanyakan penolakan yang saya terima ketika saya menyampaikan kebenaran-kebenaran ini adalah diseputar pengorbanan Yahushua. Memang pengorbanan Yahushua adalah segala-galanya tapi kita perlu mengerti dengan benar hal ini. Seorang pendeta berkata kepada saya: “Rishan, kamu memandang rendah Darah Kristus bila kamu berfikir bahwa orang yang melanggar Sepuluh Firman tidak akan selamat!”

Sungguh saya tidak pernah memandang rendah Darah Kristus yang telah menyelamatkan saya, untuk hal ini Yahuwah adalah saksi-ku, justru karena saya sangat menghargai-Nya maka saya tidak mau membiarkan satupun dari Sepuluh Firman-Nya ada yang gugur. Yahushua dengan jelas berkata:

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku [Yohanes 14:15]

Yahushua adalah benar-benar Anak Tunggal Bapa yang ada di Surga, namun banyak sekali orang yang membaca perkataan-perkataaan-Nya tanpa melihat sosok Bapa yang ada di balik perkataan-perkataan itu. Dengan sangat jelas Kristus berkata:

Aku dan Bapa adalah satu [Yoh. 10:30]

Sekarang pahamilah bahwa jika Yahushua berbicara mengenai sebuah perintah maka Dia pasti berbicara tentang perintah Bapa. Coba perhatikan baik-baik salah satu perkataan Yahushua berikut ini:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ANAK tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat BAPA mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan BAPA itu juga yang dikerjakan ANAK [Yohanes 5:19]

Bukan setiap orang yang berseru kepada-KU: Tuan! Tuan! Akan masuk ke dalam kerajaan Surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga [Matius 7:21]

Pengorbanan Kristus adalah anugerah terbesar bagi kita karena dengan pengorbanan itulah sehingga sekarang kita dapat memasuki ruang yang Mahakudus itu, tetapi jangan lupa bahwa untuk tetap dapat berdiri di dalam ruang Mahakudus itu, kita setiap saat harus hidup sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di ruang Mahakudus itu yaitu Sepuluh Perintah Yahuwah.

image

Satu-satunya bukti bahwa kita benar-benar mengasihi Yahuwah adalah ketika kita mau melakukan semua perintah-perintah-Nya, satu-satunya alat ukur bahwa kita benar-benar ada di dalam Yahuwah adalah Sepuluh Perintah-Nya.

Sebab inilah kasih kita kepada Yahuwah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat. [1 Yohanes 5:3]

Mengaku bahwa Yahushua adalah Anak Tunggal Bapa yang menghapus dosa dunia saja tidak cukup mengantar orang ke Surga karena bahkan setan-setanpun sangat percaya bahwa Yahushua adalah Anak Tunggal Bapa, dan Kitab Suci dengan jelas menuliskan bahwa setan-setan gemetar di hadapan Yahushua.

Di hari penghakiman yang besar itu semua lidah akan mengaku bahwa Yahushua, Anak Tunggal Yahuwah adalah Tuan atas segala tuan dan semua lutut akan bertelut menyembah Dia, tetapi itu bukan berarti bahwa semua pemilik lidah yang mengakui Dia dan semua pemilik lutut yang bertelut dihadapan-Nya akan selamat, karena semua orang akan dihakimi berdasarkan perbuatannya masing-masing.

Mari buka dan bacalah kitab Wahyu pasal 20 ayatnya yang ke-12 berikut ini:

“Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”.

Kegagalan manusia dalam perjanjian lama masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang yang tidak mengerti alur pekerjaan Yahuwah di dalam Kitab Suci.

Seorang Pendeta berkata kepada saya: jika besok-besok Rishan melanggar Sepuluh Perintah bagaimana? Rishan diusir “dong” dari hadapan Yahuwah? Bapak pendeta ini bertanya seperti itu karena bagi dia manusia sekarang semuanya tidak akan ada yang mampu melakukan semua perintah Yahuwah, semuanya pasti tidak akan bebas dari kesalahan. Dan cara berfikir seperti ini jugalah yang dimiliki oleh kebanyakan umat Kristen pada umumnya.

