Sejarah munculnya nama Allah dan Yesus dalam Alkitab Indonesia

Ketika kebenaran tentang Nama Sejati dari Yahuwah dan Yahushua diberitakan, banyak orang yang menolaknya karena selain nama-Nya yang asli tidak pernah diberitakan dari atas mimbar gereja juga karena di dalam Alkitab terjemahan LAI yang ada pada saat ini tidak pernah ada satupun nama asli dari Bapa dan Anak yang tercantum di sana, hanya ada nama-nama seperti: “Allah, Tuhan dan Yesus”. Bagaimanakah sejarah munculnya nama “Allah” di dalam Alkitab sementara kita tahu bahwa nama-Nya seharusnya adalah sebuah nama dari bahasa Ibrani?

Dalam sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa kita nama Abdullah bin Abdulkadir Munsyi tidak bisa dilupakan, dia adalah seorang muslim yang taat yang hidup sekitar tahun 1796 sampai 1854. Dia adalah seorang guru bahasa yang menerjemahkan Injil dan teks-teks rohani Kristen lainnya untuk Serikat Misionari London, serta perna juga menjadi pegawai dari Thomas Stamford Rafles, pendiri Lembaga Alkitab di Batavia [Jakarta moderen]. Singkatnya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi menjadi editor bahasa-bahasa yang digunakan di dalam Alkitab selama hidupnya.

Abdullah bin Abdulkadir Munsyi

Pada tahun 1814 salah seorang anggota Serikat Misionari London yang bernama William Milne datang ke Semenanjung Malaka dan meminta Munsyi Abdullah [sebutan Abdullah bin Abdulkadir Munsyi] merevisi Alkitab terjemahan Melchior Leijdecker, yang diterbitkan pada tahun 1733. Terjemahan Alkitab Leijdecker memakai bahasa Melayu tinggi, yaitu bahasa buku kesusastraan, dan banyak memakai kata-kata pinjaman dari bahasa Arab dan Persia, maka terjemahan itu sulit dibaca. Itulah sebabnya terjemahan Leijdecker ini perlu direvisi.

Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi menerjemahkan Injil dan teks-teks Kristen lainnya, dia mempertahankan nama “Allah” sebagai nama dari Sang Pencipta, yang merupakan nama pinjaman dari bahasa Arab yang digunakan dalam terjemahan M. Leijdecker, karena pada masa itu bahasa Melayu lazim ditulis dengan aksara Arab (di Semenanjung Malaka disebut aksara Jawi) – bahkan di beberapa tempat aksara Arab ini lebih dikenal dari pada aksara Latin. Hal ini tentu adalah sesuatu yang wajar karena pemahaman Abdullah bin Abdulkadir Munsyi adalah demikian berdasarkan Alquran bahwa Sang Pencipta itu bernama “Allah”.

Nama “Allah” dan “Isa” yang digunakan di dalam Alkitab Indonesia dari sejak terbitan pertama tidak perna muncul dalam Kitab berbahasa Ibrani. Inilah faktanya: nama Sang Pencipta di dalam Alkitab yang asli adalah bukan “Allah” tetapi Yahuwah dan nama Kristus bukanlah “Isa” atau “Yesus” tetapi Yahushua. Nama “Allah” dan “Isa” [yang kemudian menjadi “yesus”] terus digunakan hanya karena sebuah alasan sederhana: nama itu sudah terlanjur terkenal. Dengan tindakan ini nama-nama kudus dari Bapa dan Anak dilupakan dan tidak lagi dikenal orang.

Jika orang-orang Kristen mengetahui dan menerima fakta ini, maka seharusnya pertentangan seperti yang sudah sampai ke pengadilan di Malaysia mengenai sengketa penggunaan nama “Allah” yang digunakan oleh orang-orang Kristen di sana tidak perlu terjadi, karena adalah benar bahwa Nama Sang Pencipta di dalam Alkitab adalah bukan “Allah”.

sejarah-munculnya-nama-allah-dan-yesus-dalam-alkitab-indonesia-1

Sebuah nama seharusnya tidak boleh diterjemahkan ketika sebuah buku atau kitab yang memuat nama itu diterjemahkan. Cara pelafalan dan arti dari sebuah nama akan sepenuhnya berubah ketika penerjemahan nama dilakukan.

Sebuah nama pribadi benar-benar tidak boleh diterjemahkan, jika dipaksakan maka itu akan menjadi sebuah kesalahan. Contoh: Jika ada seorang warga negara Indonesia bernama Putri, yang dalam bahasa Indonesia berarti seorang anak “perempuan” pergi ke Inggris dan ditanya: What’s your name? Maka Putri tidak bisa menjawab My Name is Girl. Bahkan jika namanya diganti menjadi “perempuan” pun akan menjadi salah karena namanya adalah Putri. Demikian pula Nama Yahuwah yang ada dalam Kitab Suci berbahasa Ibrani tidak bisa diganti menjadi “Allah” atau pun “Tuhan”.

