Hidup Dalam Perjanjian Baru harus taat pada Sepuluh Perintah

Hanya ada satu Yahuwah, oleh karena itu hanya akan ada satu hukum, dan Hukum Yahuwah ini pertama-tama dinyatakan kepada bangsa Israel lahiriah untuk diteruskan kepada segala bangsa di bumi, sesuai dengan janji Yahuwah kepada Abraham bahwa oleh dia semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat [Kejadian 12:3].

Sekitar dua ribu tahun setelah perjanjian itu diberikan, Yahushua hadir di bumi dan kembali menegaskan hal yang sama bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi [lahiriah], tercatat dalam Yohanes 4:22.

Sang Pencipta adalah Eloah yang konsisten, pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran, ketetapan dan hukum-hukum-Nya adalah sebuah perjanjian kekal yang tidak akan dibatalkan.

Keberadaan Hukum Yahuwah berawal dan berakhir bersama Yahuwah,
sejak Yahuwah ada, Hukum-Nya juga sudah ada,
karena Yahuwah kekal maka kekallah pula hukum-hukum-Nya

Pengikut Yahushua banyak yang telah salah memahami arti dari perjanjian baru dengan lahirnya banyak anggapan bahwa perjanjian baru telah membatalkan perjanjian lama.

Jika demikian,
adakah kami membatalkan Hukum Yahuwah (perjanjian lama) karena iman (perjanjian baru)?
Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Ayat di atas adalah ungkapan Paulus dalam Roma 3:31, Paulus adalah seorang ahli hukum yang benar-benar mengerti arti perjanjian lama dan perjanjian baru, dia mengetahui dengan pasti bahwa perjanjian baru adalah perjanjian lama yang diteguhkan ulang, karena Yahuwah sendiri dalam kitab Yehezkiel pasal 16:60,62 dengan jelas telah berkata:

Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu (perjanjian lama) dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal (perjanjian baru), Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan engkau dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah, Yahuwah.

Bagaimana cara peneguhan perjanjian lama ini pun dengan terang-terangan telah diungkapan oleh Yahuwah sendiri dengan berkata:

Aku akan mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu
[Yehezkiel 16:23]

Melalui perjanjian lama, Yahuwah menuntun umat-Nya untuk mengenal semua ketetapan hukum-hukum-Nya dan sekaligus mengungkapkan rencana keselamatan-Nya yang dirancang untuk semua manusia yang mau kembali kepada-Nya.

Perjanjian lama mengandung “Sepuluh Firman Perjanjian” antara Yahuwah dan manusia yang ditulis dengan jari Yahuwah sendiri di atas dua loh batu dan disimpan di dalam peti mahakudus yang diberi nama sesuai dengan fungsinya yaitu Tabut Perjanjian. Sepuluh Hukum inilah yang harus dilakukan oleh semua manusia sebagai tanda kesetiaan manusia kepada Yahuwah, dan Sepuluh Hukum ini jugalah yang akan dipakai Yahuwah untuk menghakimi semua manusia di bumi.

image

Namun oleh karena dosa telah menguasai semua manusia sejak dari taman Eden, maka manusia selalu tidak berdaya untuk memenuhi semua tuntutan Yahuwah, dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan Yahuwah, sebuah kemuliaan yang membuat manusia segambar dengan Yahuwah, bebas dari kuasa dosa.

Di dalam daging manusia akan terus dikalahkan oleh dosa sampai dosa itu sendiri dapat dikalahkan, persoalan besarnya adalah tidak ada manusia yang dapat mengalahkan dosa karena semua manusia telah tunduk kepada dosa dan menjadi hamba dosa.

Dari sejak semula, yaitu ketika manusia belum jatuh ke dalam dosa, Yahuwah sudah menetapkan bahwa upah dosa adalah kematian, dan kematian hanya bisa terjadi jika darah ditumpahkan, oleh karena itu tanpa penumpahan darah tidak akan ada pengampunan dosa.

Rencana awal Yahuwah bagi manusia tentu bukanlah kematian melainkan kehidupan yang kekal nan bahagia bersama Dia di dalam Surga, ketidaktaatan manusialah yang menyebabkan kematian itu.

Rencana Yahuwah tentu tidak akan gagal hanya karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, karena itu Dia, menurut hikmat-Nya, membuat rencana penyelamatan manusia, sebagai permulaan Yahuwah memakai darah binatang pada perjanjian lama untuk menutupi dosa itu agar manusia tidak mati seketika itu juga.

Darah binatang hanya menutupi dosa, bukan menghapusnya, sehingga di dalam perjanjian lama seseorang yang dinyatakan berdosa berdasarkan hukum Yahuwah harus berulang-ulang membawa korban persembahan berupa binatang untuk menutupi setiap dosa yang dia lakukan, tetapi dosa itu sendiri tidak hilang, tetap ada, hanya ditutupi.

Berhubung semua manusia telah takluk di bawah kuasa dosa maka satu-satunya peluang manusia agar benar-benar dapat dibebaskan dari dosa hanyalah Yahuwah, hanya Dia yang berkuasa atas segala-galanya. Namun, jika karena cinta-Nya kepada manusia Dia mengampuni dosa manusia dari Surga tanpa melakukan apa-apa di bumi maka Dia secara otomatis telah melanggar Hukum-Nya sendiri yang telah ditetapkan sejak semula, dan Yahuwah tidak akan melakukan itu karena DIA adalah Yahuwah yang konsisten dan tidak perna bertentangan dengan diri-Nya sendiri.

