Bumi Datar dan Tidak Bergerak

Selama kurang lebih 500 tahun kita telah didoktrin bahwa matahari adalah pusat tata surya dan bahwa bumi ini berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 1500 km/jam sambil mengorbit matahari dengan kecepatan yang luar bisa kencang yaitu 107.000 km/jam [angka-angka ini tidak pasti dan terus berubah]. Kita juga diajarkan bahwa bumi ini adalah sebuah planet yang bentuknya seperti bola, namun apakah semua ini sesuai dengan Alkitab? Jangan terkejut karena Alkitab berkata bahwa bumi ini sama sekali tidak bergerak dan berdasarkan fakta-fakta yang ada, bumi ini bukanlah sebuah benda yang bulat, bumi ini datar!

Orang-orang Israel kuno membagi dunia menjadi surga, bumi, lautan, dan Dunia bawah. Mereka memandang langit sebagai sebuah kubah yang terletak diatas pondasi – seperti pegunungan – dengan pintu-pintu dan tingkap-tingkap yang melewatkan hujan. Eloah tinggal di surga di atas langit, tersembunyi di dalam awan kemuliaan. Dunia dipandang sebagai sebuah lempengan yang terapung di atas perairan, yang dikokohkan atau ditambatkan dengan tiang-tiang. Bumi adalah satu-satunya hunian yang dikenal – wilayah yang ada diatasnya itu dianggap tidak dapat diketahui. Dunia bawah (Sheol) adalah sebuah penjara berair atau berlumpur yang dari situ tak seorangpun perna kembali. Dianggap sebagai sebuah tempat fisik yangada di bawah bumi, tempat itu hanya dapat dijangkau melalui kematian.

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-11

Kebenaran bahwa bumi datar dan tidak bergerak adalah sebuah fakta yang akan ditolak oleh 99,9% orang pada zaman sekarang, karena seumur hidup dari sejak kita masih kanak-kanak kita sudah diajar bahwa bumi ini adalah sebuah bola bulat yang bergerak mengelilingi matahari.

Saya berdoa semoga para pembaca artikel ini mau mempelajari perihal ini lebih dalam dengan fikiran yang terbuka dan dengan hati yang tulus. Jangan menolak apapun tanpa melakukan penyelidikan yang menyeluruh, dan berkomitmenlah untuk mengikuti bukti-bukti yang ditemukan kemanapun hal itu menuntun.

Orang yang paling bijaksana adalah dia yang mengetahui dengan baik Alkitabnya, dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran kitabnya itu. Ada lebih banyak ilmu pengetahuan nyata yang akan ditemukan di dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Yesaya, dan Yehezkiel, melebihi yang dapat diperoleh dari semua Universitas dan Observatorium yang ada di dunia ini.

image

Menurut Alkitab bumi ini tidak bergerak

Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. (1 Tawarikh 16:30, KJV)

Yahuwah adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, Yahuwah berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. (Lihat Mazmur 93:1).

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Yahuwah itu Raja! Sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran. (Lihat Mazmur 96:10).

Pujilah Yahuwah, hai jiwaku! Yahuwah, Elohimku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak. . . . Yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. (Lihat Mazmur 104:1, 5).

Langit adalah kubah pelindung Bumi

Menurut Alkitab langit atau cakrawala diciptakan untuk memisahkan air yang ada dibawah cakrawala itu dan air yang ada di atasnya.

Berfirmanlah Elohim: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Elohim menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.

Lalu Elohim menamai cakrawala [H7549 – râqı̂ya‛] itu langit [H8064 – shâmayim]. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.. (Lihat Kejadian 1:8).

Kata yang diterjemahkan sebagai “cakrawala” di sini adalah H7549 (râqı̂ya‛) yang akar katanya adalah H7554 (râqa‛):

Menurut kamus Ibrani H7549 – râqı̂ya‛ adalah:

  • permukaan yang dikembangkan (padat), hamparan, cakrawala
  • hamparan (datar sebagai dasar, penyokong)
  • cakrawala (kubah langit yang menyokong air yang ada di atas)
  • diyakini oleh orang Ibrani sebagai sesuatu yang padat dan menyokong ‘air’ yang ada di atas

ada air di bawah cakrawala dan juga ada di atas cakrawala

Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! (Mazmur 148:4, KJV)

Langit bentuknya padat dan keras dan memiliki pintu

Dapatkah engkau seperti Dia membentangkan cakrawala, yang keras seperti cermin tuangan? (Ayub 37:18, KJV)

Langit adalah sebuah kubah pelindung bumi yang tidak dapat ditembus oleh apapun, apapun yang akan masuk ke dalam bumi harus melalui pintu-pintu langit itu, dan bahkan untuk melihat sesuatu yang ada di atasnya, langit itu harus terbuka terlebih dahulu sesuai dengan ketetapan Bapa di surga.

. . . pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit [Kej. 7:11].

Ditutuplah . . . tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit [Kej. 8:2].

terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Elohim [Yeh 1:1].

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yahushua juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit [Luk. 3:21]

Sebuah ayat yang biasa diartikan salah

Dia yang bertakhta di atas lingkaran [H2329 – chûg] bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)

Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan LAI kata lingkaran disini adalah “bulatan”. Namun dalam bahasa aslinya kata yang digunakan adalah H2329 (chûg). Ini secara harfiah berarti lingkaran, keliling, atau kompas, dan jika diperluas dapat merujuk pada kubah langit. Kata ini tidak berarti “bola” atau “bulatan”.

Berdasarkan Kamus Ibrani,  H2329 – chûg adalah:

  • lingkaran, keliling, kompas
  • kubah (dari langit)

H2329 (chûg) sama sekali tidak menunjuk pada sebuah bola atau bulatan. Yesaya, di bawah ilham ilahi, telah dengan sengaja menggunakan pilihan kata ini.

Adalah penting untuk dicatat di sini bahwa H2329 (chûg) dapat merujuk pada “kubah langit” yang, dalam konteks, paling cocok digunakan dalam penggunaannya dalam ayat ini. Mari kita lihat kembali:

Dia yang bertakhta di atas lingkaran [H2329 – chûg] bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit [H8064 – shâmayim] seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)

Ayat ini mengatakan bahwa Yahuwah bertakhta di atas kubah langit di atas Bumi dan bahwa dari sudut pandang-Nya, penghuni bumi nampak seperti belalang. Yahuwah, tentu saja, adalah Pribadi yang Mahahadir dan tidak perlu membelalakkan mata-Nya untuk melihat para penduduk bumi, tapi gambaran yang Yesaya lukiskan sudah sangat jelas.

Ayat ini juga memberitahu kita bahwa Yahuwah membentangkan langit [H8064 – shâmayim] seperti sebuah “kain tirai” dan mengembangkannya seperti sebuah “tenda”. Kata yang digunakan di sini untuk menunjukkan “langit” adalah kata yang sama yang digunakan dalam kitab Kejadian untuk mengidentifikasi cakrawala:

Lalu Elohim menamai cakrawala [H7549 – râqı̂ya‛] itu langit [H8064 – shâmayim]. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.. (Lihat Kejadian 1:8).

Apa yang Yesaya sampaikan kemudian adalah bahwa Bapa Yahuwah bertakhta di atas (atau berada di atas) cakrawala yang membentang di atas bumi seperti sebuah tenda. (Kitab Suci secara berkesinambungan mengatakan bahwa Yahuwah membentangkan langit, atau shâmayim: Mazmur 104:2, Ayub 9:8, Yes. 40:22; 42:5; 44:24; 45:12; 51:13, Yer. 10:12; 51:15, Zak. 12:1).

Elifas, dalam kitab Ayub, setuju dengan penafsiran ini, karena ia mengatakan bahwa Yahuwah berjalan pada chûg (H2329), kata yang sama yang digunakan oleh Yesaya untuk menunjukkan kubah langit:

Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran [H2329 – chûg] langit [H8064 – shâmayim]. (Ayub 22:14, KJV)

Elifas jelas percaya bahwa Yahuwah berdiam [tinggal] di puncak cakrawala.

Bukankah Elohim bersemayam di langit [H8064 – shâmayim] yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya! (Lihat Ayub 22:12.)

Salomo, memperkuat apa yang telah kita pelajari sejauh ini dari pena Musa, Yesaya, dan penulis kitab Ayub:

Ketika Ia mempersiapkan langit [H8064 – shâmayim], aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit [H2329 – chûg] pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi. (Amsal 8:27-29, KJV)

Di sini, sekali lagi, kita menemukan kata yang sama yang digunakan untuk mengidentifikasi cakrawala, atau langit: chûg (H2329)

“Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang! Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! . . . sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit”. (Mazmur 148:3-4, 13).

Salomo, pada ayat di atas, menyampaikan ulang apa yang Yahuwah lakukan selama minggu Penciptaan (Lihat Kejadian 1: 2). Secara konteks, tampak bahwa Salomo sedang berbicara secara khusus tentang di mana cakrawala secara fisik bersandar pada permukaan air samudera raya, karena ia mengatakan dengan jelas setelah membicarakan tentang persiapan langit [H8064 – shâmayim] ketika chûg (H2329) ditetapkan “pada permukaan air samudera raya”. Penafsiran lain yang sangat wajar adalah bahwa Salomo, di sini, mengacu pada lingkaran luar es yang dibentuk oleh Yahuwah mengandung lautan, karena ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Dia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi. (Amsal 8:29, KJV)

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-1

Terlepas dari penafsiran mana dari salah satu ini yang dipegang oleh seseorang, satu hal yang pasti: tidak ada satupun bagian alkitab yang mengisyaratkan bahwa bumi adalah sesuatu yang bulat. Semua referensi Alkitab yang dikaji sejauh ini dengan tidak terbantahkan menggambarkan bahwa bumi itu datar dan tertutup oleh cakrawala di langit.

Bumi Datar

Dalam Kitab Daniel, rincian dari mimpi nubuatan Nebukadnezar menunjukkan bahwa bumi itu datar:

Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. (Daniel 4:10-11, KJV)

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-5

Nebukadnezar mengatakan bahwa ia memimpikan sebuah pohon yang tumbuh begitu tinggi sehingga pohon itu dapat “dilihat sampai ke ujung seluruh bumi”. Walaupun ini hanyalah sebuah mimpi, namun masih tetap menjadi indikasi dari bumi yang datar, karena hanya pada bentuk bumi yang datar hal ini akan menjadi mungkin. Konsep ini akan menjadi sebuah ucapan yang mustahil pada model yang bulat.

Menurut Yohanes sang Pewahyu:

  1. Bintang-bintang akan berjatuhan ke Bumi. (Lihat Wahyu 6:13). Yohanes, seperti nabi-nabi lain yang menjelaskan tentang topik ini, jelas tidak percaya bahwa bintang-bintang memiliki ukuran raksasa (lebih besar dari bumi) yang berada jutaan mil jauhnya. Jika ini terjadi, sebagaimana yang astronomi moderen maksudkan, dampak dari satu bintang akan cukup untuk memusnahkan seluruh bumi. Perhatikan juga bahwa Yohanes mengatakan bintang-bintang “jatuh” ke bumi; dia tidak mengatakan bahwa bintang-bintang meluncur ke arah Bumi.
  1. Langit kemudian akan digulung seperti gulungan kitab. (Lihat Wahyu 6:14). Hal ini sesuai dengan penggambaran di semua kitab mengenai langit yang terbentang seperti kain tirai atau tenda. Penjabaran ini akan menjadi sangat tidak masuk akal jika bumi itu bulat.
  1. Semua orang di Bumi akan melihat Yahushua datang dalam kemuliaan. (Lihat Wahyu 1:7). Ini masuk akal pada bumi datar, tapi tidak mungkin jika bumi itu bulat.

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-6

  1. Orang-orang jahat yang tidak bertobat akan berusaha untuk menyembunyikan diri dari “murka Anak Domba” dan “dari hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu”. (Lihat Wahyu 6:15-16). Ketika langit digulung kembali “seperti gulungan kitab”, orang fasik akan memandang wajah-Nya yang duduk di atas takhta (di atas kubah langit, atau “lingkaran [H2329- chûg] bumi” Yes. 40:33), dan akan berusaha untuk menyembunyikan diri.

Benda-benda langitlah yang bergerak, bukan Bumi.

Lalu Yosua berbicara kepada Yahuwah pada hari Yahuwah menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!

Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. (Lihat Yosua 10:12-13).

