Tritunggal Tidak Alkitabiah

Doktrin Tritunggal atau kadang disebut Trinitas adalah sebuah doktrin turun temurun yang dipegang kuat di hampir semua kalangan umat Kristen. Doktrin ini telah “ditelan bulat-bulat dengan iman”, walaupun kata tritunggal atau trinitas tidak pernah disebutkan dalam lembaran-lembaran Alkitab, dan malahan justru kita temukan pada agama-agama berhala kuno. Apakah anda percaya bahwa Bapa adalah Yahuwah, Anak adalah Yahuwah, Roh Kudus adalah Yahuwah, dan Ketiganya adalah sama? Itu semua BUKANLAH apa yang diajarkan Alkitab!

Doktrin Tritunggal menyatakan:

image

“Bapa itu Allah Putra itu Allah dan Roh Kudus itu Allah,
namun bukan ada tiga Allah, melainkan hanya satu Allah.
Jadi terdapat Satu Bapa, bukan tiga bapa;
satu Putra, bukan tiga putra,
satu Roh Kudus, bukan tiga roh kudus.
Dan dalam Tritunggal ini tidak ada yang mendahului atau kemudian,
tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil,
tetapi semua tiga Pribadi adalah sama-sama kekal dan agung”.

Walaupun agama-agama lain selama ribuan tahun telah menyembah dewa Tritunggal sebelum kelahiran Yahushua, namun Tritunggal bukanlah bagian dari dogma Kristen pada tiga abad pertama setelah kenaikan Yahushua, ini semua adalah fakta sejarah yang dapat dibuktikan dengan dokumen-dokumen kuno.

Doktrin tritunggal ini barulah lahir setelah dibahas selama tiga tahun pada abad ke-empat dalam Konsili Nicea. Kesulitan untuk menjelaskan bagaimana “sifat Yahuwah yang sebenarnya” dan “bagaimana hubungan Yahuwah dan Yahushua” yang membuat adanya perbedaan pendapat ini. Orang-orang yang menolak doktrin tritunggal dalam konsili ini dikucilkan bahkan dibunuh.

Pada zaman sekarang, perihal ini, sama dengan perihal Sabat, kebanyakan orang Kristen menerima doktrin tritunggal tanpa pertanyaan dan tidak menyadari bahwa ada suatu masa ketika persoalan ini menjadi sangat kontroversial yang menyebabkan orang-orang kehilangan nyawa mereka untuk menolak doktrin tritunggal ini.

Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada Satu Eloah, yaitu Yahuwah, yang gelar-Nya adalah Bapa, dan Yahushua adalah Anak-Nya!

Tidak ada Eloah lain selain dari pada Dia yang esa. Sebab sungguhpun ada apa yang disebut elohim baik di sorga, maupun di bumi [dan memang benar ada banyak “elohim” dan banyak “tuan” yang demikian] namun bagi kita hanya ada satu Eloah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuan saja, yaitu Yahushua, yang melalui Dia segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. [Lihat 1 Korintus 8:4b-6].

“Yahuwah itu Esa” [Ulangan 6:4].
Karena Eloah itu esa [1 Tim. 2:5].

Karena begitu besar kasih Yahuwah akan dunia ini, sehingga Dia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. [Lihat Yohanes 3:16].

Terpujilah Eloah dan Bapa Tuan kita Yahushua, yang dalam Yahushua telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. [Lihat Efesus 1:3].

Alkitab mengungkapkan lebih lanjut kepada kita bahwa Yahushua mengakui dan menegaskan bahwa Bapa-Nya lebih besar dari diri-Nya dan bahwa Dia tunduk kepada Bapa!

“Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” [Yohanes 14:28].

Tetapi Aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus adalah Yahuwah. [Lihat 1 Korintus 11:2].

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Elohim yang benar, dan mengenal Yahushua yang telah Engkau utus. Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. [Yohanes 17:3].

Jadi Alkitab konsisten pada kebenaran bahwa “TUHAN” itu Esa, Yahuwah sendiri telah berfirman:

Sebelum Aku tidak ada “Allah” dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi [Yesaya 43:10]

Iklan

4 respons untuk ‘Tritunggal Tidak Alkitabiah’

  1. Bapa itu Allah Putra itu Allah dan Roh Kudus itu Allah,
    namun bukan ada tiga Allah, melainkan hanya satu Allah.
    Jadi terdapat Satu Bapa, bukan tiga bapa;
    satu Putra, bukan tiga putra,
    satu Roh Kudus, bukan tiga roh kudus.
    Dan dalam Tritunggal ini tidak ada yang mendahului atau kemudian,
    tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil,
    tetapi semua tiga Pribadi adalah sama-sama kekal dan agung”……
    Permaslahan yang kemudian timbula adala keberadaan PUTRA ALLAH……. yang namanya PUTRA sudah pasti adalah lebih belakangan atau lebih kemudian daripada BAPA……jadi kalo demikian statemen diatas langsung gugur dengan sendirinya tanpa harus pakai dalil segala macam

    1. Kebohongan yang parah selalu meninggalkan jejak di belakangnya, bahkan setelah kebohongan itu telah dipatok, itulah sebuah fakta yang diketahui oleh semua ahli pembohong di dunia ini dan oleh semua orang yang berkonspirasi bersama-sama dalam seni berbohong.

