Fakta Alkitab mengenai Hari Sabat

Dalam Perintah yang ke-4, Bapa Yahuwah di surga memberi perintah kepada kita supaya kita beristirahat dan jangan melakukan pekerjaan pada hari Sabat. Namun kebanyakan orang menolak untuk menaati perintah ini. Aneh juga rasanya, karena banyak orang mengeluh capek dan telah lelah bekerja, mereka ingin menikmati waktu istirahat sambil liburan karena mereka merasa telah menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bekerja. Tetapi ketika Bapa di sorga meminta supaya kita beristirahat pada suatu hari tertentu mereka pun menolak. Bayangkan saja ketika Bapa berkata: istirahatlah! mereka pun menjawab: tidak, saya mau bekerja! sungguh aneh kan?

Dalam kitab Keluaran 20:8-11 telah dituliskan dengan sangat jelas : Ingat dan kuduskanlah hari sabat, 6 hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu tetapi hari ke-7 adalah hari Sabat Yahuwah Elohimmu maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan atau hewanmu atau orang asing yang ada di tempat kediamanmu. Karena 6 hari lamanya Yahuwah menjadikan langit dan bumi laut dan segala isinya dan Dia berhenti pada hari yang ke-7 itulah Sebabnya Yahuwah memberkati hari ke-7 dan menguduskannya.

Mari buka mata dan fikiran kita, bukankah sungguh menarik bahwa dari tebalnya Alkitab hanya 10 hukum yang ditulis langsung dengan jari tangan Yang Mahakuasa? Bukankah sudah seharusnya kita lebih memperhatikan dan melakukannya? Bukankah sesuatu yang aneh bahwa aturan mengenai hari sabat alkitab yang menurut sebagian besar orang kristen hanya diperuntukkan untuk orang Yahudi tetapi didalamnya ditulis dengan sangat jelas bahwa itu untuk orang asing juga?

Bukankah lebih aneh lagi bahwa satu-satunya hukum yang berusaha DILUPAKAN

oleh banyak orang diawali oleh Bapa di Sorga dengan kata: INGATLAH?

Tidakkah mengherankan bahwa sesaat sebelum dua loh batu yang berisi 10 hukum itu diserahkan kepada Musa, Bapa kembali mengulangi peringatan mengenai hukum yang ke-4? tidakkah itu menjadi tanda begitu pentingnya aturan ini? silahkan baca kitab Keluaran 31:12-18.

Perintah Mengenai hari sabat alkitab adalah perintah terpanjang dari 10 hukum itu, dan menjadi satu-satunya perintah yang di dalamnya terdapat Meterai dari Yang Mahakuasa. Seperti semua materai yang umum digunakan, hukum ke 4 mengandung semua unsur yang ada di dalam setiap meterai yaitu: Nama, Jabatan[gelar] dan wilayah kekuasaan. hanya di dalam hukum yang ke-4 terdapat;

  • Nama [Yahuwah, Eloah kita]
  • Jabatan-gelar [pencipta]
  • Wilayah kekuasaan [langit dan bumi]

Hal inilah yang menyebabkan Bapa di Sorga terus menerus memperingati umatnya di sepanjang kitab suci agar mereka mengingat dan menguduskan hari sabat alkitab ini. Hari sabat inilah yang menjadi satu-satunya tanda yang diberikan Oleh Bapa untuk semua umat-Nya agar kita dapat membedakan mana Elohim yang asli dan mana yang berhala [Yeh. 20:12&20].

Fakta-Fakta selanjutnya yang akan saya ungkapkan dalam tulisan ini semoga dapat membuka mata hati dan fikiran kita semua agar kita menaati semua perintah Bapa tanpa terkecuali termasuk pengudusan hari sabat alkitab yang telah dilupakan sekian lama, sehingga pada hari kedatangan Kristus kita kedapatan sebagai hamba-hamba Yang setia.

Setelah bekerja menciptakan langit dan bumi selama 6 hari, Bapa berhenti [beristirahat] pada hari ke-7 dan menguduskan hari itu [ Kej. 2:1-3]. Dia berhenti dan beristirahat bukan karena Dia capek atau kelelahan [Yes. 40:28] tetapi karena apa yang Dia buat sungguh amat baik [Kej. 1:31]. Hari sabat diadakan sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa, Oleh karena itu hari sabat alkitab bukanlah wujud atau bayangan dari apa yang akan datang seperti yang diajarkan oleh banyak pendeta dan penginjil zaman sekarang. Karena wujud atau bayangan barulah diperkenalkan setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa.

Yahushua Hamasiakh sendiri mengatakan bahwa hari sabat alkitab dibuat untuk manusia [Markus 2:27] jadi itu untuk semua orang tanpa kecuali, dibuat untuk memperingati pekerjaan penciptaan [Kel. 20:11, 31:17, Maz. 111:4 ] itu adalah tanda dari kuasa dan kasih Bapa yang Mahabesar. Jadi setiap kali kita berhenti bekerja dan beristirahat pada hari sabat kita memperingati peristiwa besar itu. Aturan ini bukan hanya untuk orang Yahudi saja, karena aturan ini sudah dibuat 2.300 tahun sebelum orang Yahudi ada. Kitab suci tidak perna menyebut hari sabat alkitab sebagai hari sabat orang Yahudi tapi sebagai “hari sabat Yahuwah Elohimmu”. Setiap orang harus berhati-hati dalam memandang hari yang kudus dari Yang Mahakuasa. Hari sabat alkitab telah menjadi bagian dari aturan Bapa bahkan sebelum 10 perintah itu dituliskan di atas loh-loh batu [Kel. 16:4,27-29].