Ayat ini sudah sangat jelas: “matahari tidak bergerak ditengah  langit”. Yosua memerintahkan matahari dan bulan untuk berhenti di langit. Dia tidak memerintahkan bumi untuk berhenti berputar. Sebagai para pelajar Alkitab yang jujur, kita harus mengakui kejelasan ayat ini. Yahuwah mengharamkan kita memutarbalik Kitab Suci dengan menyetujui teori pseudo-ilmiah manusia milik Copernicus (berpusat di matahari), yang bertentangan dengan Kitab Suci mulai dari kitab Kejadian. Ilmu Pasti (yang dapat diuji dan diamati) membenarkan fakta dari Bumi yang statis: Percobaan-percobaan, dan Dugaan Efek Koriolis.

Dalam kitab Yesaya, kita memiliki catatan terilhami mengenai bagaimana Yahuwah menyebabkan matahari mundur di langit, menyebabkan bayangan matahari bergerak mundur:

Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh derajat yang telah dijalaninya. Maka pada penunjuk matahari itu mataharipun mundurlah ke belakang sepuluh derajat dari jarak yang telah dijalaninya. (Yesaya 38:8, KJV)

Yesaya mengatakan dalam bahasa yang jelas bahwa “matahari mundur sepuluh derajat”. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu; Yesaya percaya bahwa mataharilah yang bergerak, bukan Bumi.

Yahuwah mengharamkan kita untuk membuat kesaksian para nabi tunduk kepada teori manusia penipu yang sesat.

Raja Daud juga percaya bahwa mataharilah yang bergerak:

Langit menceritakan kemuliaan Elohim, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. (Lihat Mazmur 19:1-6).

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-12

Bukti Empiris mendukung Bumi datar:

Di bawah ini, kita secara singkat akan bersentuhan dengan beberapa bukti empiris yang mendukung Bumi Datar. Bukti-bukti ini tidak dimaksudkan untuk menjadi sebuah daftar yang lengkap. Adalah bukan tujuan kami di sini untuk menghadirkan rincian besar mengenai perihal ini, karena sudah ada sejumlah besar informasi yang tersedia secara online bagi mereka yang jujur mencari kebenaran.

Jelas tidak ada kelengkungan: Jika Bumi adalah sebuah bola yang memiliki lingkaran 25.000 mil seperti yang diklaim oleh NASA, maka permukaan air seharusnya melengkung ke bawah 8 inci per mil dikalikan dengan kuadrat jaraknya. Ini berbanding lurus dengan penurunan jarak pandang pada tingkat ketinggian obyek yang jauh. Eksperimen yang tak terhitung jumlahnya telah dilakukan untuk menguji hal ini, tapi semua telah gagal untuk menunjukkan adanya kelengkungan. Air selalu selevel dengan sempurna. Tidak melengkung. (Beberapa contoh)

Fakta bahwa para surveyor, teknisi, arsitek, perwira angkatan laut, dll. tidak mempertimbangkan kelengkungan bumi ketika merancang/merencanakan proyek-proyek mereka (Walaupun beberapa orang mengklaim bahwa jembatan tertentu dibangun dengan kelengkungan dalam pikiran, kesalahan dari pendapat ini menjadi jelas ketika seseorang menyadari bahwa air yang ada di bawah jembatan tidak mengikuti kelengkungan jembatan itu. Air selalu menemukan levelnya sendiri; dan itu tidak pernah melengkung).

Fakta bahwa pilot pesawat tidak perlu terus-menerus mencondongkan hidung pesawat mereka ke bawah untuk menjaga mereka tetap berada di ketinggian yang sama dan mencegah mereka terbang ke luar angkasa (yang akan benar-benar diperlukan jika mereka terbang ratusan mil per jam pada sebuah benda bulat).

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-3Fakta bahwa sungai-sungai mengalir melalui jalur yang memiliki rintangan paling kecil, tetapi jika bumi ini bulat maka akan ditemukan di banyak tempat di dunia sungai mengalir ke atas dan naik melewati bermil-mil ketinggian (Contoh: Sungai Mississippi harus naik 11 mil sebelum mencapai Teluk Meksiko).

Walaupun pernah ada pikiran bahwa kelengkungan Bumi (atau air) yang menyebabkan lambung kapal menghilang saat mereka melakukan perjalanan menjauh dari yang melihatnya, kita sekarang tahu bahwa ini hanya karena “hukum cara pandang”. Seluruh kapal yang telah lama menghilang dari pandangan mata telanjang dapat dengan mudah didekatkan kembali dalam pandangan dengan bantuan teleskop atau alat pembesar yang serupa.

Gravitasi belum pernah dibuktikan; gravitasi harus diterima dengan iman demi mendukung model bumi bulat. Gravitasi adalah sesuatu yang telah kita terima begitu saja sebagai kebenaran ketika kita masih anak-anak (karena kita telah didoktrin/dicuci otaknya oleh sistem “pendidikan”), namun pada kenyataannya, teori ini sangat tidak masuk akal. Apakah kita benar-benar percaya bahwa ada kekuatan magis yang disebut “gravitasi” yang begitu kuat melampaui fikiran sehingga dapat memaku seluruh lautan ke Bumi, namun tidak dapat mengatasi awan asap yang paling kecil atau bahkan serangga bersayap terkecil? Apakah kita benar-benar percaya bahwa kekuatan khayalan yang disebut “gravitasi” ini bisa membuat hujan terbalik atau menyebabkan tanaman tumbuh menyamping? …semuanya tanpa kita menyadarinya? (Kebetulan, mereka yang mempromosikan teori gravitasi juga mengatakan bahwa bumi menggelinding 1.000 mil per jam, saat mengitari matahari dengan kecepatan 67.000 mil per jam, dan melaju melalui alam semesta pada kecepatan 420.000 mil per jam. Namun, anda tidak merasakan bahkan sedikit pun gerakan saat anda duduk di depan komputer anda membaca artikel ini. Ini tidak masuk akal). Pseudo-ilmiah moderen pada dasarnya mengatakan “Abaikan Alkitab anda, indra anda, pemikiran anda, dan semua data yang teruji, teramati dan telah berulang kali diambil… dan percayalah dengan membabi buta pada apa yang diberitahukan oleh buku cetak anda”. Mereka yang memiliki kewenangan duniawi mengetahui dengan baik bahwa, “Jika anda mengatakan kebohongan yang cukup besar dan menceritakannya cukup sering, maka itu akan dipercaya”. (Adolf Hitler) Jangan salah; Musuh memiliki sebuah agenda. (Sebuah video singkat: Gravitasi atau Berat Jenis?)

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-7Ufuk atau kaki langit selalu muncul di depan mata pengamat (bahkan ketika naik terbang dengan menggunakan pesawat pada ketinggian 30.000 kaki di atas bumi). Tidak pernah ada titik di mana pengamat harus melihat ke bawah untuk menemukan ufuk dari lengkungan bulatan. Ufuk atau kaki langit akan selalu terlihat datar secara sempurna.

image

Kesulitan yang dituliskan oleh para kapten kapal yang mencoba untuk melayari “belahan bumi selatan” ketika berasumsi bahwa Bumi adalah sebuah bola bulat (Jika Bumi ini bulat, garis bujur akan semakin menyempit karena anda pindah dari khatulistiwa menuju tempat yang diduga “kutub selatan”. Namun, pada Bumi datar, garis bujur akan terus melebar mulai dari bagian luar Kutub Utara, yang berarti bahwa garis ini semakin melebar saat anda bergerak ke selatan).

Laporan oleh para penjelajah pada tahun 1700-an dan 1800-an memperkirakan bahwa mereka telah melintasi lebih dari 50.000 mil ketika mencoba untuk mengelilingi Antartika, yang sebenarnya adalah merupakan cincin es terluar di Bumi yang Datar (misalnya: James Cook, James Clark Ross, ekspedisi “Penantang” Inggris). Ingatlah bahwa, menurut NASA, bola dunia ini hanya memiliki lingkaran sejauh 25.000 mil.

Pola penerbangan yang tidak masuk akal dari pesawat komersial (Sebuah video singkat: Down South)

Laporan bahwa Polaris (Bintang Utara) telah terlihat di arah selatan sejauh 20 derajat Lintang Selatan, namun yang diduga bintang Kutub Selatan (Sigma Octantis) tidak konsisten terlihat dari setiap garis bujur bahkan di khatulistiwa (dan anomali-anomali rasi bintang lainnya yang dapat dilihat)

Pola cuaca dan arus laut lebih masuk akal di Bumi datar: Peta Kesamaan Jarak Azimut (Klik pada “bumi” di pojok kiri bawah dari peta yang ditampilkan di link ini untuk mendapatkan lebih banyak pilihan pandangan). Kebetulan, ini adalah peta yang sama yang digunakan oleh PBB dalam logo mereka.

Fakta bahwa NASA (sebuah serikat militer rahasia) tidak pernah menghasilkan sebuah foto Bumi yang sebenarnya, dan terus-menerus bekerja untuk menipu…

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-4

NASA secara terbuka mengakui bahwa gambar-gambar mereka diciptakan dengan data komputer; gambar-gambar itu bukan foto. Ketika Robert Simmon, sang visualisi dan perancang dari NASA ditanya, “Apa hal paling keren yang pernah anda lakukan sebagai bagian dari pekerjaan anda di Goddard?” dia menjawab:

Terakhir kali ada orang yang mengambil foto dari atas orbit Bumi rendah yang menunjukkan seluruh belahan (satu sisi dari sebuah bola) adalah pada tahun 1972 selama Apollo 17. Satelit-satelit pada Sistem Observasi Bumi milik NASA (EOS) telah dirancang untuk memberikan laporan kondisi kesehatan Bumi. Pada tahun 2002, kami akhirnya memiliki data yang cukup untuk membuat sebuah foto dari keseluruhan bumi. Jadi kami yang membuatnya. Bagian yang sulit adalah menciptakan sebuah peta datar dari permukaan bumi dengan menggunakan data satelit dalam kurun waktu empat bulan. Reto Stockli, sekarang bertugas di Kantor Meteorologi dan Klimatologi Swiss, melakukan banyak pekerjaan ini. Kemudian kami membungkuskan peta datar itu di sekeliling sebuah bola. Bagian saya adalah membentuk permukaan, awan, dan lautan untuk memenuhi harapan orang banyak tentang bagaimana Bumi terlihat dari luar angkasa. Bola itu menjadi Bola Pualam Biru yang terkenal. Saya sangat senang dengan itu tetapi tidak tahu seberapa luas itu akan tersebar. Kami tidak pernah berpikir itu akan menjadi sebuah model. Saya pasti tidak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi “Tn. Bola Biru”. Dari saat itu kami memperbarui peta dasar dengan meningkatkan resolusi dan, pada tahun 2004, kami membuat serangkaian peta bulanan”. (http://www.nasa.gov/centers/Elohimdard/about/people/RSimmon.html)

image

Bagaimana gambar “bola biru” dari Bumi diciptakan? Menurut NASA, sebuah “peta datar” diciptakan dari data yang dianggap data satelit dan kemudian dibungkuskan “di sekeliling sebuah bola”.  Gambar itu kemudian dipoles hingga “sesuai dengan harapan masyarakat tentang bagaimana bumi terlihat dari ruang angkasa”.

Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap Yahuwah, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?” Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”? (Lihat Yesaya 29:15-16).

Siapa yang anda percaya? Nabi-nabi Yahuwah atau serikat militer rahasia di NASA?

bumi-datar-dan-tidak-bergerak-9

Perhatikan lidah ular yang bercabang dua yang ada pada logo NASA

Beginilah firman Yahuwah: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Yahuwah! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Diberkatilah orang yang mengandalkan Yahuwah, yang menaruh harapannya pada Yahuwah! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Lihat Yeremia 17:5-8).

Iklan

114 thoughts on “Bumi Datar dan Tidak Bergerak”

    1. Bumi yang datar tidak memiliki ujung seperti yang ada dalam bayangan anda [ujung yang airnya bisa tumpah, atau ujung seperti jurang di mana kita bisa jatuh kebawa], bumi ini ujung selatannya berupa lingkaran yang diselimuti es disekitar kaki langit, fakta inilah yang ditemukan oleh para penjelajah yang diceritakan dalam artikel ini:

      Kesulitan yang dituliskan oleh para kapten kapal yang mencoba untuk melayari “belahan bumi selatan” ketika berasumsi bahwa Bumi adalah sebuah bola bulat (Jika Bumi ini bulat, garis bujur akan semakin menyempit karena anda pindah dari khatulistiwa menuju tempat yang diduga “kutub selatan”. Namun, pada Bumi datar, garis bujur akan terus melebar mulai dari bagian luar Kutub Utara, yang berarti bahwa garis ini semakin melebar saat anda bergerak ke selatan).

