Paradoks Rasul Paulus yang Diartikan Salah

Generasi zaman sekarang adalah generasi pemuja kebebasan yang tidak lagi mementingkan aturan dan hukum. Sungguh generasi ini telah begitu dibutakan oleh Setan sehingga generasi ini menjadi generasi yang tidak lagi peduli pada hukum-hukum Yahuwah. Generasi ini telah dibius dengan ayat-ayat Alkitab yang dimanfaatkan hanya untuk memotivasi dan bukan untuk memperingati bahaya-bahaya dosa. Tulisan dan perkataan Rasul Paulus adalah yang paling banyak diselewengkan dan diartikan salah, sehingga membuat generasi ini tidak lagi mengenal betapa pentingnya hukum-hukum Yahuwah.

Dalam roh Paulus telah mengetahui semua hal ini, dan memperingati kita dalam Kisah Para Rasul 20:29-30 dengan berkata:

“Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikuti mereka”.

Pengajar-pengajar zaman sekarang tidak lagi dapat mengajarkan ajaran yang benar karena telah ikut larut dalam campuran tradisi masa lalu yang telah begitu kental, apa yang mereka lakukan saat ini hanyalah menahan generasi ini pada wilayah abu-abu yang tidak lagi panas atau dingin tetapi dalam keadaan suam-suam kuku.

Semua pengajaran telah bertitik pada; bagaimana manusia dapat menikmati hidup sebaik-baiknya di dunia, dan tidak lagi menitikberatkan pengajaran pada ketaatan dan kesetiaan terhadap hukum dan aturan-aturan Yahuwah. Manusia telah digiring untuk menjalani kehidupan dengan standar dunia dan bukan dengan standar Yahuwah sendiri.

Perkataan-perkataan Paulus telah “dicaplok” begitu saja untuk membenarkan tradisi turun temurun yang telah dianggap imfabilitas, tradisi-tradisi keagamaan telah dianggap benar bahkan dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak.

Piluh rasanya melihat bahwa generasi-generasi ini tidak dapat lagi melihat prinsip-prinsip Yahuwah dalam Kitab Suci, tidak ada yang mengerti bahwa Yahushua datang dan Dia berbicara dalam banyak perumpamaan, tidak ada yang mengerti bahwa Paulus diutus dan dia berbicara dalam banyak paradoksyaitu pernyataan yang nampaknya berlawanan dengan kebenaran umum namun sesungguhnya mengandung kebenaran sejati–.

Kebenaran itu disampaikan melalui perumpamaan dan paradoks agar pada generasi ini genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi:

Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati generasi ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Yahuwah menyembuhkan mereka (baca, Matius 13:14,15,16).

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat
dan telingamu karena mendengar

Paulus adalah rasul yang diberkati dan dia telah meletakkan seluruh pengajarannya di atas “dasar batu karang”, di atas Yahushua, Sang Batu Karang Sejati, tetapi serigala-serigala zaman ini telah menyesatkan banyak orang dan mereka menggunakan perkataan-perkataan Paulus menjadi “dasar pasir” untuk mendirikan tradisi-tradisi agamawi yang bertentangan dengan Yahuwah.

Saya akan mengungkapkan beberapa paradoks yang disampaikan oleh Paulus dan mengungkapkan arti sebenarnya kepada kamu, tetapi tulisan ini tidak dibuat untuk memuat semua paradoks-paradoks Paulus, yang terpenting adalah agar kamu dapat menangkap kebenaran sejati dari paradoks-paradoks Paulus.

Hukum Taurat” atau “Hukum Yahuwah”, sering disebut Taurat dalam bahasa Ibrani, diberi nama Taurat karena hukum ini pertama-tama diberikan kepada Israel/kaum Yahudi lahiriah, tetapi hukum ini adalah hukum universal yang berlaku bagi semua orang.

