Menelusuri Kalender Lunisolar dalam Alkitab

Ketika saya mengatakan kepada seseorang bahwa saya beribadah pada hari Sabat Lunar, yaitu Sabat Alkitab berdasarkan kalender Alkitab maka respon paling banyak yang saya dapatkan adalah sebuah keheranan karena mereka belum pernah mendengar bahwa Alkitab memiliki sistem kalender sendiri.

Fakta yang sangat menyedihkan adalah bahwa terdapat begitu banyak orang yang tidak mau bersungguh-sungguh mempelajari Alkitab mereka sendiri, dan semoga artikel ini dapat menjadi pengantar bagi mereka yang digerakkan oleh Roh Bapa yang kudus untuk mengenal lebih dalam sebuah sistem kalender yang menjadi penentu hari paling kudus milik Sang Pencipta, yaitu Sabat Lunar Alkitab. Pembelajaran ini akan menjadi sangat penting karena kalender yang berbeda akan menghasilkan hari Sabat yang berbeda!

Banyak orang yang heran mengenai kebenaran kalender Alkitab, karena Alkitab sendiri “seolah-olah” tidak begitu jelas menerangkan tentang sistem kalender yang terdapat di dalamnya. Namun walaupun seperti itu, halaman pertama Kitab Suci sebenarnya sudah langsung memuat catatan yang sangat jelas bahwa kalender Alkitab adalah kalender Lunisolar.

image

Berfirmanlah Elohim: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun [Kej. 1:14].

Dua benda penerang utama yang diciptakan untuk tujuan menentukan kalender dalam ayat ini adalah matahari dan bulan. Kedua benda penerang inilah yang menjadi acuan utama oleh semua orang di masa lalu untuk membentuk sebuah sistem penanggalan yang disebut kalender Lunisolar, dan itu berlangsung sampai kemunculan kalender Matahari [kalender Masehi] di mana bulan dilangit diabaikan dan tidak lagi menjadi penentu bulan-bulan kalender seperti yang terjadi pada zaman sekarang.

Disepanjang lembaran-lembaran Alkitab terdapat begitu banyak penyebutan hari, tanggal, bulan dan tahun, yang menjadi bukti bahwa sebenarnya kalender Alkitab itu ada. Alkitab mencatat rincian-rincian kalender Lunisolar melalui peristiwa-peritiwa; keluaran bangsa Israel, penurunan Manna dari Langit, dan peristiwa di gurun Sinai. Dari rincian-rincian ini kita mendapatkan format kalender yang membuktikan bahwa kalender Alkitab memiliki tiga bulan identik yang berturutan, hal ini tidak mungkin ditemukan pada kalender Masehi yang adalah kalender matahari.image

Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akanmenjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun [Kel. 12:2].

Ayat ini menjadi penanda yang membuat kita dapat mempelajari kapan sebuah bulan dan tahun kalender Alkitab dimulai. Dari konteksnya [yang tidak saya ceritakan panjang lebar di dalam artikel ini] kita dapat mengetahui bahwa permulaan bulan atau hari bulan baru yang juga sekaligus menjadi hari tahun baru berdasarkan kalender Alkitab adalah terjadi pada saat awal musim semi.

Masih dalam pasal yang sama, kita juga memperoleh informasi bahwa hari Paskah jatuh pada tanggal 14 pada bulan yang pertama [baca Kel. 12:6-11].

Sebulan kemudian, pada tanggal 15 pada bulan yang ke-2, Yahuwah mengirim burung puyuh kepada bangsa Israel yang diikuti dengan manna pada pagi berikutnya.

Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak diantara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang ke-15 bulan yang ke-2, sejak mereka keluar dari tanah mesir [Kel. 16:1].

Selanjutnya pada ayat ke 6 dan ayat 12 dijelaskan bahwa pada hari itu [tanggal 15] mereka bersungut-sungut karena ingin memakan daging yang lebih banyak, dan daging itu diberikan kepada mereka pada waktu petang [tanggal 15 malam].

Dalam ayat Kel. 16:4-5 dijelaskan pola unik penurunan manna, diturunkan selama 6 hari berturut-turut, 5 hari pertama porsinya sama tapi pada hari ke-6 porsinya 2 kali lebih banyak, dan berdasarkan penjelasan ayat ke-7 penurunan manna ini akan dilakukan “besok”, jadi dengan yakin kita dapat mengetahui bahwa manna itu mulai diturunkan pada pagi hari di tanggal 16. Selanjutnya setelah manna itu turun 6 hari berturut-turut, pada ayat ke-23 dijelaskan bahwa “besok” manna itu tidak akan turun karena itu adalah hari Sabat Alkitab. Dengan matematika sederhana kita dapat mengetahui bahwa “besok” yang dimaksud dalam ayat ke-23 ini adalah tanggal 22, jadi hari sabat jatuh pada tanggal 22!.

menelusuri-kalender-lunisolar-dalam-alkitab-1

Dengan bermodal data ini saja kita sudah dapat membuat format kalender Lunisolar pada bulan yang kedua, sebagai berikut;

menelusuri-kalender-lunisolar-dalam-alkitab-4

Setelah menunjukkan kapan waktu hari bulan baru dan waktu untuk mengawali tahun, Bapa Yahuwah selanjutnya menurunkan manna dari langit. Tujuan dari penurunan manna adalah untuk menerangkimagean cara perhitungan hari Sabat Alkitab. Yahuwah sedang menguji umat-Nya untuk melihat apakah mereka mau mematuhi hukum-Nya atau tidak, dalam belas kasihan-Nya yang besar dan dalam kebijaksanaan-Nya yang tidak terbatas, Dia mengajar orang-orang Israel mengenai hal yang telah mereka lupakan selama 400 tahun, yaitu: kalender-Nya!