      Laporan oleh para penjelajah pada tahun 1700-an dan 1800-an memperkirakan bahwa mereka telah melintasi lebih dari 50.000 mil ketika mencoba untuk mengelilingi Antartika, yang sebenarnya adalah merupakan cincin es terluar di Bumi yang Datar (misalnya: James Cook, James Clark Ross, ekspedisi “Penantang” Inggris). Ingatlah bahwa, menurut NASA, bola dunia ini hanya memiliki lingkaran sejauh 25.000 mil.

      1. Kepada bpk/sdr/sdri rishan4yah. Pada Jaman itu kecepatan kapal kira kira 10 mil perjam. Kalau harus menempuh 50000 mil maka akan memerlukan waktu 5000 jam. Ini kra kira waktu selama 200 hari lebih. Kalau dilihat kondisi laut dan cuaca di Antartika, seperti terlihat di TV saat hilangnya MH 370, maka berlayar selama 200 hari (atau 7 bulan lebih) tanpa berhenti perlu konfirmasi lebih jauh.

      2. Itu catatan sejarah dari pengalaman para penjelajah. Bukan rahasia jika orang zaman dulu mengarungi lautan berbulan-bulan bahkan tahunan pak.

    2. Terus pergi ke SELATAN maka anda tidak akan sampai ke UTARA. Dalam bahasa lain, anda bergerak terus ke kutub SELATAN, maka anda tidak akan bisa menuju kutub UTARA.

  1. Ternyata tidak di Alquran saja yang menyebutkan bumi datar, Alkitab juga.

    Bagi yang percaya bumi bulat, mereka percaya dengan yang namanya gravitasi, padahal gravitasi hanya ilusi yang ada adalah elektromagnetik. Bagi yang percaya bumi bulat, bisa jelaskan bagaimana bisa kapal dengan bobot ratusan ribu ton tidak jatuh kebawah?

    Kalau bumi bulat, maka setiap kilometer ada perubahan lengkung. Apa bukti bumi ini bulat ?

    1. Wkwk asli lu bodoh amat yak, ga prlu ngomong ilusi elektromagnetik, prinsip hukum archimedes aja lu ga paham. Tuh masih nanya kapal ratusan ton bs ngapung, ga perlu anak teknik perkapalan yg jelasin, adek gw smp kelas 1 udah bisa jelasin. BACA LAGI BRO, BELAJAR LAGI BIAR LULUS UN.

      Kalau setiap kilo ada lengkung maka bumi itu ukurannya kecil pea. Ukuran bumi hampir 200.000.000 mil. BELAJAR MATEMATIKA bro, belajar gmn caranya ngitung kelengkungan pada luas permukaan bola. Kalau luasnya segitu ya ga tiap kilo, tapi tiap ratusan kilo baru terlihat lengkungnya. Belajar lagi ya biar pinteran dikit baru komentar lagih. Ok?

      1. menurut NASA keliling bumi bulat di katulistiwa (lingkar terpanjang bumi) hanyalah 40.000 km, namun bahkan jika ukuran bumi seperti yang anda sebut sebesar 200jt mil, maka dalam konsep bumi bulat akan tetap ada yang namanya “kelengkungan”, tapi faktanya kelengkungan itu tidak pernah ada, itulah mengapa para teknisi pembuat jalan, rel kereta, dll. tidak perna memperhitungkannya dilapangan.

      2. iya mas bro, saya belajar terus koq, maaf yang saya maksud kapal yang berada diatas laut bagian bawah bumi, kalo prinsip archimides saya faham koq. 200.000.000 mil ukuran apa tuh? bumi kelilingnya 40.000 km. terus bumi bulat buktinya darimana? emang garis laut bisa melengkung? air laut dan kapal bagian bawah bumi tidak jatuh karena gravitasi? bagaimana dengan prinsip air yang selalu mencari tempat yang lebih rendah, tentu air laut akan numpuk dibagian bawah bumi.

        dan bagi yang muslim yang percaya dengan bumi bulat, bagaimana anda menghadap kiblat…? tentu tidak akan mengarah ke mekkah karena ada lengkungan. silahkan direnungkan lagi.

        juga renung kan kecepatan rotasi bumi 1.666 km/jam dan kecepatan mengelilingi matahari hingga 100.000 km/jam kenapa kita dibumi sama sekali tidak merasakan pergerakan ya?

        trus silahkan renungkan bila bumi berotasi dengan kecepatan 1.666 km/jam, bagaimana pesawat bisa mendarat? wong pesawat boing 737 kecepatan rata-ratanya hanya 850 km/jam.

        memang sudah 500 tahun kita ditipu, sekarang coba renungkan lagi…dengan hati tenang dan logika.

        salam buat yang berpikir

    2. Ke balik mas
      Kalo bumi itu datar pastilah untuk menuju ke suatu tempat ada perubahan gerakan , coba bayangkan
      Trus juga kalo bumi itu datar , mengapa kalo kita menuju ke suatu mata angin secara terus menerus akan sampai ke tempat semula ?

      1. bumi yang datar ini bentuknya lingkaran, saya katakan “lingkaran” bukan “bulat”, sehingga jelas jika kita berjalan ke arah barat terus menerus maka kita akan kembali ke tempat semula, karena memang bumi datar ini berbentuk ruang datar yg melingkar. Tapi coba perhatikan, tidak ada orang yang bisa berjalan terus menerus ke arah selatan memgikuti satu garis lurus yang akan kembali ke tempat semula, inilah yang membuat penerbangan pesawat tidak ada yang melewati kutub selatan, karena sekali lagi kutub selatan tidak bisa diseberangi, kutub selatan dari bumi yang datar bentuknya adalah lingkaran es yang tidak terseberangi, yang tidak bisa ditembus, orang-orang hanya bisa pergi ke kutub selatan dan melingkarinya tetapi tidak akan perna bisa menembusnya ke sisi yang lain yg dapat dilakukan jika dilihat dari perspektif bumi bulat.

      2. Kepada bpk/sdr/sdri rishan4yah.
        1. Kalau bumi datar (seperti gambaran anda), maka bergerak ke barat atau melingkar terus menerus berarti anda mengalami pembelokan. Matahari kadang dikiri kadang di kanan. Tetapi kalau bumi bundar (bumi itu bundar bukan bulat) maka bergerak ke barat terus tidak akan berbelok, paling mata hari di belakang, di atas, atau di depan. Ini saya alami saat terbang dari Ottawa ke Jakarta lewat Pasific. Pada saat bersaman kawan saya (bpk Supriyona) terbang dari Ottawa mengambil jalur Atlantik Jakarta. Kedua duanya tidak pernah muter. Ketemu lagi di Singapura. Jadi yang ke barat dan ke timur tidak pernah muter ketemu, ini hanya mungkin kalau bumi bundar.
        2. Bagaimana kalau bergerak ke Selatan?. Sayangnya penerbangan tidak ada yang lewat kutup persis. Tetapi penerbangan ini dialami oleh satelit orbit rendah. Satelit yang diluncurkan ke selatan akan datang lagi dari utara. Inilah mengapa satelit itu mampu mendeteksi hampir seluruh muka bumi.

      3. 1. Pembelokan yang anda maksud itu bisa dilakukan bisa juga tidak tergantung yang menjalaninya, itu tidak lantas menjadi tanda bumi bundar. Justru pengalaman anda naik pesawat bersama teman anda seharusnya membuat anda sadar bahwa bumi ini datar! Bagaimana mungkin penerbangan yang anda ceritakan dapat terjadi jika bumi ini bundar? (jangan lupa bumi bundar juga berputar dari barat ke timur dengan kecepatan 1000 mil/jam pd porosnya sambil berputar lagi mengelilingi matahari dengan kecepatan 67.000 mil/jam). Kecepatan pesawat anda berapa pak? rata-rata pesawat bergerak diudara dengan kecepatan 800 km/jam, lalu bagaimana anda bisa sampai pada tujuan jika tempat anda terbang bergerak dengan kecepatan yang lebih besar dari itu? anda bukannya maju pak tapi malahan akan mundur, tapi faktanya tidak seperti itu, karena bumi yang datar ini tidak bergerak sama sekali! Ini baru kajian untuk penerbangan searah rotasi pak, bagaimana yang terbangnnya berlawan arah! Lebih tidak masuk akal lagi! Lalu Coba anda bayangkan saat akan mendarat, bagaimana sebuah pesawat dapat mendarat pada sebuah landasan yang bergerak? Bukankah kecepatan pesawat disaat akan mendarat justru diperlambat? bagaimana pesawat bisa mendarat sementara landasannya bergerak 1000 mil/jam?

        2. Penerbangan tidak ada yang persis melewati kutub selatan karena memang tidak bisa pak. Satelit yang anda maksud melintangi kutub selatan pun tidak perna ada pak.

      4. Kepada bpk/sdr/sdri rishan4yah. Coba anda naik kereta api, dan saat kereta api melaju kencang dan anda duduk tenang, lemparkan benda ke atas. Mengapa benda itu tidak lari ke belakang pada hal kereta api melaju dengan kecepatan misal 60 km per jam? Itulah salah satu jawaban kenapa walaupun bumi berputar ke timur bukan berarti pesawat tertinggal.

      5. pemisalan anda tidak tepat pak, kereta api yang anda maksud berbeda dengan bumi bundar anda, kereta api memang melaju kencang tapi ingat dia tidak melaju sambil berotasi, sedangkan teori bumi bundar menyatakan bumi berevolusi sambil berotasi. Namun jika anda penasaran dengan pemisalan anda, coba saja anda duduk diam (jika bisa diam) di atas semua kereta yang melintir (hanya bisa terjadi jika kecelakaan) sambil meluncur ke depan dengan kecepatan 60 km/jam, lalu buang benda ke atas, apakah anda dapat menangkapnya kembali? Apakah kursi-kursi kereta masih akan berada pada tempatnya, apakah ada burung yang bisa asyik terbang sesuka hatinya dalam situasi seperti itu?ingat ini baru 60 km/jam. Belum lagi jika kita berbicara berada di dalam sebuah benda yang melintirnya 1000 mil/jam. Membayangkannya saja orang-orang sudah mabok itu pak. Sekali lagi kenaifan banyak orang telah membuat mereka mengabaikan kebenaran di depan mata mereka. Kemudian jika kita berada di dalam sebuah benda yang bergerak kita akan sadar pak jika kita bergerak, tapi di bumi kita tidak menyadari pergerakan bumi, kenapa? sederhana saja, karena bumi datar ini sama sekali tidak bergerak.

      6. Kepada bpk/sdr/sdri risahan4yah. Benua Antartika yang saat ini mengalami masalahan karena berkurangnya es (karena kenaikan suhu bumi), pada peta anda dimana letaknya?.

      7. silahkan liat linknya www[dot]ngopo[dot]com/2016/07/menggemparkan-dunia-fakta-ini.html gan disitu ada videonya semua sudah menjawab pertanyaan yang ada disni

    3. Sebutin surah nya didalam Al-Qur’an yang mengatakan bahwa bumi itu datar!
      kau tak bisa membuat kesimpulan dengan semudah itu! ini jawaban dari Al-Qur’an yang sebenarnya ( Kita sebagai umat muslim harus teliti dalam hal apapun )
      Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi. Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita. Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan. Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya. Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR…..!
      Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu. Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.

      1. terimakasih untuk komentarnya, artikel ini dibuat berdasarkan cara pandang Alkitab jadi jelas akan didapati perbedaan jika dipandang dari sumber lain.