Dosa yang terjadi di dalam daging
harus diselesaikan di dalam daging

Konsistensi Yahuwah kembali dapat kita saksikan melalui kedatangan perjanjian baru, yang menjadi bukti bahwa Yahuwah tidak perna berubah dan bahwa Yahuwah tidak perna melanggar Hukum-Nya sendiri. Inilah rahasia penyelamatan manusia, yang telah dirancang dari sejak semula, sebuah perjanjian baru yang dinubuatkan dalam perjanjian lama: Yahuwah mengutus Yahushua turun ke bumi menjadi manusia, agar Dia dapat membinasakan dosa yang berkuasa di dalam daging dengan jalan menumpahkan darah-Nya sendiri. Dengan jalan itulah Yahuwah telah menyelamatkan manusia dengan meneguhkan hukum-Nya sendiri.

image

Dan setiap kita yang bersedia menyambut penyelamatan versi Yahuwah ini, kepada kita diberikan sebuah perjanjian baru dengan diri-Nya, sebuah perjanjian baru yang berasal dari perjanjian lama yang diteguhkan kembali. Kegagalan manusia memahami hal ini disebabkan karena manusia tidak mengerti betul apa tujuan Yahushua datang ke bumi:

Yahushua datang untuk menghentikan korban sembelihan dan korban santapan
[Daniel 9:27]

Karena dengan matinya di kayu salib, Dia telah menggenapi semua nubuatan tentang pengorbanan binatang yang dilakukan setiap hari. Paulus dalam kitab Ibrani mengungkapkan bahwa Yahushua telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan manusia di dalam perjanjian lama [Ibrani 9:15].

Yahushua telah mati
oleh hukum untuk hukum

Di dalam perjanjian baru ini, Yahushua telah membinasakan dosa dan semua kutuk yang mengikutinya untuk selama-lamanya. Jadi sekarang pengorbanan binatang, dan pencurahan darah binatang tidak diperluhkan lagi karena tidak ada lagi dosa yang harus ditutupi, semua dosa telah dihapuskan oleh Yahushua sendiri dengan membayar lunas semua hutang dosa itu dengan darah-Nya sendiri.

image

Pertanyaannya sekarang adalah apakah yang harus kita lakukan dalam perjanjian baru ini? Apakah karena kita telah dimerdekakan dari dosa maka sekarang kita hidup tanpa hukum?

Tentu saja tidak, perjanjian baru adalah perjanjian lama yang diteguhkan ulang, hukum Yahuwah di dalam perjanjian baru sama dengan hukum Yahuwah yang ada dalam perjanjian lama, karena sekali lagi Yahuwah tidak perna berubah.

Setiap perjanjian memiliki aturan atau hukum yang harus dipegang oleh kedua pihak yang melakukan perjanjian.

Tidak ada sebuah perjanjian
yang tidak memiliki aturan dan hukum

Aturan-hukum di dalam “perjanjian” dilakukan sebagai tanda kesetiaan dan tanda penghormatan terhadap “perjanjian” yang disepakati, kesetiaan melakukan semua aturan-hukum yang terdapat di dalam “perjanjian” itu akan membuat tujuan dari “perjanjian” itu dinikmati bersama oleh kedua bela pihak, namun pelanggaran yang dilakukan terhadap aturan-hukum di dalam “perjanjian” itu akan memisahkan kedua bela pihak yang melakukan “perjanjian” itu.

image

Perjanjian lama dan perjanjian baru memiliki hukum yang sama karena keduanya diberikan oleh Yahuwah yang tidak berubah. Hukum itu adalah Sepuluh Firman Perjanjian yang disimpan di dalam Tabut Perjanjian. Perjanjian lama ditandai dengan sunat lahiriah dan disahkan dengan darah binatang, perjanjian baru ditandai dengan baptisan kelahiran kembali dan disahkan dengan darah Yahushua sendiri. Dalam 1 Korintus 7:19 Rasul Paulus menanggapi status perjanjian lama yang telah diteguhkan dalam perjanjian baru dengan berkata:

Sebab bersunat dan tidak bersunat tidak penting.
Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Yahuwah

Setiap orang yang ingin mengambil bagian dalam perjanjian baru yang ditawarkan oleh Surga ke pada dunia, harus mentaati dan setia melakukan Sepuluh Firman Perjanjian Yahuwah.

Mari kita merenungkan arti kematian Kristus;

Bukankah Dia mati untuk merobohkan tabir yang menutupi jalan menuju ruang Mahakudus di dalam bait suci itu?

image

Sekarang tabir pemisah itu sudah tidak ada, oleh anugerah Yahuwah, kita beroleh kesempatan untuk langsung datang menghadap ke dalam ruang Mahakudus di mana Yahuwah ada, tetapi apakah di ruangan Mahakudus ini hanya ada Yahuwah? Tidak! Lalu? Mari perhatikan baik-baik, di dalam ruang Mahakudus itu Ada Yahuwah dan ada Sepuluh Hukum-Nya.

Inilah perjanjian(baru) yang akan kuadakan bagi mereka
sesudah (perjanjian lama)waktu itu,
Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka
dan menuliskannya di dalam akal budi mereka
[Ibrani 10:16 Yeremia 31:33-34]

Demikianlah kamu harus berpegang
pada segala ketetapan-Ku dan pada segala peraturan-Ku
serta melakukan semuanya itu; Akulah Yahuwah
[Bilangan 19:37]

Namun pada saat ini sangat banyak orang yang mengaku hidup dalam perjanjian baru tidak lagi setia pada Sepuluh Firman akibat ajaran salah yang telah dilakukan turun temurun dan akibat tipu daya setan yang telah mengubah kalender dan Hukum Yahuwah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s