Dalam terjemahan KJV hukum ini juga hanya disebut “law” tanpa “embel-embel”, dari bahasa asli bahaya Yunani juga hanya disebut “nomos” tanpa “embel-embel” juga.

Kunci mengerti perumpamaan dan kunci mengerti paradoks adalah sama yaitu kita harus mengetahui eksistensi Yahuwah dan kehendak-Nya yang kekal, kita harus mengunci fikiran kita pada kenyataan bahwa Yahuwah tidak berubah dan Dia tidak akan bisa diubah.

Sebelum kita melangkah jauh ke dalam paradoks-paradoks Paulus, ketahuilah bahwa di depan orang-orang Yahudi yang mengecam dia, Paulus dalam Kisah Rasul 25:8 berkata:

“Aku sedikitpun tidak bersalah terhadap
Taurat orang Yahudi maupun terhadap
bait Yahuwah atau terhadap Kaisar”

Paulus setia dan taat pada perintah dan Hukum Yahuwah, dia bukan pembelot Yahudi tetapi dia adalah Yahudi yang menerima Yahushua sebagai Juruselamat dan menjadi rasul-Nya. Perkataan-perkataannya berupa paradoks itulah yang menyebabkan orang-orang sebangsanya salah mengerti dirinya, sama persis dengan generasi sekarang, yang buta dengan paradoks.

Paradoks Paulus yang dipakai orang-orang zaman sekarang yang paling menyesatkan banyak gereja adalah yang diambil dari kitab Efesus 2:15, di sana tertulis:

Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia
Dia telah membatalkan hukum Taurat
dengan segala perintah dan ketentuannya,
untuk menciptakan keduanya
menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya
dan dengan itu mengadakan damai sejahtera

Dalam ayat di atas ini seolah-olah Paulus berkata bahwa Hukum Yahuwah telah batal dan karena itu tidak perlu dilakukan lagi. Tapi sesungguhnya maksud Paulus tidak seperti itu, dia tidak pernah membatalkan Hukum Yahuwah, oleh karena itu dia, dalam Roma 3:31 berkata:

Jika demikian,
adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman?
Sama sekali tidak!
Sebaliknya kami meneguhkannya.

Jika kamu belum mengerti paradoks, lihatlah! Inilah yang saya maksudkan dengan paradoks! Kedua perkataan Paulus nampak bertentangan bukan? Ayat-ayat seperti inilah -dan masih banyak yang lain- yang telah disalah gunakan oleh “serigala-serigala” buas untuk menyesatkan banyak orang di generasi sekarang. Tetapi Paulus sendiri tidak pernah membatalkan Hukum Yahuwah karena Paulus dengan sangat jelas mengetahui bahwa Hukum Yahuwah tidak bisa berubah; di dalam versi bahasa Inggris (KJV), kita akan melihat dengan lebih jelas, Paulus berkata:

Do we then make voit the law through faith?
Yahuwah forbid:
yea, we establish the law!

Perhatikan bagian yang saya garis bawahi, kalimat “sama sekali tidak!” diterjemahkan dari kalimat “Yahuwah forbid” yang artinya adalah “Yahuwah mengharamkan”. Paulus dengan tegas mengatakan bahwa dia sama sekali tidak membatalkan Hukum Taurat, dia justru meneguhkan Hukum itu karena Yahuwah mengharamkan Hukum-Nya dibatalkan!

Rasul Paulus dapat berkata seperti itu karena dia adalah mantan ahli kitab yang benar-benar mengetahui ayat-ayat berikut ini:

Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan KU-ubah [Mazmur 89:35]

Aku Yahuwah, Aku tidak berubah [Maleakhi 3:6]

Yahushua sendiri berkata dengan sangat tegas kepada banyak orang:

Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal [Lukas 16:17]

Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya [Matius 5:17]

Mari kita melihat beberapa paradoks dari Paulus yang lain:

Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Yahuwah
oleh karena melakukan hukum Taurat
karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa
[Roma 3:20]