        Bumi yang datar tidak memiliki ujung seperti yang ada dalam bayangan anda [ujung yang airnya bisa tumpah, atau ujung seperti jurang di mana kita bisa jatuh kebawa], bumi ini ujung selatannya berupa lingkaran yang diselimuti es disekitar kaki langit, bumi yang datar ini bentuknya lingkaran, saya katakan “lingkaran” bukan “bulat”, sehingga jelas jika kita berjalan ke arah barat terus menerus maka kita akan kembali ke tempat semula, karena memang bumi datar ini berbentuk ruang datar yg melingkar. Tapi coba perhatikan, tidak ada orang yang bisa berjalan terus menerus ke arah selatan memgikuti satu garis lurus yang akan kembali ke tempat semula, inilah yang membuat penerbangan pesawat tidak ada yang melewati kutub selatan, karena sekali lagi kutub selatan tidak bisa diseberangi, kutub selatan dari bumi yang datar bentuknya adalah lingkaran es yang tidak terseberangi, yang tidak bisa ditembus, orang-orang hanya bisa pergi ke kutub selatan dan melingkarinya tetapi tidak akan perna bisa menembusnya ke sisi yang lain yg dapat dilakukan jika dilihat dari perspektif bumi bulat.

      2. Dari sumber manapun, kita harus bnr2 meneliti secara teliti dari ayat ke ayat walaupun itu dari Al-Qur’an, Alkitab, dll.
        Apabila memang kita menemukan keraguan dalam sebuah ayat, coba kita tanyakan pada yang lebih ahli dalam hal tersebut. Terkadang dalam suatu penerjemahan terdapat kesalahan, seperti halnya dengan tadi, dan dapat ditegak luruskan melalui bahasa asli diturunkannya Al-Qur’an. Memang wajar karena tidak ada manusia yang sempurna dimuka bumi ini. Kesempurnaan hanyalah milik Sang Pencipta.

        Wallahu a’lam bishawab.

    4. Kepa bpk/sdr/sdri OMP. Gravitasi tidak dapat dilihat, itu memang teori untuk menjelaskan fenomena riel alam. Misal kenapa buah kelapa yang lepas dari tangkainya jatuh ke bawah?.Kapal tidak jatuh ke bawah (saat di air) karena air memberikan gaya apung (sesuai hukum Archimides) ke atas sebesar berat kapal itu sendiri. Kalau kapal ditaruh di udara kemudian dilepas pasti jatuh ke bawah. Memang setiap km jarak di bumi itu akan memberikan lengkungan. Bahkan untuk mengukur jari jari bumi dulu dilakukan dengan kelengkungan ini. Satu km kira kira mempunyai kelengkungan 0,009 derajat. Tidak akan kelihatan oleh mata, Kalau keliling bumi 360 derajat maka keliling bumi = 360/0.009 = 40,000 km.. Inilah keliling bumi.

      1. benda jatuh atau tidak, tenggelam atau mengapung karena faktor massa jenis, jika gravitasi akan menarik semua benda yang di atas jatuh kebawah maka tidak ada satu bendapun yang dapat melayang bebas diatas permukaan bumi. Hitungan anda bagus sekali pak, sayang hitungannya tidak dilanjutkan pada puluhan bahkan ratusan kilo meter, dan juga tidak diteruskan dengan menghitung berapa meter penurunan yang dihasilkan oleh setiap kelengkungan itu, setelah anda menghitung semua itu silahkan bandingkan hasilnya dengan jalur kereta ratusan kilo, dan jalur-jalur lain yang rata sempurna sejauh puluhan sampai ratusan kilo.

      2. Kepada bpk/sdr/sdri rishan4yah. Balon udara panas, pesawat Zeplin dapat melayang karena udara. Tetapi tidak bisa naik terus karena makin tinggi udara makin tipis sehingga gaya Archimidesnya mengecil.Kalau ada rel kereta api sejauh 110 km di daerah datar dan lurus, maka rel itu mengalami kelengkungan 1 derajat.

      3. anda hebat sekali pak menggunakan gaya archimedes di udara hingga gaya gravitasinya “KO” 🙂
        Hitungan kelengkungan anda harusnya dilanjutkan lagi pak, sampai ketemu besarnya (dalam satuan panjang) penurunan akibat kelengkungan yang anda sebut ada itu, di dunia teknik nilai penurunan ini sekecil apapun akan berdampak besar, apalagi untuk membentuk sebuah kelengkungan 1 derajat dalam jarak 110 km. Tapi terlepas dari hitung-hitungan ini, para teknisi tidak pernah memperhatikan kelengkungan di lapangan, padahal seandainya itu ada mereka tentu akan sangat rugi besar.
        Oh ya kebetulan anda menyinggung soal balon udara, balon udara adalah bukti lain bahwa bumi kita datar dan tidak bergerak, karena seandainya benar bumi kita ini bundar dan berotasi sambil berevolusi, maka kita yang ada di Indonesia cukup naik balon udara, naik pada ketinggian tertentu (naik saja tidak perlu maju atau mundur, jadi cukup mengambang) maka dalam waktu tidak terlalu lama kita sudah akan sampai di Amerika karena bumi kita berputar pada porosnya. Maka semua pesawat akan segera dikandangkan, karena semua orang akan berkeliling dunia cukup dengan balon udara. Tapi apakah faktanya seperti itu? Tentu saja tidak! Karena bumi kita datar dan tidak bergerak!

  2. Silahkan amati pergerakan Matahari disetiap harinya. Jika Bumi itu datar, maka pergerakan matahari tidak akan terlihat seperti “Terbit” dan “Tenggelam”.
    Coba lihat pada gambar sebelum yang ada pesawatnya itu. jika Matahari dan bulan bergerak seperti itu, apakan jika dilihat dari Bumi akan tampak seperti “Terbit” dan “Tenggelam”?

    Mohon penjelasannya 🙂

    1. Matahari terlihat terbit dan tenggelam adalah bukti tak terbantahkan bahwa bumi ini datar dan tidak bergerak, matahari terlihat terbit dan tenggelam karena memang matahari bergerak, dia mendekat dan kemudian menjauh dari pandangan kita setiap hari, karena kita pada dasarnya tinggal di bumi yang diam tidak bergerak. Tambahan informasi: matahari memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding dengan apa yg ilmu pengetahuan moderen ajarkan pada kita, demikian juga dengan jaraknya, jarak matahari dengan bumi bukanlah 150jt km tetapi tidak lebih dari 7000 km, perhitungan ini dapat dilakukan dengan hukum pitagoras sederhana dengan berpatokan pada sudut yang dibentuk oleh sinar matahari yang jatuh ke bumi, dan karena jarak serta ukuran dari matahari yg relatif kecil inilah yang membuat matahari tidak terlihat disemua tempat di bumi dan juga tidak dapat menyinari seluruh bumi sekaligus, sehingga membuat fenomena terbit terbenam, Sang Pencipta yg membuat matahari memilki hikmat yang luar biasa dan tak terselami telah membuatnya sedemikian rupa untuk menciptakan siang dan malam di bumi yang datar ini.

      1. Seandainya Bumi itu “Datar” justru pandangan kita dari Bumi itu Matahari akan terlihat berubah-ubah ukurannya seperti sebuah Truk besar jika dilihat dari kejauhan maka akan terlihat seperti “titik” kemudian semakin mendekat dan besar.

        Coba mba analisa deh kalo pergerakan matahari di Bumi “Datar” kek gitu apakah “ukuran” matahari akan nampak sama dari Pagi sampai Sore?

      2. pendapat anda benar, tapi sepertinya anda belum pernah benar-benar memperhatikan perubahan ukuran matahari pada saat akan terbit dan pada saat akan terbenam, saran saya jika anda tidak dapat melihat matahari terbit dan terbenam dari posisi yang cukup luas dengan jarak pandang yang cukup jauh, lihatlah video-videonya di internet, matahari saat akan terbenam (jika dilihat dari tempat di mana horizon dapat terlihat dari jarak yang cukup jauh) matahari akan tampak perlahan menjauh dan mengecil dan semakin mengecil hingga akhirnya “terbenam” di balik horizon, demikian sebaliknya pada saat akan terbit; matahari akan nampak kecil pada awalnya dan kemudian perlahan membesar pada ukuran tertentu.

      3. Kepada rishan4yah. Kalau bereksperimen dengan melihat matahari waktu terbit dan terbenam akan banyak tertipu oleh refraksi cahaya oleh udara.. Juga oleh defraksi. Pada pagi atau sore hari cahaya matahari akan menempuh lintasan yang lebih panjang dari siang hari akibat selimut udara di permukaan bumi.

      4. Kepada bpk/sdr/sdri rishan4yah. Coba anda jelaskan dengan model bumi datar yang anda fahami, mengapa peristiwa itu terjadi.

      5. Penjelasan saya sebenarnya sudah cukup banyak, pertanyaan anda sendiri untuk 1 artikel ini saja sudah lebih dari 10 yang saya jawab, sekarang jika anda masih minta penjelasan lagi, saya sangsi anda mencari sebuah kebenaran, sepertinya anda hanya mencari sebuah pembenaran atas apa yang anda sudah terlanjur yakini. Kebenaran tentang bumi datar yg diam tidak bergerak sebenarnya sangat sederhana. Semua fenomena alam yang diklaim membuktikan bumi bulat (jangan lupa konsep bumi bulat juga mengatakan bumi ini berotasi sambil berevolusi dengan kecepatan yang masiv) sebenarnya hanya mungkin terjadi di bumi datar yang diam. Kita bisa menikmati sunrise dan sunset, dan pembagian siang dan malam rata-rata 12 jam, itu semua bisa terjadi di bumi datar yang diam, karena mataharilah yang bergerak melintas di atas langit, ukurannya tidak sebesar yang sudah diajarkan pada kita, ukurannya tidak beda jauh dari bulan, jadi tidak bisa terlihat oleh semua orang di seluruh bumi secara bersamaan. Jika bumi ini bundar dan bergerak dengan kecepatan 1000 mil/jam kenapa kita tidak merasakannya sama sekali? Bagaimana mungkin kita bisa melihat gugusan bintang-bintang yang bergerak dinamis jika bumi kita bundar berevolusi dengan kecepatan 65.000 mil/jam sambil berotasi dengan kecepatan 1000 mil/jam? Itu artinya dalam hitungan menit saja kita sudah akan berada disisi lain dari alam semesta ini dan gugusan bintang-bintang itu sudah pasti akan nampak berhamburan dan tidak lagi membentuk pola yang sama. Bagaimana mungkin bumi ini bundar? Jika bumi ini bundar berarti gedung-gedung di amerika berdiri dengan kemiringan 90 derajat dan gedung-gedung di australia berdiri dengan kemiringan 180 derajat (sudah terbalik), tapi tidak terbang keluar angkasa? Karena gaya super hebat dari gravitasi? [Namun faktanya tidak ada bangunan di dunia ini yang semiring itu, bahkan menara pizza pun hanya miring beberapa derajat, karena memang bumi ini datar bukan bundar/bulat) jika memang gravitasi penyebabnya dan jika gravitasi benar sehebat itu lantas mengapa burung-burung dan pesawat bisa terbang dan mendarat dengan nikmatnya? (Belum lagi jika kita membayangkan mereka mendarat di bumi yang berotasi dengan kecepatan segila yg sudah saya sebut). Sungguh bagi mereka yang benar-benar mau memakai akal mereka, konsep bumi bulat sungguh adalah sebuah kebodohan yang terbungkus dalam kotak bernama ilmu pengetahuan moderen. Semua fenomena alam yang kita saksikan hanya mungkin jika bumi kita datar dan diam dan bintang-bintanglah yang bergerak. Demikian juga dengan fenomena alam yang lain yg tidak mungkin saya sebut satu per satu, intinya semua hanya mungkin jika bumi ini datar dan tidak bergerak dan benda-benda langitlah yang bergerak sebagaimana yang terlihat oleh mata dan perasaan kita. Namun diatas semua itu mengapa kita sampai berfikir bahwa manusia yang mempopulerkan konsep bumi bulat lebih berhikmat dan lebih benar dari Sang Pencipta? Karena kitab suci mengatakan bahwa Bumi ini diam dan berbentuk hamparan yang datar. Renungkanlah semoga anda dapat terbebas dari gelapnya fikiran yang digelapkan oleh iptek moderen.

