Nama Bapa adalah YaHuWaH

Bapa, Sang Pencipta langit dan bumi memiliki sebuah nama pribadi dan nama itu bukanlah tuhan atau allah yang selama ini kita tahu dan kita sebut sebagai nama-Nya. Kata tuhan atau kata allah itu bukanlah sebuah nama pribadi, tuhan atau allah adalah sebuah titel atau gelar yang diberikan kepada pribadi yang dianggap berkuasa atas seluruh alam semesta. Sama halnya dengan orang tua kita, kita menyebut dan memanggil mereka ayah dan ibu, tapi ayah atau ibu bukanlah nama mereka, itu adalah gelar mereka karena mereka adalah orang tua kita, dan masing-masing mereka memiliki nama seperti yang ada yang tertulis dalam kartu pengenal mereka. Inilah salah satu pengungkapan sebuah kebenaran penting yang harus diketahui oleh para Umat Sisa.

Sejarah Nama Bapa

Nama Bapa mulai ditulis pada zaman Musa menuliskan kitab taurat atau pentateuch. Bapa mengungkapkan sendiri Nama-Nya kepada Musa, kisah ini dituliskan dalam Tanakh yang biasa disebut kitab perjanjian lama yaitu dalam kitab Keluaran 3:13-15. Tanakh adalah seluruhnya berbahasa Ibrani. Bapa di Sorga memberitahukan Nama-Nya dalam bahasa Ibrani. Bahasa Ibrani adalah bahasa yang dipakai di Sorga, hal ini dibuktikan oleh Yahushua HaMashiakh sendiri ketika Dia berbicara kepada Saulus dalam bahasa Ibrani dari Sorga (Kisah Rasul 26:14). Bahasa Ibrani adalah bahasa mula-mula manusia sebelum dikacaukan menjadi banyak bahasa dalam sebuah peristiwa di Babel, dan di akhir zaman Bapa di Sorga akan membuat semua orang memakai bahasa ini kembali sesuai dengan nubuatan kitab suci (Zefanya 3:9).

Tetragrammaton 

Tetragrammaton adalah istilah teologia yang merujuk pada 4 huruf Nama Sang Pencipta,יהוה  hurufnya  dibaca dari kanan ke kiri: yodh, he, waw, he [YHWH].

image

Tetragrammaton ini muncul lebih dari 6500 kali di dalam kitab Tanakh. Kemunculan tetragrammaton yang luar biasa banyak di dalam kitab suci membuktikan bahwa Bapa di Sorga memang ingin nama-Nya dikenal.

Nama Bapa Disembunyikan dan Diganti

Nama Bapa mulai disembunyikan dan diganti sejak orang-orang Ibrani mengalami penawanan di Babel. Dalam Babilonian Talmud yaitu buku yang memuat segala tradisi yang disusun oleh para rabi Yahudi selama masa pembuangan dan dalam teks Masoret pengucapan atau pelafalan Nama Bapa mulai disembunyikan dan diganti. Di dalam Talmud inilah ada perintah untuk menyembunyikan nama Bapa, menurut aturan Talmud; setiap kali mereka membaca kitab Tanakh dan menjumpai tetragrammaton maka mereka diharamkan untuk melafalkannya sebagaimana mestinya, melainkan harus menggantinya dengan kata Adonai atau Elohim, kata Adonai sendiri itu artinya dalam bahasa Inggris adalah The Lord atau My Master, jika dibahasa Indonesiakan maka artinya adalah tuhan, allah atau tuanku. Seiring dengan perkembangan zaman di mana alkitab telah dialihbahasakan hampir keseluruh dunia maka Nama-Nya pun telah mengalami beberapa kali penerjemahan, dan seharusnya sebuah nama tidak boleh dirubah, Alkitab boleh diterjemahkan ke dalam semua bahasa dunia tetapi seharusnya nama-nama yang ada di dalamnya termasuk Nama Bapa tidak boleh dirubah untuk menjaga keasliannya.

Cara Melafalkan Nama Bapa 

Karena Nama Bapa hanya terdiri dari 4 huruf konsonan tanpa huruf vokal maka pada zaman sekarang kita menemukan ada begitu banyak cara pelafalan Nama-Nya, misalnya: Yehovah, Yehovih, Yahweh, Yehweh, Jehovah, dan lain-lain. Tetapi karena Nama-Nya hanya satu maka sudah tentu cara pelafalannya hanya satu. Melalui studi yang mendalam, yang salah satunya melalui pembelajaran nama-nama orang dalam kitab Tanakh maka akhirnya kita dapat mengetahui cara melafalkan Nama Bapa dengan tepat dan akurat, dan itu adalah ya-huw-ah. Untuk penjelasan yang lebih rinci silahkan baca artikel YHWH dibaca ya-huw-ah.

image

Nama Bapa harus Dikuduskan

Hukum ke-3 dari pentateuch berkata: Jangan menyebut nama Yahuwah, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab Yahuwah akan memandang bersalah orang yang menyebut Nama-Nya dengan sembarangan!

Sepuluh Perintah wajib dilakukan! Tidak boleh ada satupun yang boleh digugurkan! Sekarang kita sudah mengetahui nama asli dari Bapa kita, maka kita tidak boleh menggunakan Nama itu secara sembarang, kita tidak boleh menyalagunakannya, hukum ke-3 adalah peringatan keras buat semua orang! Menyalahgunakan nama-Nya termasuk membuat janji palsu dengan memakai nama-Nya, menyebutnya dengan tidak sungguh-sungguh atau sembarangan atau untuk bahan komedi, atau mengutuk dan menghujat.

Dalam segala hal yang Ku-firmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama elohim lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu (Keluaran 23:13).

image

sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Yahuwah dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya. (Maleakhi 3:16).

Nama Bapa harus dikuduskan, dihormati, dan disegani sebagai amat kudus dan hanya dapat dipergunakan dengan cara yang suci seperti untuk berdoa, bermazmur, memberitakan Firman, memberkati dan membaptis.

image

Nama Bapa Sumber Perlindungan 

Umat Sisa di akhir zaman ini akan mencari perlindungan pada Nama Yahuwah. (Zefanya 3:12). Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: Yahuwah adalah Elohimku! (Zakharia 13:9). Dan barangsiapa yang berseru kepada Nama Yahuwah akan diselamatkan (Yoel 2:32). Semua orang yang takut akan Nama-Nya, bagi mereka akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya (Maleakhi 4:2). Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, tetapi kamu menuruti Firman-Ku dan kamu tidak menyangkal Nama-Ku, maka Akupun akan melindungi kamu dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. (Wahyu 3:8,10).

Iklan

4 thoughts on “Nama Bapa adalah YaHuWaH”

  1. Universitas Gadjah Mada melahirkan banyak sarjana di berbagai bidang. Apakah Universitas Gadjah Mada itu perempuan? Kalau perempuan siapakah suaminya? Bung Karno adalah salah satu putra bangsa terbaik. Memangnya bangsa ini pernah hamil. Enggak kan. Jadi kesimpulan etimologi bahasa tidak bisa berdiri sendiri, harus diketahui maknanya pada era itu. Kalau dikatakan Universitas Gadjah Mada mendidik para mahasiswa menjadi sarjana boleh kan. Walaupun kita mengganti “melahirkan” menjadi “mendidik para mahasiswa”. Mau cari aslinya Injil dalam bahasa Ibrani. Bahas Ibrani sudah punah diambil oleh Bapa, supaya tidak jadi rebutan umat Kristen.

    1. Ada tertulis: Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuan kita Yahushua dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Karena itu ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Yahuwah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Yahuwah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Dan hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s