Kebenarannya adalah bahwa karena pengorbanan Yahushua aturan-aturan dalam Sepuluh Hukum tidak lagi menjadi sesuatu yang memberatkan untuk dilakukan oleh manusia saat ini, karena kuasa dosa yang semula mengikat kita telah dibinasakan di atas kayu salib.

Kita melakukan perintah-perintah Yahuwah saat ini bukanlah lagi di dalam tekanan karena takut berdosa, tetapi kita melakukannya dengan bahagia di dalam kasih dan cinta kita kepada-Nya karena kita tahu bahwa di dalam Dia kita telah diselamatkan dan telah dibebaskan dari segala penghukuman.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Yahushua [Roma 8:1]

Sebab inilah kasih kita kepada Yahuwah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Perintah-perintah-Nya itu tidak berat. [1 Yohanes 5:3]

Tetapi perlu diingat bahwa mengaku dengan mulut bahwa Yahushua adalah Sang Juruselamat yang Diurapi oleh Yahuwah tidaklah menjadi jaminan bahwa seseorang telah berada di dalam Dia. Ingat 1 Yohanes 2:4 berkata:

“Barangsiapa berkata bahwa: “aku mengenal Dia” tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran”.

Perintah Yahuwah yang harus dituruti itu yang mana? Sepuluh Firman Perjanjian-Nya! Bukalah dan baca kitab Keluaran 24:12 sebagai buktinya;

Yahuwah berfirman kepada Musa: “naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Ku-tuliskan untuk diajarkan kepada mereka.

Jadi sekarang agar kita terbebas dari penghukuman yang akan menimpa semua orang yang kedapatan tidak setia, maka kita harus tetap berada di dalam Yahushua, untuk mengerjakan keselamatan kita sesuai dengan standar Yahuwah, yaitu sesuai dengan aturan yang terdapat di dalam Sepuluh Firman.

Sepuluh Firman adalah perjanjian abadi yang harus tetap dilakukan disepanjang segala zaman baik di bumi yang fana ini maupun dalam kekekalan di surga, justru yang menjadi alasan mengapa bumi ini akan dibinasakan adalah karena banyak penduduknya yang melanggar perjanjian abadi ini [Yesaya 24:5]

Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Yahuwah, dengan itulah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia [ 1 Yohanes 2:5]

Cara paling aman untuk hidup di dunia ini adalah dengan meneladani hidup yang telah ditunjukkan oleh Kristus kepada kita.

image

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya [Yohanes 15:10]

Ruang Mahakudus dapat memberikan pelajaran yang baik dalam hal ini; selain Yahuwah dan Sepuluh hukum-Nya, tahukah anda bahwa ada lagi oknum lain di dalam sana? Ya, di sana ada malaikat Kerubim, dari arti katanya Kerubim itu adalah “pedang yang menyala”.

image

Mari perhatikan baik-baik; yang mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden adalah “pedang yang menyala-nyala” ini, mengertikah kamu maksud semua ini? Dapatkah kamu melihat benang merah di sana?

Kerubim ada di dalam ruang Mahakudus untuk tugas yang sama, yaitu mengusir setiap orang yang melanggar perintah dan hukum Yahuwah dari hadapan-Nya!

Melalui pengorbanan Yahushua kita memang telah dikuduskan, dibenarkan, dan dilayakkan untuk berdiri dihadapan takhta Yahuwah, tetapi apa kita dapat tahan berdiri tegap dihadapan-Nya? Atau mala terusir dari hadapan-Nya? Sepuluh Hukum-Nya yang akan menentukan, itulah KUHAP milik Yahuwah!

image

Ambillah contoh pada orang yang bepergian ke luar negeri, untuk masuk ke suatu negara kita membutuhkan passpor –itulah Darah Yahushua dalam dunia roh- namun di Negara itu kita harus hidup sesuai dengan peraturan yang ada, jika kita melanggar maka kita akan dideportasi. Inilah pesan Yahushua untuk kita yang hidup di akhir zaman:

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia [Lukas 21:36]

Jika engkau ingin masuk kedalam hidup, turutilah segala perintah Yahuwah [Matius 19:17]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s