  3. 1. Bintang berjatuhan ke bumi memang ada, tetapi itu meteor. Orang jaman dulu mengira itu bintang seperti bintang saat ini. Bahkan di desa kelahiran saya itu “lintang alihan” atau bintang sedang berpindah kayak gobag sodor.
    2. Langit seperti yang kita lihat sebenarnya tidak ada. Belum pernah pilot ataupun astronout pernah ketemu langit. Apa lagi yang ke 7. Langit seperti yang kita lihat adalah akibat keterbatasan daya penglihatan mata, dimana barang yang jauh dianggap sama jauhnya. Misal bintang seolah-olah tertempel di langit. Pada hal tidak. Warna biru itu akibat dispersi cahaya oleh udara Kalau anda terbang pada ketinggian lebih dari 20 km, langit yang anda lihat akan terlihat hitam. Langit digulung itu kiasan. Wong langitnya saja tidak ada
    3. Manusia akan menyaksikan lengkung bumi dari atas permukaan bumi? Nggak mungkinlah. Manusia terlalu kecil dibandingkan dengan bumi. Maka melihat lengkung bumi jangan hanya memakai mata., karena mata manusia itu sangat sangat terbatas. Mengerti lengkung bumi harus dibantu dengan otak. Galileo menyatakan bumi itu bundar seperti bola itu dengan otak bukan dengan mata. Anda percaya atom? Belum pernah ada orang bisa melihat atom. Atom ada didalam akal pikiran kita.

    1. Saya pengen foto langsung dari mba, mba kga pengen liat video dari internet… :p

      TERUS 1 LAGI:
      TENTANG POHON TINGGI DAN BESAR YANG DAPAT DILIHAT DARI SELURUH DUNIA, JIKA BUMI SEPERTI ITU MAKA MATAHARI DAN BULAN PUN DAPAT DILIHAT SEPANJANG HARI. BISA TOLONG CARIKAN BUKTI BAHWA MATAHARI BENAR-BENAR TERLIHAT PADA MALAM HARI DI LANGIT INDONESIA? SECARA, POSISI INDONESIA ITU BERADA DI KHATULISTIWA. YANG BERARTI MATAHARI AKAN SELALU TERLIHAT MESKIPUN SEDANG BERADA DI UTARA ATAUPUN DI SELATAN ?

      1. mengapa minta foto jika video tidak bisa dipercaya? foto pun bisa direkayasa! Di internet ada yang benar/asli dan ada yang salah/palsu, karena itu lihatlah dengan teliti. Yang terbaik adalah: lakukanlah penelitiannya sendiri jika anda memang mencintai kebenaran, carilah lokasi yang pas, duduk-duduklah dari siang sampai malam (juga dari pagi-pagi benar sampai siang), fotolah sendiri, videokanlah sendiri, dan kemudian bertanyalah dan jawablah sendiri; yang benar yang mana: NASA atau Alkitab? Kebenaran ini nyata di depan mata tetapi orang-orang sudah terlalu mempercayai kebohongan dan malas menelitinya bagi diri mereka sendiri.
        Mengenai mimpi raja Nebukadnezar tentang sebuah pohon yang besar, itu tidak dapat anda bandingkan dengan matahari dan bulan. Seperti yang sudah saya sampaikan: matahari dan bulan itu ukuran dan jaraknya tidak sebesar yang ilmu pengetahuan moderen ajarkan pada kita, aslinya relatif kecil jadi tidak dapat dilihat dari seluruh bumi dalam waktu bersamaan oleh semua orang. Sedangkan pohon dalam mimpi itu dikatakan tinggi dan besar sampai ke langit. Keduanya sekali lagi tidak bisa dibandingkan.

      2. Karena saya yakin kalo mba ngshare kek ginian brarti mba tidak akan MEREKAYASA foto untuk BUKTI 🙂

      3. jika demikian adanya seharusnya anda juga yakin bahwa saya tidak mungkin membuat artikel tanpa penyelidikan terlebih dahulu, foto yang anda maksud saya tidak punya, tapi mengenai pergerakan matahari, mengecilnya matahari dalam pandangan saat akan terbenam, dan membesarnya saat akan terbit sudah saya saksikan dengan mata kepala sendiri. Fotonya tidak ada, karena buat saya buktinya sudah cukup banyak.

    2. Untuk Utaja.fam : semua yang anda katakan ini pun sifatnya informasi yang kebenarannya tidak mutlak, saya sendiri memang tidak mengetahui semua hal dan akan ada/banyak pertanyaan yang tidak bisa saya jawab tetapi di dalam kelemahan dan kebodohan saya, saya memili percaya pada apa yang Kitab Suci katakan. Berikut tanggapan saya untuk komentar anda:

      1. Bintang berjatuhan itu ada, anda mengakuinya, karena memang Kitab Suci mengatakan demikian, terlepas dari apa nama dari bintang itu yang diberikan oleh manusia.

      2. Kitab Suci mengatakan langit itu ada, memiliki tingkap, yang tidak bisa ditembus oleh apapun sebelum tingkapnya terbuka, namun anda berkata langit itu tidak ada, anda lebih percaya pada para pilot dan para astronot, mereka tidak pernah ketemu langit, itu benar, saya percaya para pilot dan para astronot tidak perna ketemu langit, alasannya sederhana tidak ada manusia yang sanggup sampai di sana, coba anda pelajari suhu yang ada di lapisan udara dan seberapa tebal lapisan itu, lalu anda lihat fakta-fakta peralatan yang dipakai oleh manusia untuk “katanya” menembus langit itu, suhu di atas sana menurut mereka sendiri ribuan derajat panasnya, semua bahan terkeras di bumi memiliki titik leleh yang jauh di bawah suhu yang mereka klaim sendiri itu, lalu anda lihat bahan penyusun satelit itu, ada aluminium, besi, emas, dan titanium, semua ini pasti meleleh dalam hitungan menit, dan sekarang anda percaya mereka berhasil melewatinya? Belum lagi “katanya” di luar sana hampa udara, anda bisa bayangkan panasnya seperti apa? tanpa lapisan ozon ya ini pak, dan mereka sanggup bertahan dengan pakaian seperti pakaian astronot itu? Ayolah pak, teknologi pendingin segila apa yang mereka punya? Seberapa banyak air pendingin yang bisa dimuat oleh pakaian seperti itu? Kebodohan bumi bulat ini besar, karena itu saya hanya akab selalu percaya pada apa yang kitab suci katakan. Bumi ini datar dan tertutup oleh langit yang berbentuk kubah.

      3. Manusia melihat kelengkungan bumi, dalam artian melihat lengkungannya jelas sulit, tetapi efek dari kelengkungan itu yang akan dengan mudah terlihat jika memang ada. Adanya kelengkungan sudah akan berefek jika kita memandang puluhan kilo meter ke depan, dipandangan terjauh akan ada penurunan bentuk. Penurunan inipun sekilas pandang sepertinya ada, ini dibuktikan dengan kapal yang seperti tenggelam ketika menjauh dari pandangan, dan di masa lalu ini dijadikan salah satu teori mendukung bumi bulat, tapi sebenarnya ini hanyalah efek “pandangan”, karena jika dibantu dengan alat pembesar, penurunan yang tadinya nampak ada itu secara jelas tidak pernah ada, kapal yang sepertinya tenggelam itu ternyata sama sekali tidak tenggelam. Begitu pun saat melihat jalan raya yang lurus, pohon dan tiang listrik yang ada disamping jalan dikejauhan nampak mengecil dan pendek bahkan disatu titik menghilang sama sekali, tapi jika diteropong semuanya normal, karena faktanya bumi inipun memang tidak melengkung. Berbicara soal Galileo, itu semua konspirasi pak, isunya dimunculkan dengan sengaja, kemudian “disengaja” ditolak, kemudian dengan “sengaja” dibuktikan terbalik, supaya dunia tertipu, dan benar-benar yakin pada Galileo. Teknik semacam ini adalah bentuk “manajemen konflik” moderen pak, konfliknya dibuat berpatokan pada solusi yang sudah direncanakan.

      1. Ilmu tanpa Agama itu “Buta”, Agama Tanpa Ilmu itu “Lumpuh”.

        Bukan berarti saya tidak mempercayai keyakinan saya sendiri, tetapi Agama akan lebih “hidup” jika didampingi Ilmu.

        Tapi jika Ilmu itu tidak terdapat dalam penjelasan agama, maka saya tetap memegang terhadap agama. 🙂

      2. Betul, saya setuju, karena jalan hidup orang benar itu seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang hingga rembang tengah hari. Pengetahuan sama seperti itu, perlahan bercahaya hingga semakin jelas, saat ini banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab tetapi seiring waktu semua hal akan terjawab. Manusia-manusia fana mencari jawaban dan terkadang terlalu cepat menyimpulkan apa yang Sang Pencipta telah nyatakan melalui kitab suci. Orang-orang bijaksana rohani akan mempercayai firman meski penjelasannya belum ada, karena pasti akan ada, dan semua orang yang dengan gegabah menolak firman karena faktor ilmu pengetahuan manusia akan kecewa pada akhirnya.

      3. Hati hati salah tafsir mba, jangan diposting kalo blm sesuai sama keadaan. Kalo emang bumi ini datar, maka keadaan cuaca di bumi ini akan aneh. Ya, coba lah dipikir. Jarak matahari-bumi di artikel ini 5000 km. Dengan jarak segitu dan matahari yang ukurannya tergolong besar, apakah akan ada kehidupan? Dan, jika matahari bergerak lurus, bukankah bumi ini hanya akan menerima sinar panas yang, yaa kira kira cukup lah untuk menghancurkan planet. Namun di balik itu semua, balik lagi ama apa yg udh dipercaya aha sih (klo saya) soalnya, buat apa nge debatin sesuatu yg itu sendiri blm tentu benar. Kecuali kalo kita sendiri yg mastiin apakah bumi itu bener bulat atau datar, kalo saya pribadi, saya percaya bumi itu bukan bulat, bukan juga datar. Yang saya percaya, bumi itu adalah hamparan,menurut agama yang saya percaya.

      4. terima kasih komennya, artikel ini dibuat berdasarkan fakta-fakta Alkitab dan fakta-fakta alam bumi, sebagai bahan informasi dan bukan bahan perdebatan. Saya memahami komentar anda karena menurut ilmu pengetahuan moderen matahari memiliki ukuran yang sangat masiv dan dengan jarak yang sangat jauh tapi menurut perhitungan segitiga sederhana yang dihasilkan oleh cahaya sinar matahari yang jatuh di bumi di dapati bahwa jarak matahari tidak sebesar yang diajarkan disekolah-sekolah moderen demikian pula dengan ukurannya, besarnya tidak seperti yang selama ini diajarkan tetapi ukurannya hampir sama dengan bulan. Matahari dibuat oleh Sang Pencipta yang memiliki hikmat yang tak tertandingi, Dia telah meletakkannya di atas sana pada jarak dan ukuran yang tepat untuk menerangi bumi.

      5. Pertanyaannya untuk yg percaya bumi itu berbentuk bola/sphere atauapa saja sebutannya, ambil contoh indonesia, knp pembagian waktu di indonesia tidak berdasarkan garis lintang dan bujur bumi, yang notabene pembagiannya pasti lebih akurat di tambah lagi negara kita dilewati katulistiwa. ( lihat gbr pembagian waktu indonesia di google).

      6. Kepada bpk/sdr/sdri Ayrus. Pembagian waktu atau zona waktu di Indonesia itu berdasarkan garis bujur bumi (bukan garis lintang). Indonesia memiliki 3 zona waktu, kenapa?. Karena indonesia di katulistiwa mempunyai rentang kirqa kira 5000 km. Ini berarti 1/8 panjang keliling bumi (keliling bumi 40000 km). Satu kali keliling bumi memerlukan waktu 24 jam (sehari semalam). Jadi Indonesia memiliki (5000/40000)x24 jam atau 3 jam. Inilah mengapa Indonesia memiliki 3 daerah waktu. Dan Indonesia mulai zona ke 7 dihitung dari Greenwich (Inggris) kearah timur.

      7. Pada saudara/i rishan4ayah anda tidak salah tentang kitab suci sayapun memahaminya. Kalau informasi yang saya tulis itu disampaikan pada masa kitab suci ditulis maka nabi atau apalah malah tidak paham maksud Bapa. Bapa menyampaikan firman atau kehendak pasti disesuaikan dengan kemampuan saat itu. Selanjutnya manusia sendiri yang harus mencerna kelanjutan dari firman Bapa. Firman Bapa sangatlah dinamis sesuai dengan waktu.