Di dalam Roma 3:20 ini seolah-olah Paulus berkata bahwa tidak ada orang yang dibenarkan Yahuwah karena melakukan hukum Taurat dan seolah-olah dia berkata bahwa justru karena hukum Tauratlah manusia mengenal dosa, tetapi coba perhatikan kata-kata Paulus sebagai lawan dari paradoks diatas;

Orang yang melakukan hukum Taurat akan dibenarkan [Roma 2:13]

Hukum Taurat orang Israel mendatangkan kebenaran [Roma 9:31]

Hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik [Roma 7:12]

Hukum Taurat itu baik [1 Timotius 1:8]

Selanjutnya di dalam Roma 7:6 terdapat contoh paradoks yang lain, Paulus seolah-olah berkata bahwa kita telah dibebaskan dari Hukum Taurat dan sekarang melayani dalam keadaan baru menurut roh dan seakan-akan Paulus berkata bahwa Hukum Taurat itu tidak rohani.

Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat sebab kita telah mati bagi dia yang mengurung kita sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat [Roma 7:6]

Tapi coba perhatikan perkataan-perkataan Paulus sebagai balasan dari paradoks diatas berikut ini:

Kita mati oleh hukum dan untuk hukum

-tidak perna bebas dari hukum-

[Galatia 2:19]

Sebab kita tahu bahwa hukum Taurat adalah rohani [Roma 7:14]

Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Yahuwah [1 Korintus 7:19]

Aku tidak hidup diluar hukum Yahuwah… [1 Korintus 9:21]

Itulah beberapa contoh pernyataan paradoks dari Paulus, sebenarnya masih banyak yang lain tetapi tidak akan saya paparkan semuanya disini, sambil berdoa, silahkan mempelajari sendiri paradoks yang lain dalam urapan Roh Kudus agar kamu tidak salah mengartikannya.

Sekarang bisa saja kamu menjadi bingung dengan Paulus, tetapi ketahuilah Paulus bukanlah rasul dan penginjil yang “plin-plan”, dia tetap konsisten di dalam kebenaran Yahuwah dan dia tetap setia dalam segenap Hukum Taurat. Rasul Paulus adalah seorang rasul yang unik, karena dia secara khusus diutus untuk menginjili bangsa-bangsa lain, dia menulis surat-suratnya dengan gaya yang unik pula berdasarkan hikmat yang diberikan kepadanya oleh Yahuwah.

Cara paling mudah untuk mengenal Paulus dengan cepat dan benar adalah dengan memperhatikan cara hidupnya dan mengikuti teladan yang telah dia contohkan.

image

Koleganya, yaitu rasul Petrus dengan jujur dan terbuka mengakui bahwa di dalam tulisan-tulisan Paulus banyak “hal-hal yang sukar di pahami” yang akhirnya disalah gunakan dan diputar balikkan oleh orang-orang yang tidak mengenal hukum dan yang tidak teguh di dalam iman. Sebagai “ketua” dari semua rasul-rasul, rasul Petrus telah mengkonfirmasi semua tulisan-tulisan Paulus yang bersifat paradoks agar kita dapat mengerti dengan benar semua tulisan-tulisan itu. Rasul Petrus telah dengan sangat jelas mengungkap bahwa tulisan-tulisan Paulus tidak ada yang salah hanya saja ada bagian yang “sukar dipahami”.

Rasul Petrus juga memperingati kita agar kita tidak salah mengartikan perkataan-perkataan Paulus dengan jalan tetap berpegang teguh pada iman di dalam pengenalan yang benar akan hukum Yahuwah. Dalam 2 Petrus 3: 14-18, Rasul Petrus mengkonfirmasi semua pengajaran-pengajaran Rasul Paulus dengan berkata:

Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. Anggaplah kesabaran Tuan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. Tetapi kamu saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuan dan Juruselamat kita, Yahushua yang Diurapi. Bagi-Nyalah kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s