Penggantian Nama Yahuwah dan Yahushua menjadi “Yahweh, Allah, Tuhan, atau Yesus” adalah sebuah kesalahan berlapis, bukan hanya baru dilakukan pada saat Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tetapi jauh sebelum itu, pada saat pembuangan ke Babel Nama Yahuwah sudah diganti menjadi Adonai [yang pada zaman sekarang diartikan sebagai Tuhan], dan juga di zaman penulisan ulang Injil ke bahasa Yunani dan bahasa Latin, dimana Yahushua diganti menjadi “iesous” dan “iesus”.

Nama “Allah” tidak perna muncul dalam Kitab Tanakh maupun dalam manuskrip Injil. Sebanyak lebih dari 6000 kali nama Yahuwah telah diganti menjadi “Allah” atau “Tuhan” di dalam Alkitab bahasa Indonesia. Padahal seharusnya “apa yang tidak ada” tidak perlu “diada-adakan”, agar konflik seperti yang terjadi di Malaysia tidak perlu terjadi.

Bapa Yahuwah sendiri telah menetapkan satu Nama untuk diri-Nya sendiri dan dengan tegas melarang penggunaan nama yang lain.

. . . Yahuwah, . . . itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun [baca Kel. 3:15].

image

. . . nama elohim lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu” [baca Kel. 23:13].

Aku Yahuwah, itulah nama-Ku [baca Yes. 42:8]

…dan akan terjadi pada waktu itu, Yahuwah satu-satunya, dan nama-Nya satu [baca Zak. 14:9].

Memanggil nama-Nya dan hanya nama-Nya saja dan bukan nama yang lain adalah sungguh sangat penting karena:

Barangsiapa yang berseru memanggil Nama Yahuwah akan diselamatkan [baca Yoel 2:32].

image

. . . mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: Yahuwah adalah Elohimku!” (Baca Zak. 13:9)

Demikian pula dengan nama Yahushua, di dalam Alkitab bahasa Indonesia tidak pernah ada Nama Yahushua karena telah diganti dengan kata “Yesus”, kata “yesus” ini sendiri baru berumur lebih dari 60-an tahun karena sebelumnya nama yang dipakai adalah “Isa”, “Isa” sendiri adalah pribadi yang berbeda karena “Isa” tidak perna disalib dan mati, jadi “Isa” pun bahkan tidak sama dengan “yesus”. Kata “Yesus” sama sekali tidak memiliki makna dalam bahasa Indonesia, sedangkan Yahushua di dalam bahasa Ibrani berarti Yahuwah menyelamatkan. Jadi menjadi sangat nyata bahwa Yahushua dan “Yesus” benar-benar tidak memiliki kaitan.

Dan sama seperti Bapa Yahuwah, Sang Anak, Yahushua, pun sudah menyebutkan Nama-Nya sendiri ketika Dia berkata:

. . . Akulah Yahushua . . . [Kisah Rasul 26:15]

Perhatikan baik-baik di dalam Kisah Rasul 26:14 sudah dengan sangat jelas dikatakan bahwa Yahushua berbicara menggunakan bahasa Ibrani, BUKAN bahasa Yunani, “iesous” yang kemudian menjadi ‘yesus’ itu adalah bahasa Yunani sedangkan Yahushua adalah bahasa Ibrani. Iesous dalam bahasa Yunani tidak memiliki arti sama sekali, itu hanya sebuah kata hampa. Jadi Yahushua dan iesous pun tidak memiliki kaitan sama sekali.

Dan inilah alasan mengapa Nama Yahushua begitu penting:

image

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam DIA, sebab di bawah kolong langit ini TIDAK ADA NAMA LAIN yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” [Kisah rasul 4:12].

Bisa saja anda menjadi tidak peduli dengan semua tulisan ini oleh karena tradisi yang sudah mendarah daging untuk memanggil Dia dengan nama: Tuhan, Allah, Yesus, atau karena anda takut pada keluarga, pada sabahat, pada gereja, (saya tidak mau menghakimi siapapun), tetapi saya menyatakan kebenaran Alkitab kepada semua orang bahwa:

Jika kamu berseru memanggil Yahushua, jika kamu berteriak memanggil Yahuwah maka kamu akan memperoleh keselamatan di akhir zaman ini!

image

Belajarlah dari nabi Elia, dia berkata: biarlah kamu memanggil nama elohimmu dan akupun akan memanggil nama Yahuwah. Maka Elohim yang menjawab dengan api, dialah Elohim!” Seluruh rakyat menyahut, katanya: “Baiklah demikian!” Mau tahu siapa yang menyahut? Silahkan baca 1 Raja-raja 18.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s