      1. penjelasan di sini bukan hanya dilihat dengan otak tapi juga bisa disaksikan dengan mata, kebenaran tentang bumi datar yang tidak bergerak begitu sederhana, tidak perlu orang yang terlalu pintar untuk membuktikannya. Kebohongan ini sedemikian dipercaya hanya karena telah melalui “pencucian” otak selama 500 tahun dengan bantuan sistem pendidikan, film-film holywood dan foto-foto buatan. Semua ajaran salah ini tumbuh subur di masyarakat yang malas meneliti, di era informasi ini kebodohan/ketidak tahuan benar-benar adalah pilihan bukan lagi sebuah keterpaksaan seperti zaman dulu. Orang-orang zaman sekarang “menghina sebelum meneliti” hal-hal yang bertentangan dengan kepercayaan umum sehingga mereka semakin larut dan tenggelam dalam penipuan yang semakin merajalela.

  4. Kalo masih pada bingung sama penjelasan arikel ini tentang bumi datar, coba deh lihat serial videonya di Youtube.
    Seharian ini saya abis nonton video-video itu.. bikin galau.. 😀
    Itu versi bahasa indonesia, baik audio maupun teks penjelasannya.. Semua yang jadi pertanyaan kalian tentang bumi datar pasti terjawab tuh..
    Kalo masih kurang yakin, yaa riset aja sendiri.. 😀

    Urusan kepercayaan/keyakinan ya urusan individu orang itu sendiri kok.. 😀

  5. saya juga sedang mencari kebenaran tersebut, cuma banyak di benak saya yg masih belum terjawab. seperti pasang surut air laut, faktor apa yg menyebabkan kejadian itu seandainya bumi ini datar? dan bayangan pada bulan, hal apa yg menyebabkan cahaya pada bulan itu berbeda beda? prakiraan cuaca juga mesti di perhitungkan, ya walaupun tidak 100% selalu tepat..

    1. Kepada bpk/sdr/sdri Adi Allifian. Pasang surut laut disebabkan oleh Bulan dan Matahari.. Kenapa?. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya tarik Bulan dan Matahari. Ini dapat difahami dengan teori gravitasi. Jadi air laut mengalami penarikan oleh Bulan dan juga matahari. Hanya saja penarikan oleh bulan lebih kuat dibanding oleh matahari. Kenapa?. Karena bulan jauh lebih dekat ke bumi dari pada matahari. Pasang tertinggi terjadi kalau bulan dan matahari searah.. Ini terjadi pada bulan baru (tanggal 1 tahun bulan, misal pas Idulfitri). Pada keadaan ini air akan surut di pagi hari dan pasang di siang hari. Silahkan amati di pantai yang menjorok ke dalam. Misal pantai Bron di Wonosari.

      1. Mengapa hanya air yang dipengaruhi, bukankah kekuatan gravitasi begitu hebat sampai bisa memaku semua pohon dan gedung dibumi? Lantas mengapa hanya air laut yang pasang surut? mengapa daratannya tidak ikut maju mundur?

    2. Kepada bpk/sdr/sdri Adi Allifian. Cahaya pada bulan (mungkin maksud anda bentuk bulan yang terlihat dari bumi) itu disebabkan oleh bentuk bulan yang juga bundar seperti bumi. Yang kelihatan itu adalah bagian yang terkena sinar matahari yang terlihat dari bumi. Misal bentuk sabit. Yang tak kelihatan itu bagian yang tak tersinari atau kalau kita di bumi sedang malam. Seandainya kita bisa ke bulan maka bumi juga akan tampak seperti itu, hanya saja lebih besar dan lebih mengagumkan karena berwarna biru. Sinar bulan di bumi tidak bisa untuk membaca tetapi sinar bumi di bulan dapat untuk membaca.

  6. Buat bahan belajar aja: [www][dot]flatearth101[dot]wordpress[dot]com
    Tapi tetep lakukan pembuktian sendiri2 yaaa…jgn langsung ditelan, kunyah dulu….

  7. Walah. Baca banyak2 artikel ilmiah ama jalan2 ke lapan-lah buat tanya2 di sana. Flat Earth Theory itu absurd se-absurd2nya. Udah banyak skali debunkingnya.

    1. semua lembaga observatorium di dunia dikontrol sama NASA, silahkan perhatikan semua hasil foto-foto mereka, apa ada lembaga lain selain NASA yang berani merilis foto Bumi? Dari “klaim” 20.000 satelit yang mengangkasa di luar sana mengapa tidak ada satupun yang memotret bumi selain NASA? Memang sangat sulit bagi orang-orang awam yang naif untuk menerima kebohongan NASA karena kebohongan mereka terlalu besar. Orang awam hanya terbiasa dengan kebohongan kecil sehingga mereka tidak percaya jika ada yang sanggup melakukan sebuah kebohongan yang begitu besar. Pelajari sejarah NASA, mereka itu serikat militer rahasia yang bersembunyi dibalik kedok observasi semesta.

      1. Kepada bpk/sdr/sdri rishan4yah. NASA itu hanya ngurusi penerbangan ruang angkasa (National Aeronotik and Space Administration) saja tidak ngurusi astronomi. NASA hanya menjual jasa meluncurkan roket, muatannya apa terserah yang akan menyewa, termasuk Indonesia. Setahu saya urusan astronomi itu urusannya para astronom atau perkumpulan astronom baik profesional maupun amatir, termasuk motret bumi. Ibarat bus atau truk, yang punya bus (NASA) hanya menyewakan saja mau untuk apa terserah penyewa.. Satelit bukan urusannya NASA..

  8. Bumi itu bundar seperti bola. Ini memang hasil pemikiran dari pengamatan peristiwa astronomi. Conjungsi planet Venus (dan Merkurius), gerak retrograde planet Mars, gerak relatip matahari harian maupun tahunan hanya bisa dijelaskan kalau bumi itu bundar, dan mengelilingi matahari. Di kutup utara maupun selatan matahari akan tampak selama setengah tahun, dan tenggelam selama setengah tahun hanya mungkin dijelaskan kalau bumi itu bundar dan mengelilingi matahari. Kalau bumi itu datar bagaimana menjelaskan peristiwa tersebut ?.Bintang bintang di malam hari akan terbit lebih awal 4 menit dari hari sebelumnya. Ini juga hanya bisa dijelaskan kalau bumi itu bundar dan mengelilingi matahari. Kalau bumi itu datar dan diam bagaimana menjelaskan peristiwa tersebut?.

  9. pemikiran yang mengganjal selama ini ternyta ini ya. sangat masuk akal dan “ilmu” nya terhubung dengan seluruh kitab suci agama besar di dunia. subhanallah

    1. Rishan, anda kritis & cerdas, ini sesuai dgn Al -Qur’an bahwa bumi dihamparkan yg oleh ulama diartikan datar (tdk melengkung tentunya). Sesuai dgn sabda Rasulallah kelak di akhir jaman akan nampak fitnah dajjal yg terbukti NASA telah merekayasa bahwa bumi itu bulat & telah membohongi umat manusia demi ekonomi & kekuasaan.

      1. semua pemberian yang baik berasal dari atas, dari Bapa segala terang, dan lagi ada tertulis: Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu (Mazmur 119)

  10. Matahari dan bulan bergerak mengelilingi bumi, lalu bagaimana info tentang N Amstrong yg pernah mendarat di permukaan bulan..??
    Apakah ia mengejar bulan yg kian bergerak utk mendarat di permukaanya??

    1. Dinukil dari perkataan Syaikh dari Saudi baru2 ini via Video yg memperkuat fakta bumi datar bahwa :
      1. Rasulallah pernah bersabda bahwa di langit ke 7 terdapat BAITUL MAKMUR tempat ta’wafnya para Malaikat, dmn letaknya sejajar tegak lurus dgn KABAH ini bukti bahwa bumi datar tdk bulat
      2. Salah satu syarat syahnya sholat harus menghadap kiblat/kabah, maka jika kita berada di belahan dunia contohnya Indonesia mk jika bumi bulat tdk akan lurus menghadap kiblat, aplg jika berada di Amerika kabah ada di bawah lurus kaki kita.
      Wallahu alam bish showab

    2. ini 2016 gan… orang2 pada sibuk cari cara melawan/merekayasa grafitasi dan cara pergi ke tempat yg jauh swdangkan anda masih berkutat dgn teori bumi datar… saya sarjana teknik sipil dan pernah membuktikan di pantai dengan alat ukur theodolit… bahwa pada jarak tertentu permukaan laut terlihat menutupi obyek yg berada dibaliknya… sekarang apakah anda pernah membuktikan dengan mata dan tangan anda sendiri atau hanya mempercayai perkataan orang lain?

      1. 2016? angka ini tidak membuktikan apa-apa selain bahwa dunia sudah ribuan tahun hidup dalam pemberontakan dan penipuan, dunia moderen bukan jaminan pembenaran untuk menentang apa yang sudah ditetapkan sejak awal, dunia moderen tidak lantas mengubah bentuk bumi yang sebenarnya, anda membenarkan teori bumi bulat dengan berpatokan pada theodolit yang digunakan untuk mengukur tinggi tanah? Theodolit sama sekali tidak membuktikan bahwa bumi ini bundar! Kelengkungan adalah sebuah angka yang pasti jika memang bumi ini bundar/bulat, karena badan-badan yang telah mendoktrin dunia bahwa bumi ini bulat seperti NASA sudah mengatakan bahwa lingkaran bumi ini adalah sepanjang 25.000 mil, jadi artinya akan ada penurunan (pelengkungan kebawah) sebesar 8 inci per mil di kalikan dengan kuadrat jaraknya. Tapi faktanya hal itu tidak ada, bahkan jika dibuktikan dengan mata telanjang. Horizon yang dari beberapa kilo dipandang tetap berbentuk rata sempurna, pesawat (sebagai perbandingan) dengan kecepatan rata-rata 800 km/jam terbang dengan posisi idle (rata sempurna) di udara tanpa perlu mencondongkan hidungnya ke bawah, sesuatu yang tentu harus dilakukan jika bumi kita bundar, karena jika pesawat terbang dalam posisi datar disebuah bumi yang bundar maka perlahan-lahan akan semakin meninggi secara otomatis dan akhirnya keluar angkasa, namun hal ini tidak perna terjadi, sekali pesawat terbang pada posisi idle ketinggiannya tidak akan perna berubah sampai pesawat itu diturunkan untuk mendarat. Ini jelas adalah bukti tak terbantah bahwa bumi ini datar. Alat ukur theodolit yang anda pakai jelas punya batas pengukuran, belum lagi jika pengaturan alatnya salah, belum lagi jika kalibrasinya tidak presisi, belum lagi jika sudut vertikalnya berubah, bahkan jika sampai sudut 90 derajat malahan alatnya akan berbeda fungsi sama sekali, dan kembali lagi alat ini hanya sekedar pengukur ketinggian tanah dari dua sudut (datar dan tegak) dan sama sekali bukan alat pembukti bumi bundar. Karena “hukum cara pandang” alat apapun yang digunakan, sama dengan mata kita sendiri, akan pada jarak tertentu (sesuai dengan kemampuan alat itu) membuat permukaan laut nampak menutupi obyek yang berada dibaliknya, karena sekali lagi ini adalah keterbatasan cara pandang (keterbatasan alat ukur), tapi seandainya anda sebagai seorang “sarjana” teknik sipil mau benar-benar menggunakan akal sehat anda maka cobalah saran saya ini: dengan menggunakan theodolit, ukurlah kedataran permukaan bumi sampai pada batas “sebelum permukaan laut terlihat menutupi obyek yang ada dibaliknya” (artinya sampai batas ini bumi masih datar sempurna) yang dapat ditunjukkan oleh alat anda, kemudian anda bergeser ke posisi batas pengukuran pertama untuk melanjutkan pengukuran lurus kedepan, maka anda akan mendapati bahwa obyek yang tadinya tampak tertutup itu ternyata sama sekali tidak tertutup dan tetap anda berada pada sebuah tempat yang datar sempurna, sampai anda selesai mengelilingi lingkaran bumi ini anda akan menemukan fakta itu, karena bumi ini datar! Tidak ada yang baru di bawah kolong langit ini, manusia hanya berusaha mencari dan menemukan, tapi apa yang mereka cari dan mereka tidak temukan mereka fikir tidak pernah ada, dan apa yang berhasil mereka temukan mereka fikir itu sudah benar, padahal mereka berada di dalam ke fanaan, dalam sebuah titik dalam sejarah ribuan tahun, umur mereka pendek tapi mereka hendak mengajar dan membantah Yang Maha kuasa yang mengetahui segala sesuatu dari awal sampai akhir dengan sempurna! Saran saya saudaraku meskipun jawaban-jawaban saya atas semua pertanyaan yang bisa anda baca dalam artikel ini belum meyakinkan anda bahwa bumi ini datar adanya, percayalah pada Kitab Suci yang mengatakan demikian karena sesungguhnya Sang Pencipta tidak pernah berdusta! Supaya anda terbebas dari tipu daya dunia yang tidak terkatakan lagi. Penipuan sudah sedemikian besar sampai saya kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya.