Selanjutnya, Alkitab memberitahukan bahwa bangsa Israel tiba di gurun di depan gunung Sinai, pada tanggal 15 pada bulan yang ke-3, yaitu pada hari yang sama ketika mereka keluar dari tanah Mesir [Kel. 19:1].

Berdasarkan Bil. 33:3 dan Ul. 16:1 kita mendapat informasi penegasan bahwa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir pada tanggal 15 malam.

Pada hari ke-15 dari bulan pertama, yaitu pada hari sesudah Paskah berjalanlah orang Israel keluar dari tanah Mesir [Bil. 33:3].

Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi Yahuwah, Elohimmu, sebab dalam bulan Abib itulah Yahuwah, Elohimmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam [Ul. 16:1].

Sampai di sini, jika kita teliti maka kita akan menemukan sebuah pola unik lain yang terjadi. Beberapa tindakan-tindakan penting dilakukan pada waktu tertentu pada tanggal 15, seperti:

  1. Bangsa Israel baru diijinkan keluar setelah malam datang pada tanggal 15 [terjadi dalam bulan pertama]
  2. Burung puyuh diturunkan setelah malam tiba pada tanggal 15 [terjadi dalam bulan kedua]
  3. Bangsa Israel diperintahkan untuk menghentikan perjalanannya pada tanggal 15 [terjadi dalam bulan ketiga]

Dari format kalender bulan ke-2 yang sudah kita buat kita akan menemukan jawaimageban dari ke-3 pola unik di atas, yaitu karena tanggal 15 adalah hari Sabat Alkitab di dalam kalender Lunisolar Alkitab! Semua pola di atas terjadi sedemikian rupa untuk melindungi jam-jam kudus hari Sabat Lunar Alkitab!

Jadi sampai di sini kita sudah mendapatkan data bahwa: tanggal 1 setiap bulan adalah hari bulan baru, dan tanggal-tanggal Sabat Alkitab jatuh pada tanggal 8, 15, 22, dan 29.

Empat puluh tahun kemudian, dibawah pimpinan Yosua, Israel kembali merayakan Paskah pada hari ke-14, manna tidak turun lagi pada hari ke-16 sampai sekarang, karena yang mereka makan pada hari Sabat adalah makanan yang diperoleh dari negeri itu [Yosua 15:10-12].

Yahushua 1500 tahun kimageemudian mati sebagai domba Paskah Sejati dan beristirahat dari pekerjaan penyelamatan dalam kubur-Nya selama jam-jam kudus hari Sabat Besar itu dan bangkit pada hari pertama di minggu itu. Dari catatan Yoh. 19:31 kita mengetahui bahwa hari itu adalah hari persiapan, atau hari menjelang sabat, atau hari ke-6 disuatu minggu, dan hari itu tanggal pastinya adalah tanggal 14 karena, Dia adalah domba Paskah kita, dan hari Paskah selalu jatuh pada tanggal 14.

Sebagai tambahan informasi untuk melengkapi data-data kita, kitab Yeh. 46:1 mengungkap tiga jenis hari di dalam Kalender Alkitab:

  1. Hari kerja [terdiri dari enam hari]
  2. Hari Sabat [yang kita tahu selalu merupakan hari ke-7 dalam sebuah minggu]
  3. Hari bulan baru [yang kita sudah pelajari adalah awal dari sebuah bulan, tanggal 1 di bulan itu].

Dari beberapa bagian Alkitab kita dapat menemukan bagaimana hari bulan baru sering diperlakukan sama dengan hari Sabat Alkitab, hal ini menunjukkan bahwa hari bulan baru adalah benar-benar bukan hari untuk bekerja tapi juga termasuk hari ibadah [baca Amos 8:5, Yes. 66:23, dll].

Hal ini penting karena Alkitab tidak perna mengatakan bahwa hari Sabat Alkitab akan muncul “setiap tujuh hari” tetapi dengan jelas dinyatakan bahwa sabat alkitab muncul “setelah enam hari bekerja”.