  2. John 14:16-17 seringkali digunakan sebagai referensi terkait Roh Kudus yang dijanjikan oleh Kristus, yang disebutnya sebagai seorang Penolong. Namun pada ayat 17b dan ayat selanjutnya (John 14:18), Yesus menyatakan bahwa : “Tetapi kamu (murid-murid Yesus) MENGENAL Dia (Penolong itu), sebab Ia (Penolong itu) menyertai kamu dan akan DIAM DI DALAM KAMU. Aku (Yesus) TIDAK AKAN MENINGGALKAN KAMU sebagai yatim piatu. Aku (Yesus) DATANG KEMBALI KEPADAMU”.

    Murid-murid memahami siapakah pribadi dari sang Penolong itu, respon mereka ada pada ayat selanjutnya lagi (John 14:22) : “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau (Yesus) hendak menyatakan diri-Mu (pribadi Yesus sendiri) kepada kami (murid-murid yang sedang berkomunikasi dengan Yesus pada saat itu), dan bukan kepada dunia?”. Yudas tidak menanyakan siapakah (“Who”) Penolong yang dijanjikan itu, namun Yudas menanyakan bagaimanakah (“How”) sang Penolong itu hanya dinyatakan kepada murid-murid nya saja, dan bukan pada semua orang.

    Pribadi sang Penolong (Roh Kudus) tidak dapat dipisahkan daripada pribadi Yesus. Yesus menyatakan bahwa “Sebab jikalau Aku (Yesus) tidak pergi, Penghibur (Penolong) itu tidak akan datang kepadamu, tetapi JIKALAU AKU PERGI, AKU (Yesus) AKAN MENGUTUS DIA (Penolong) KEPADAMU. Yohanes pun memberikan penjelasan kepada Yesus harus pergi dahulu sebelum Penolong itu datang melalui John 7:39 : “sebab Roh itu belum datang, KARENA YESUS BELUM DIMULIAKAN”. Bandingkan dengan doa Yesus kepada Bapa di bukit menjelang hari kematiannya (John 17:1), apakah yang Ia minta: “PERMULIAKANLAH ANAK-MU, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau”, sehingga (John 17:21) “supaya mereka (semua orang yang percaya kepada Yesus, anak tunggal dari Allah yang hidup) menjadi satu, ….. Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau (Bapa), agar MEREKA JUGA DI DALAM KITA (di dalam Bapa dan Anak)”.

    Saudaraku, pribadi sang Penolong bukanlah pribadi yang lain, namun adalah pribadi daripada Yesus sendiri, pribadi Sang Anak yang sudah ada dari sejak dunia belum dijadikan, bahkan yang telah mengalami dan menjalani hidup dengan sempurna sebagai seorang manusia, bahkan taat sampai mati, (Ibr 2:18, “Sebab oleh karena Ia (Yesus) telah menderita karena pencobaan, maka Ia (Yesus) DAPAT MENOLONG MEREKA YANG DICOBAI), itulah yang diberikan NYA pada saat ini untuk diam dan tinggal DI DALAM KITA dan karena itulah kita beroleh keselamatan, (2 Kor 3:17 – KJV, LEB, WEB, ESV, NIV “The LORD (Christ Jesus) IS THAT SPIRIT, and where the Spirit of the Lord is, there is liberty”), dapat memanggil Sang Bapa, Allah yang Maha Tinggi, satu-satunya Allah yang benar, sebagai “Bapa” kita (Gal 4:6 “maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya KE DALAM HATI KITA, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa! Jadi kamu bukan lagi hamba melainkan anak;”.

    Saudaraku, inilah fondasi daripada keselamatan yang dirancang Allah melalui Anak-Nya yang tunggal (John 17:3). Kita cenderung melihat dan memahami ayat-ayat dari kacamata doktrin yang sudah kita kenakan sebelumnya sehingga menimbulkan bias, dan menghindarkan kita untuk memahami kebenaran. Dengan memahami siapakah Yesus, apa yang telah diperbuat dan dikerjakan-Nya dari awal, hingga pada saat ini, serta memahami siapakah pribadi daripada Roh Kudus yang terus menyertai kita, DI DALAM KITA, saat itu lah kita bisa beroleh kekuatan.

    1. setuju pak, dengan menyadari dan mengetahui hal ini, kita seharusnya makin bersemangat karena kita tahu kita tidak ditinggal sendirian, kita memiliki penolong dan penghibur yang tinggal di dalam diri kita yang akan terus menyertai, menolong dan menuntun kita sampai maranatha. HaleluYah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s