      2. sebelumnya saya tanya apakah anda seorang pendeta atau semacamnya?jika ya berarti saya akan mengakhiri diskusi ini dan melangkah pergi… karena beda keyakinan beda ajaran…
        rata2 orang menerima mentah2 apa yg dibaca dikitab yg diyakininya sehingga timbul bebrapa penafsiran yg berbeda…

      3. saya adalah orang awam (bukan pendeta) yang berusaha hidup sesuai dengan tuntunan Alkitab, Jika seseorang menerima Alkitab apa adanya maka sebenarnya banyak kebingungan yang akan terhindari, hanya saja ketika asumsi telah masuk maka pada saat itu akan banyak penafsiran yang berbeda, tetapi jika berbicara mengenai bumi datar yang tidak bergerak, Alkitab benar dengan tanpa ragu mengindikasikan demikian namun fakta-fakta alam juga membuktikan dengan pasti klaim Alkitab. Jadi baik Alkitab maupun fakta-fakta alamiah sejalan dengan sempurna.

  11. Dalam Islam dikenal dengan adanya kalender Hijriyah yang dibuat berdasarkan revolusi bulan mengelilingi bumi. Jika bumi datar bagaimana Anda bisa menjelaskan hal ini ? sedangkan hal itu sudah jelas dalilnya, di Al-Quran pun ada. Jadi tidak mungkin kan teori penanggalan hijriah palsu

    1. semua kalender kuno menggunakan bulan untuk menentukan bulanan, sama seperti Alkitab (menggunakan kalender Lunisolar- bulanan bulan menentukan panjangnya bulan dan matahari menentukan panjangnya tahun). Kalender Masehi jelas adalah sebuah kalender palsu yang baru muncul kemudian, jadi fakta bahwa bumi datar tidak mempengaruhi bulan sebagai penentu bulanan (kalender), karena memang bulan dan matahari berevolusi di atas permukaan bumi yang datar, pada posisi, jarak dan ukuran yang telah ditetapkan oleh hikmat Sang Pencipta agar dapat menerangi bumi dan menjadi petunjuk kalender.

  12. Saya seorang muslim, dan bumi itu datar adalah fakta yang tak terbantahkan. Jika di dunia ini mungkin kita saling berbantah-bantahan, di akhirat nanti semuanya akan jelas, bertanyalah kalian pada Sang Pencipta.

    Terjemah Al Quran surat An Naba 1- 6 :

    1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

    2. Tentang berita yang besar ,

    3. yang mereka perselisihkan tentang ini.

    4. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,

    5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.

    6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

    ……………………………… dst s.d ayat 40

      1. Pak Rishan, anda cerdas & kritis, namun calendar apakah yg slama ini anda pakai? Bgmn dgn calendar Komariah atau calender islam dmn penentuan tgl 1 adlah dgn wujudul hilal. Terbukti calendae masehi tdk terkait dgn hilal.
        Thx

      2. saya memakai kalender Alkitab, silahkan baca di artikel ini:
        https://rishankarangan.com/2016/01/26/kalender-alkitab-adalah-kalender-lunisolar/
        Penentuan hari bulan baru dengan “hanya” berdasarkan penampakan hilal akan memberi peluang kesalahan, karena sesaat setelah konjungsi (sedetik bahkan sepersekian detik setelah konjungsi) bulan sudah memulai revolusi baru terlepas apakah hilalnya kelihatan atau tidak. Contoh pada penentuan lebaran baru-baru ini, konjungsi matahari dan bulan terjadi pada pukul 19.00 WITA, 18.00 WIB dan 20.00 WIT, dimanapun para pengamat berada mereka tidak mungkin dapat melihat hilal pada tanggal 4 Juli, jadi diputuskan tanggal 5 Juli masih bagian dari bulan yang lama, padahal pada faktanya sejak Jam 19.01 WITA bulan telah memasuki revolusi baru (sudah masuk bulan baru) jadi seharusnya tanggal 5 sudah lebaran, jika benar-benar ingin berpatokan pada bulan sebagai penunjuk waktu, tetapi saya memahami bahwa ada pertimbangan lain yg dipakai oleh pemerintah dan alim ulama yang dalam hal ini tidak ingin saya campuri, penjelasan inipun saya sampaikan atas permintaan anda agar saya mengomentari cara penentuan bulan baru.

      3. berarti dapat disimpulkan anda tidak pernah membuktikan sendiri bahwa bumi itu datar…
        saya yakin yg salah bukan Alkitabnya… tetapi orang yg menafsirkan Alkitab…
        Sama seperti kitab kami… dahulu orang salah menafsirkan, tetapi setelah ditelaah benar2 ternyta orang dahulu salah menafsirkan Al-Qur’an, dan anda menghapus link saya terkait hal tersebut pada komen saya sebelumnya.
        Di agama kami dipersilahkan untuk membuktikan segala kejadian yg tertulis, tidak ditelan mentah2… dan selama ini yg tetulis 1400th sesuai dengan science yg ada.
        Bukankah vatikan sendiri memiliki observatorium untuk mengamati pergerakan benda2 di angkasa… dan indonesia memiliki satelit sendiri yg mengorbit di bumi…
        untuk kasus pesawat, apakah anda pernah menendarai pesawat sendiri ataukah hanya kata org lain?lagipula angin berhembus mengelilingi bumi karena unsur medan maget, tdk pernah kluar dari atmosfer, sedangkan jelas2 pesawat mengikuti angin…
        Akhir kata, semoga perbedan pendapat tidak merusak tali persaudaraan diantara kita…

      4. Untuk membuktikan bumi datar dan tidak bergerak tidaklah sulit, tinggal buka mata dan perasaan.
        Saya membatasi website dan artikel saya untuk mengungkap hanya fakta-fakta Alkitab, itulah tujuan web saya ini, jadi jika ada link yang mengarahkan pada yang lain saya hilangkan mohon maaf, hal ini juga tercantum dalam privasi policy web ini. Dan lagi saya menghindari perdebatan soal agama dan keyakinan lintas kitab suci yang dapat mengarah pada perbantahan yang dapat merusak, jadi biarlah masing-masing orang menyelidiki dan meyakinkan hatinya sendiri mengenai semua hal yang kita bahas.
        Adalah benar bahwa vatikan memiliki observatorium sendiri bahkan “kabarnya” merekalah pemilik teleskop terbesar dan terbaik di dunia, pertanyaan saya sederhana: mana foto bumi mereka, mengapa hanya NASA yang merilis foto bumi? mengapa pula NASA harus membuat foto bumi dari peta bumi datar dan menempelkannya pada sebuah bola? mengapa bukan foto langsungnya saja? pertanyaan yang sama saya ajukan ke Indonesia yang katanya memiliki satelit sendiri yang mengorbit bumi: mana foto buminya? Perlu anda tahu semua lembaga observasi dunia hanya dapat menunjukkan gambar-gambar benda langit dalam bentuk lingkaran dan hanya NASA yang merilis foto-foto yang menunjukkan benda-benda langit berbentuk bundar/bola.
        mengenai pesawat, kita tidak perlu jadi pilot untuk mengetahui posisi pesawat, tinggi jelajah, dll, dan fakta-fakta mengenai pesawat yang saya ceritakan di atas adalah benar. Asumsi anda bahwa pesawat mengikuti angin itu tidak tepat, pesawat sama seperti burung terbang kemana mereka suka tanpa harus searah dengan arah angin.
        Angin bahkan salah satu tanda alam bahwa bumi ini datar dan tidak bergerak. Angin bertiup kemana dia suka, padahal seandainya bumi ini bulat yang melintir 1000 mil/jam maka seharusnya arah angin hanya akan satu arah, tapi faktanya tidak demikian, karena sekali lagi bumi ini datar dan tidak bergerak. Alasan satu-satunya angin tidak keluar bumi adalah karena bumi dilingkupi langit yang berbentuk kubah yang tidak dapat ditembus.
        Akhir kata juga, saya tidak pernah menjadikan perbedaan pendapat menjadi alasan untuk tidak bersahabat, kita ini bukan orang-orang “bersumbuh pendek”, perbedaan pasti akan ada, jadi baiklah masing-masing orang yakin dalam hatinya sendiri.

      5. Ok sy fear sj, sy sdh baca artikel tsb ternyata sama dgn wujudul hilal. Ternyats anda kurang cerdas, terjadinya wujudul hilal stlh terjadinya ijtimak (konjungsi), yg mana hal ini terjadi secara teratur bergantian pd suatu tempat. Bgt juga dlm memahami 1 Syawal atau lebaran, bisa jadi wujudul hilal blom terjadi di Indonesia tp sdh tampak di Saudi Arabia dmn perbedaan waktu sekitar 4 jam. Sesuai dgn kaidah fiqih & ijma ulama sedunia, maka seluruh umat muslim di dunia hrs mengakui hilal tsb tp dgn syarat msh yg punya waktu sholat subuh. Indonesia besoknya bisa berlebaran 1 syawal, namun dlm hal ini ada perbedaan khilafiyyah, ada hadits berlebaranlah bersana umat muslim, ini berati kita dianjurkan untuk ikut pemerintah.
        Anda mengerti apa yg sy jelaskan, mohon hrs fear, jernih & cerdas

      6. Pendapat anda bahwa hilal terjadi setelah konjungsi dan terjadi secara teratur itu benar, saya tidak pernah menyatakan itu berlaku juga disemua tempat, jadi keliru bila anda membandingkannya dengan wilayah lain (Saudi misalnya) karena itu saya sengaja memberi anda jam dalam pembagian wilayah, itu juga khusus di indonesia, ditempat lain pasti akan berbeda, dan tidak bisa di samakan. Dan seperti yang sudah saya jelaskan, 1 syawal benar akan jatuh pada tanggal 6 jika patokannya “hilal” yang terlihat, tapi satu hal yang pasti meski hilal tidak terlihat pada tanggal 4, bulan baru sudah mulai pada tanggal 5, karena hilal barulah akan nampak setelah pencahayaan bulan lebih dari 1 persen, tetapi sekali lagi sebelum 1 persen itu bulan pada faktanya sudah memasuki revolusi baru hanya saja belum nampak, dan saya tidak dalam posisi menyatakan lebaran sudah tepat atau terlambat karena saya memahami ada dalil dan hadist lain yang dipakai.
        Dan sekali lagi saya juga mohon maaf karena saya tidak ingin kita masuk dalam perdebatan lintas keyakinan, jadi saya sampaikan kembali bahwa website dan artikel ini dibuat khusus berdasarkan Alkitab dan tidak untuk diperdebatkan silang dengan kitab yang lain, atas perhatiannya saya ucapkan trimakasih.

      7. He22xxx Pak Rishan, hasil & kesimpulan kita [adalah] sama [yaitu bahwa] bumi diam & datar, hanya dalil yg dipakai sj berbeda [saya menggunakan] Al-Qur’an vs [anda menggunakan] Al-Kitab.

  13. menurut alkitab bumi itu datar?? ini butuh perenungan yang matang sehingga kita dapat memutuskan bahwa benar menurut alkitab bumi itu datar,,, mari kita sama-sama menyimak kembali (Yes. 40:22a) “Dia yang bertahta diatas bulatan bumi”, dari teks ini memberikan kepastian bahwa bumi itu berbentuk bulat bukan datar. mari menyimak, teks ini jelas menggunakan kalimat “Bulatan” bukan menggunakan kalimat “dataran” yang memberikan kejelasan bahwa bumi ini berbentuk datara. dan menurut saya teks ini sudah memberikan kejelasn yang cukup bahwa bumi ini berbentuk bulat bukan datar.