Dari semua data ini, kita dapat membentuk format kalender untuk bulan pertama dan ketiga dari peristiwa keluaran dan kita akan menemukan bahwa ketiga bulan ini memiliki format yang sama:

Bulan Pertama:

menelusuri-kalender-lunisolar-dalam-alkitab-3

Bulan Kedua:

menelusuri-kalender-lunisolar-dalam-alkitab-4

Bulan Ketiga:

menelusuri-kalender-lunisolar-dalam-alkitab-5

Untuk beribadah pada Sabat Alkitab yang benar, yang disucikan pada masa Penciptaan,  seseorang harus menggunakan kalender yang ditentukan oleh Yahuwah di dalam Kej. 1:14 dan yang telah dipastikan penggunaannya mulai dari peristiwa keluaran sampai peristiwa penyaliban. Sekali lagi format seperti ini, yang kita telah kaji berlangsung selama lebih dari 1500 tahun hanya bisa terjadi dalam sistem kalender Lunisolar, format ini akan menjadi sangat mustahil dalam format kalender Masehi yang berlaku sekarang dimana siklus mingguannya berlangsung terus menerus tanpa henti.

Kalender Lunisolar Alkitab memiliki imagesiklus mingguan yang dimulai baru setiap tanggal 1, atau setiap hari bulan baru.

Kalender Alkitab adalah kalender Lunisolar; di mana bulanan bulan di langit terkait  kepada tahun matahari. Bulanan lunar dimulai dengan hari Bulan baru, yang juga merupakan hari ibadah. Hari pertama bekerja dihitung setelah hari bulan baru, setelah enam hari bekerja maka akan selalu diakhiri dengan Sabat, dan selalu jatuh pada tanggal 8, 15, 22, dan 29. Siklus-siklus mingguan dimulai kembali setiap hari bulan baru.

Hari ini, Bapa kita yang penuh kasih kembali memulihkan kalender-Nya. Dia sedang menguji orang-orang yang mengaku menjadi milik-Nya untuk melihat apakah mereka hidup menurut hukum-Nya. Maukah anda, hari ini, menggabungkan diri untuk setia kepada Yahuwah? Apakah anda berjanji setia kepada Yahuwah, dan berkomitmen untuk memelihara hari suci, Sabat Alkitab, menurut kalender yang ditetapkan oleh-Nya?kalender alkitab kalender lunisolar

Iklan

4 respons untuk ‘Menelusuri Kalender Lunisolar dalam Alkitab’

  1. Bukankah satu hari itu dari Petang Jumat ke Petang Sabath..?Nah kalau kita ikuti kalender ini, maka jelas sabath petang pada waktu bangsa israel keluar dari tanah mesir, bukan tanggal 15 lagi, karena tanggal akan berganti karena suadah petang bukan…?

      1. Loh bagaimana kebenarannya ini, ada ayat yang menguatkan pernyataan saudara ini? jadi tambah bingung saya, jadi pas keluaran bangsa israel masih terhitung hari sabath donk..??

      2. Alkitab konsisten memberikan informasi bahwa sebuah hari yang baru bermula pada saat fajar dan bukan pada saat matahari terbenam di tanggal sebelumnya, dan berlangsung hanya sekitar 12 jam bukan 24 jam seperti hari moderen, ini adalah sebuah penegasan dari Yahushua sendiri: “bukankah ada 12 jam dari satu hari?” (Yoh. 11:9). Tidak ada yang membantah pernyataan ini karena memang yang disebut hari adalah jam-jam di mana “terang” matahari “berkuasa”, sisanya disebut malam dimana bulan ditetapkan sebagai “tandanya”. Jadi sebuah hari berawal saat fajar dan berakhir saat senja ketika terang telah sepenuhnya berubah menjadi gelap. Mengenai peristiwa keluaran, Alkitab sekali lagi konsisten pada ketetapan ini! Kita tahu bahwa Bangsa Israel keluar pada hari setelah Paskah, karena Paskah berlangsung pada tanggal 14 malam dan berakhir sebelum fajar, maka kita dengan yakin mengetahui bahwa mereka keluar pada tanggal 15. Namun yang menarik adalah Bangsa Israel barulah keluar pada “waktu malam”! (Ulangan 16:1) Kenapa? karena “Hari” tgl 15 adalah selalu merupakan hari Sabat, Bapa Yahuwah sebagai Sang Pemberi hukum tidak mungkin melanggar sendiri hari Sabat-Nya oleh karena itu Bangsa Israel barulah diijinkan keluar setelah “jam-jam kudus hari Sabat” telah lewat! Jika anda sudah memahami ini kebingungan anda akan hilang. Hari berdasarkan Alkitab adalah jam-jam terangnya saja, berlangsung selama sekitar 12 jam! Ini bertolak belakang dengan hari Moderen yang berlangsung selama 24 jam. Pengaturan waktu moderen yang dimulai pada jam 00.00 tengah malam adalah sebuah hal yang bertentangan dengan aturan Bapa Yahuwah yang “memisahkan terang dari gelap”, kita tahu apa yang telah disatukan oleh Dia tidak boleh dipisahkan oleh manusia, demikian juga seharusnya kita harus sadar bahwa apa yang telah dipisahkan oleh Dia tidak boleh disatukan oleh manusia. Dia telah memisahkan “Hari” dan “Malam” dan akan selamanya seperti itu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s