Tradisi Manusia melawan Kehendak Yahuwah

Mana yang akan kamu ikuti jika diperhadapkan dengan dua hal yang berlawanan: tradisi manusia atau kebenaran Yahuwah? Pilihannya sepertinya sangat gampang untuk dijawab, jika kamu termasuk manusia normal yang mengedepankan nalar maka kamu tentu akan memilih kebenaran Yahuwah. Tetapi konsekuensi dibalik pilihan ini telah membuat banyak orang mengesampingkan kebenaran Yahuwah dan lebih memilih tradisi manusia. Karena, persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Yahuwah secara otomatis persahabatan dengan Yahuwah menjadi permusuhan dengan dunia [Yakobus 4:4].

Keraguan pada firman Yahuwah dari sejak kejatuhan manusia di taman Eden telah melahirkan begitu banyak pengajaran yang bertentangan dengan kebenaran firman-Nya. Bahkan semakin bertambahnya pengetahuan manusia, membuat manusia semakin mempertanyakan kebenaran Firman.

Ketaatan instan pada firman Yahuwah adalah sesuatu yang sangat langka kita temui sekarang!

Tradisi telah menjadi cermin bagi banyak keturunan. Tradisi telah menjadi patokan hampir semua pengajaran zaman sekarang. Tidak banyak yang mengetahui sebuah prinsip kebenaran bahwa: kebenaran itu tidak perna berubah!

Kebenaran tetap adalah sebuah kebenaran meskipun telah ditinggalkan selama ribuan tahun. Kebenaran tidak akan perna berubah jadi kesalahan hanya karena telah dilupakan selama ratusan abad. Demikian halnya dengan sebuah kesalahan, kesalahan tetap adalah sebuah kesalahan meskipun telah dilakukan selama ribuan tahun dan kesalahan tidak akan perna berubah menjadi sebuah kebenaran hanya karena telah dipraktekkan oleh banyak generasi.

Kebenaran bahkan akan tetap menjadi kebenaran sekalipun disampaikan oleh orang yang “dianggap salah” dan kesalahan tidak akan perna menjadi kebenaran hanya karena disampaikan oleh orang yang “dianggap benar”.

Kita dapat menemukan banyak contoh di dalam kitab suci di mana Yahuwah membiarkan dosa dan kesalahan berlangsung untuk waktu yang lama sampai Dia menyatakan penghakiman-Nya. Bukan karena Dia menyetujui hal itu tetapi karena “maksud kemurahan Yahuwah adalah untuk menuntun orang pada pertobatan” [Roma 2:4].

Bahkan jika kita mempelajari sejarah, kita akan melihat bagaimana Martin Luther tampil menyatakan kebenaran Yahuwah yang telah diselewengkan selama seribu tahun, karena selama seribu tahun dr tahun 500-1500 gereja telah mengajarkan bahwa untuk bisa diselamatkan seseorang harus membeli “surat keselamatan” yang dikeluarkan gereja. Dan hari ini kita tentu bisa menjadi saksi bahwa apa yang dinyatakan oleh Marthin Luther adalah benar sekalipun di zamannya dia dianggap sesat karena melawan gereja!

Fakta bahwa Yahuwah bermurah hati membiarkan kesalahan terjadi dalam waktu yang lama bukanlah berarti bahwa kita harus terus berada dalam kesalahan itu, tetapi agar kita bertobat dan menerima keselamatan, jangan sampai kita menjadi sama seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli hukum yang mengeraskan hatinya, sehingga Yahushua berkata kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Yahuwah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri” [Markus 7:9].

Perintah-Nya adalah kebenaran yang harus dilakukan, tanpa keraguan. Hukum-hukum Yahuwah adalah mutlak untuk dilaksanakan tanpa pertanyaan, karena melanggar hukum-Nya adalah dosa [1 Yohanes 3:4], dan orang yang berdosa akan berakhir di dalam neraka!