    1. Pak Ayub yang terkasih, komentar anda sebenarnya sudah terjawab dalam artikel ini, hanya sepertinya anda tidak membaca artikel ini dengan seksama; ayat yang anda sebut itu aslinya berbunyi seperti ini:
      Dia yang bertakhta di atas lingkaran [H2329 – chûg] bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)
      Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan LAI kata lingkaran disini adalah “bulatan”. Namun dalam bahasa aslinya kata yang digunakan adalah H2329 (chûg). Ini secara harfiah berarti lingkaran, keliling, atau kompas, dan jika diperluas dapat merujuk pada kubah langit. Kata ini tidak berarti “bola” atau “bulatan”.
      Berdasarkan Kamus Ibrani, H2329 – chûg adalah:
      lingkaran, keliling, kubah (dari langit)
      H2329 (chûg) sama sekali tidak menunjuk pada sebuah bola atau bulatan. Yesaya, di bawah ilham ilahi, telah dengan sengaja menggunakan kata ini.
      Yesaya sama sekali tidak menunjuk pada sebuah bola atau bulatan.
      Yesaya, tidak kekurangan kata untuk “benda bulat/bola” seperti yang jelas dapat dilihat dalam ayat berikut:
      Dia pasti menggulung engkau keras-keras dan menggulingkan engkau seperti sebuah bola [H1754 – dûr] ke tanah yang luas. . . (Yesaya 22:18, KJV)
      Yesaya, ketika mengacu pada sebuah bola/benda bulat menulis H1754 (dûr) bukan H2329 (chûg).

      1. Pak Rishan, jika bumi datar apakah ada kaitan yg significant dgn peribatan agama yg bpk yakini? Kalau Islam jelas ada kaitannya dgn sholat yg hrs menghadap Qiblat/Ka’bah, shg dmnpun sholat pasti tegak lurus datar dgn Ka’bah, lain halnya jika bulat.
        Mohon untuk dijwb secara fear, cerdas & kritis.

      2. Saya menggunakan Alkitab sesuai fungsinya:
        Alkitab menurut Alkitab sendiri bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Yahuwah disempurnakan dengan semua perbuatan baik.
        Jadi semua hal, baik pengajaran dan perbuatan, harus disesuaikan dengan Alkitab, Alkitab adalah pelita bagi kaki kami dan terang bagi jalan-jalan kami. Karena Alkitab mengatakan bumi tidak bergerak dan datar, dan dunia mengajar hal yang berbeda maka saya menuliskan artikel ini. Semua upaya manusia untuk mengajar sesuatu yang tidak berdasarkan Alkitab adalah sebenarnya sebuah upaya untuk menyatakan bahwa Alkitab itu salah, tetapi sejatinya Alkitab dan fakta-fakta alam, didukung dengan hasil-hasil penelitian independen adalah sejalan dan benar adanya, silahkan baca link ini: https://rishankarangan.com/2016/03/03/7-alasan-mempercayai-alkitab/

      3. Pak Riskhan, pertanyaan sy yg sangat fundamental, apakah tersirat & tertulis di dlm Al-Kitab akan datang seorang Rasul sbg penutup para Nabi yaitu Muhammad? Smg jawaban bpk cerdas, kritis & benar.
        Itu sj pertanyaan & statement sy terakhir dr diskusi bumi diam & datar.
        Terimakasih

      4. Alkitab dengan tegas berkata: “keselamatan TIDAK ADA di dalam siapapun juga SELAIN di dalam [YAHUSHUA], sebab di bawah kolong langit ini TIDAK ADA NAMA LAIN yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”.

  14. mau bukti bahwa bumi datar….. kenapa setiap penerbangan tidak ada yg bisa lewat kutub selatan?
    kenapa anda bilang bahwa kalau kita terbang dengan pesawat kita hanya kembali ketempat semula?
    faktanya pesawat bukan nya bergerak mengitari bumi yg anda bayangkan di globe… sebenarnya ia hanya bergerak lurus…

  15. Dari pada berdebat,
    Kalian mungkin tau berita tentang pesawat China airlines Bali ke LA, trus ad ibu2 melahirkan dan mendarat darurat di Alaska,
    Lah kok mendarat darurat di Alaska?
    Klo kita liat berdasarkan peta bumi globe, sungguh tidak masuk akal, posisi nya Bali ke alaska hampir sama jaraknya Bali ke LA , bahkan lebih jauh sedikit ke Bali Alaska karna dan harus berbelok,
    Tapi jika liat menggunakan peta bumi datar, posisi Bali Alaska LA hampir garis lurus,
    Kal pake peta bumi datar masuk akal kalo pendaratan darurat di Alaska, karna dari Bali ke LA melewati Alaska jika menggunakan peta bumi datar, tapi jika menggukana peta bumi globe tidak akan masuk akal.

    1. Kesimpulan :
      1. Kompas selalu mengarah ke kutub utara.
      2. Navigasi transportasi laut & udara buktinya selalu memakai bumi datar, karena bumi bulat hanya illusi rekayasa NASA (Dajjal) yg telah membohongi umat manusia.
      3. Site survey permukaan laut terbukti datar
      4. Di dlm Al-Qur’an ditemukan istilah BUMI DIHAMPARKAN yg oleh para Ulama diartikan DATAR (tdk lengkung tentunya)
      5. Sesuai dgn sabda Rasulallah bahwa dilangit ke7 terdapat Baitul Makmur tempat tawafnya para Malaikat yg posisinya tegak lurus dgn Ka’bah.
      6. Sholat dimanapun kita berada dlm posisi datar lurus menghadap Qiblat, lain halnya jika bulat.
      Bukti bumi datar bagi mereka yg mo berfikir berdasarkan hujjah dari Al-Qur’an, Sunnah Nabi & fakta ilmiah.
      Wallahu alam bish-showab

    1. memang benar demikian, saat Yahushua berkata seperti itu, tidak ada seorangpun yang membantah-Nya karena hari menurut Alkitab adalah “bagian yang terang saja” yang rata-rata terdiri dari dua belas jam, dunia telah membentuk sebuah sistem penanggalan palsu (kalender masehi adalah kalender matahari yg palsu) dan perhitungan waktu yang salah (hari tidak dimulai pd pk. 00 tengah malam, tetapi pada waktu fajar ketika cahaya terang sudah mulai merekah).

    1. Shalom, gerhana ada dua: gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari terjadi ketika bulan menutupi matahari, fenomena ini dapat terjadi terlepas dari apakah bumi ini bulat atau datar karena baik bumi ini bulat maupun datar matahari dan bulan sama-sama berevolusi di atas langit sehingga dapat menyebabkan gerhana. Untuk gerhana bulan, catatan sejarah membuktikan bahwa sering terjadi ketika sebuah gerhana bulan terjadi, kitapun dapat menyaksikan matahari terlihat dilangit, hal ini membuat kita dapat menarik kesimpulan bahwa teori yang selama ini mengatakan bahwa gerhana bulan disebabkan oleh jatuhnya bayangan bumi dipermukaan bulan hanyalah sebuah asumsi belaka. Sampai sekarang tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan perubahan fase pada bulan, saya hanya dapat mengatakan bahwa menurut Alkitab, bulan memiliki cahaya sendiri dan dia sdh ditetapkan untuk menjadi penentu hari-hari ibadah. Terlepas dari semuanya itu, penampakan gerhana sama sekali tidak menggugurkan fakta bahwa bumi ini datar dan tidak bergerak. Justru fakta bahwa bumi ini tidak bergerak membuat teori bahwa bayangan bumi dibulan yang menjadi penyebab gerhana bulan menjadi gugur, karena jika bumi tidak bergerak secara otomatis tidak akan perna ada bayangan bumi yg jatuh di bulan.

    1. Shalom, gerhana ada dua: gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari terjadi ketika bulan menutupi matahari, fenomena ini dapat terjadi terlepas dari apakah bumi ini bulat atau datar karena baik bumi ini bulat maupun datar matahari dan bulan sama-sama berevolusi di atas langit sehingga dapat menyebabkan gerhana. Untuk gerhana bulan, catatan sejarah membuktikan bahwa sering terjadi ketika sebuah gerhana bulan terjadi, kitapun dapat menyaksikan matahari terlihat dilangit, hal ini membuat kita dapat menarik kesimpulan bahwa teori yang selama ini mengatakan bahwa gerhana bulan disebabkan oleh jatuhnya bayangan bumi dipermukaan bulan hanyalah sebuah asumsi belaka. Sampai sekarang tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan perubahan fase pada bulan, saya hanya dapat mengatakan bahwa menurut Alkitab, bulan memiliki cahaya sendiri dan dia sdh ditetapkan untuk menjadi penentu hari-hari ibadah. Terlepas dari semuanya itu, penampakan gerhana sama sekali tidak menggugurkan fakta bahwa bumi ini datar dan tidak bergerak. Justru fakta bahwa bumi ini tidak bergerak membuat teori bahwa bayangan bumi dibulan yang menjadi penyebab gerhana bulan menjadi gugur, karena jika bumi tidak bergerak secara otomatis tidak akan perna ada bayangan bumi yg jatuh di bulan.

  16. jujur,,,,,membaca artikel dan komen2 anda, tadi saya berdo’a dan berharap semoga Allah memberi anda hidayah,,,anda percaya pada alkitab begitu juga saya sangat percaya akan injil yang asli karena agama saya (islam) menerangkan bahwa kitab injil (yang asli) adalah firman Allah juga,,,,,,,,,dulu saya tertawakan orang yang berkata bumi datar, saya melihat videonyapun bermaksud ingin mentertawakan teori2nya, tapi ternyata malah berubah total. Saya masih mencari kebenarannya dan semoga Allah selalu menjaga anda dan memberikan hidayahNYA pada anda

  17. Saya mau bertanya kepada admin blog ini kalau memang Bumi kita ini seperti Cakram Lingkaran Datar atau Flat Earth Mengapa saya dari Pulau Sulawesi Tak Mampu Melihat Pulau Kalimantan dari atas bukit dekat pantai di pulau sulawesi dengan Teropong Bumi Saya ? Justru Karena Bumi itu Bulat Melengkung Seperti Bola Maka Itulah Sebabnya Saya Tak Mampu Melihat Pulau Kalimantan atau pulau Borneo dari atas Bukit dekat Pantai dari Pulau Sulawesi Atau Kah Bisa admin Saudari Risha Jelaskan Lebih Terperinci Lagi ?

    Terimakasih.Saudari Risha

    1. Ketidakmampuan kita melihat benda yang jauh yang sama-sama berada di atas permukaan bumi tidaklah membuktikan apa-apa. Banyak faktor yang membuat kita tidak dapat melihat benda yang jauh seperti: luasnya hamparan bumi, kemampuan mata/teropong, terhalang benda lain karena posisi kita sebagai pengamat yang tidak tepat, tapi kondisi ini pun tidak lantas menjadi bukti bahwa bumi ini bulat, sekali lagi itu tidak membuktikan apa-apa. Yang memegang peranan paling penting dalam pertanyaan ini adalah “hukum pandangan”. Mata manusia maupun teropong buatan manusia memiliki batas penglihatan terjauh, sampai dititik terjauh itu seolah-olah kita tidak melihat lebih jauh lagi karena bumi ini melengkung (bulat), namun sesungguhnya keadaan ini terjadi hanya karena mata/teropong kita terbatas. Coba saja lihat lurus kedepan di pantai pulau Sulawesi baik dengan menggunakan mata maupun teropong, kemudian tandai posisi sebelum jarak terjauh yg dapat dilihat (diposisi ini bumi dalam satu pandangan/penglihatan masih datar, tapi beberapa meter kedepan seolah-olah sudah melengkung), kemudian anda bergerak ke posisi yg sudah ditandai itu untuk mulai melihat jauh kedepan lagi, disana, ditempat yang masih datar itu, anda akan mendapati bahwa kelengkungan yang tadinya nampak ada tidak jauh dari titik itu ternyata tidak ada, dan mendapati juga bahwa dalam pandangan lurus kedepan bumi ini masih saja tetap datar, jika anda melakukan hal ini terus menerus ke depan maka anda akan tiba pada satu titik dimana anda dapat melihat Kalimantan dan menyadari bahwa jalur yang sudah anda lewati tetaplah datar secara sempurna, dan menyadari juga bahwa ini hanyalah persoalan “hukum pandangan/penglihatan). Keadaan ini sama seperti ketika anda melihat lurus kedepan disebuah jalan lurus yang sangat jauh, dari kejauhan ujung jalan itu seolah-olah mengecil dan menghilang, tetapi ketika anda mendekatinya ukurannya tetap sama dan anda masih tetap berada disatu garis lurus tanpa lengkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s