Sedihnya, tradisi agama telah mengajarkan kita untuk tidak lagi mengutamakan hukum-hukum-Nya. Tradisi telah memimpin banyak orang terperosok ke dalam jurang yang dalam dengan asumsi bahwa hukum-hukum Yahuwah tidak lagi mengikat. Tradisi telah menyebabkan banyak orang sujud dan mencium patung sambil membayangkan sujud dan mencium Dia – dan dengan demikian membangkitkan cemburu-Nya-, tradisi telah menyeret orang-orang untuk mengabaikan hari Sabat –hari yang dijadikan tanda pengenal antara Yahuwah dan umat-Nya-, hari yang olehnya Dia berkata: “demi nyawamu kuduskanlah hari Sabat-Ku”(Kel. 20:8, Kel. 31:13, Yer. 17:21), dan tradisi telah menyebabkan seluruh dunia tunduk pada satu pengatur waktu yaitu kalender masehi dan mengabaikan kalender yang telah ditetapkan sendiri oleh Yahuwah saat penciptaan.

Ketika kamu menjalankan tradisi agama, adakah terbesit pertanyaan di dalam hatimu: apakah ini yang Yahuwah kehendaki? Ataukah kamu telah menggangap bahwa semua yang kita jalani selama ribuan tahun ini sudah mutlak benar?

Pernakah kamu bertanya kenapa kita tidak beribadah di hari Sabat sedangkan tidak ada satu ayatpun di dalam kitab suci yang memerintahkan kita untuk tidak lagi menguduskan hari Sabat?

Tidakkah kamu heran karena di dalam kitab suci tidak ada satupun ayat yang mengatakan bahwa hari Sabat adalah hari minggu atau hari sabtu?

Pernakah kamu mencari tahu sejak kapan tradisi beribadah di hari minggu dimulai?

Tetap tenangkah hatimu mengetahui fakta bahwa Yahushua dan semua rasul serta semua jemaat mula-mula sampai tahun 300 beribadah pada hari Sabat? tidakkah kamu baca bahwa kitab suci memerintahkan kita supaya kita mengikuti teladan itu (Yoh. 13:15, 1 Kor. 4:16, Filipi 3:17, 2 Tes. 3:9, 1 Pet. 2:21)?.

Tidakkah kamu waspada pada nubutan kitab suci yang menyatakan bahwa Roma akan mengubah kalender dan hukum Yahuwah [Daniel 7:25]?.

Atau sudah terlenakah kamu karena yang dibagikan di gereja-gereja zaman sekarang adalah susu dan bukan makanan keras? Tidakkah kamu sadar bahwa susu adalah untuk anak kecil? Tetapi kita memerluhkan makanan keras agar kita menjadi dewasa dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat? [Ibrani 5:13,14].

Sangkahmu bahwa bukan hari Sabat yang menyelamatkan itu benar karena Dia sendirilah yang menyelamatkan kita, tetapi dapatkah orang yang memberontak terhadap perintah Yahuwah diselamatkan?

Apakah kemerdekaan yang dikaruniakan Yahushua kepada kita adalah kemerdekaan untuk melawan Dia? Tidakkah kamu tahu bahwa kitab suci berkata bahwa kita harus hidup sesuai dengan perintah-perintah Yahuwah setelah ditebus oleh Dia? Dan bahwa kita tidak boleh mengikuti keinginan hati kita sendiri? Karena sekarang kita hidup dan bukan lagi kita sendiri yang hidup di dalam kita tetapi Yahushua yang ada di dalam kita! Lantas apakah jika Yahushua yang hidup di dalam diri kita maka Dia akan menajiskan apa yang oleh Dia sangat dikuduskan?

Jawablah dengan jujur; janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Dia akan meluruskan jalanmu, janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Yahuwah dan jauhilah kejahatan [Amzal 5:3-7].

Karena, “Jikalau kamu mengasihi Dia, kamu akan menuruti segala perintah-Nya”, Sebab inilah kasih kepada Yahushua, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya [Yoh 14:15, 1 Yoh 5:3].

Dan semoga Yahushua datang makan bersama-sama dengan kamu dan kamu bersama-sama dengan Dia karena kamu telah membukakan Dia pintu hatimu ketika Dia datang mengetok [Wahyu 3:20].

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s