Sekali lagi perintah untuk menguduskan hari sabat alkitab begitu istimewa :

  • Diucapkan Langsung Tanpa Perantara
  • Ditulis Sendiri dengan jari-jari Yang Mahakuasa
  • Disimpan khusus dalam sebuah tabut bernama Tabut Perjanjian
  • Ditempatkan sendirian di dalam Ruang Mahakudus
  • Dijadikan satu-satunya tanda pengenal antara Bapa dan semua anak-anak-Nya

Yahuwah mengharamkan orang melakukan pekerjaan pada hari sabat alkitab bahkan disaat-saat yang genting dan mendesak [Kel. 34: 21]. Yahuwah menyampaikan penghukuman bila hari sabat tidak diperingati [Yer. 17:19-27]. Yahuwah membinasakan orang-orang Israel di padang gurun karena mengabaikan hari sabat alkitab [Yeh. 20:12,13,16,21,24], rasul Paulus memperingati dengan keras agar kita tidak melakukan hal yang sama yang membuat mereka telah dibinasakan [1 Kor. 10: 6]. Para Imam mengabaikan hari sabat dan mereka dibakar dengan api [Yeh. 22:26,31]. Orang-orang Israel ditimpa banyak murka karena para raja mengabaikan hari sabat [Neh. 13:17-18].

Bila pelanggaran terhadap hari sabat alkitab dihukum dengan begitu keras maka Bapa di Sorga juga telah menjanjikan berkat yang luar biasa bagi mereka yang taat menguduskan hari sabat alkitab [Yes. 56:2; 58:13,14], bukan hanya buat orang Yahudi tetapi juga secara khusus buat orang-orang asing [Yes. 56:6-7].

Adalah keinginan Bapa agar kita menyebut hari sabat alkitab sebagai hari yang mulia [Yes. 58:13], jadi berhati-hatilah agar kita tidak menyebutnya sebagai hari sabat tua orang Yahudi dan jangan sampai menganggapnya sebagai kuk perhambaan karena tidak ada satupun perintah-Nya yang berat [1 Yoh. 3:5].

Semua nabi menguduskan hari sabat alkitab. Yahushua sendiri menguduskan hari sabat alkitab selama di bumi [Markus 1:21, 6:2, Luk. 4:16, 6:6, 13:10, Yoh. 15:10]. Kristus menegaskan bahwa hari sabat alkitab adalah aturan kasih yang dibuat untuk kebaikan manusia [Mat. 12:8-10, Mark. 2:23-28], bahkan ketika Yahushua sudah dikuburkan para murid-Nya tetap merayakan hari sabat alkitab, termasuk Maria, ibu yang paling dekat dengan Dia. Seandainya perintah mengenai hari sabat tidak perlu lagi dilakukan setelah penyaliban Yahushua, tentu Dia sendiri akan mengatakannya kepada Ibu dan para murid-Nya. Apa yang dilakukan oleh Maria dan para murid membuktikan bahwa ajaran para pendeta zaman sekarang yang mengatakan bahwa sejak penyaliban hari sabat alkitab tidak lagi mengikat adalah salah.

Dalam kitab Kisah para rasul 13:14&27, 15:21, kita mendapatkan Informasi bahwa 30 tahun setelah kenaikan Kristus, hari Sabat alkitab masih tetap diperhatikan dan dijadikan hari ibadah sesuai dengan kehendak Bapa di sorga.

Paulus sendiri yang adalah rasul bagi bangsa-bangsa lain selalu beribadah pada hari sabat alkitab [Kisah Rasul 17:2, 18:4], karena dia taat melakukan 10 perintah [Kisah Rasul 25:8]. Apakah Paulus tidak tahu bahwa hari sabat tidak lagi berlaku sejak kebangkitan Yahushua seperti yang diajarkan oleh para pendeta zaman sekarang? Mengapa justru menguduskan hari sabat alkitab menjadi gaya hidup dari Paulus?

Dari kitab Kisah rasul saja, kita dapat menemukan ada 84 pertemuan Ibadah dilakukan di hari sabat [Kisah Rasul 13:14,44; 16:13; 17:2; 18:4&11], fakta ini memberikan gambaran yang jelas kepada kita bahwa para rasul tetap menguduskan hari sabat setelah penyaliban dan kebangkitan Kristus.

Tidak ada satu ayatpun di dalam kumpulan kitab perjanjian baru yang menyatakan bahwa hari sabat telah dihapuskan, diganti atau semacamnya. Bapa juga tidak perna memberikan ijin untuk melakukan pekerjaan umum harian pada hari sabat dalam kitab perjanjian baru. Lalu atas dasar apakah kebanyakan orang zaman sekarang tetap bekerja pada hari sabat dan dengan demikian menentang dan melawan Yang Mahakuasa? Sedangkan hari sabat alkitab sendiri telah dikuduskan dari taman Eden sejak manusia belum jatuh ke dalam dosa dan tetap akan dikuduskan sampai selama-lamanya di dalam sorga [Yes. 66:22-23], lalu atas perintah siapakah itu harus ditinggalkan sekarang?

Masih sangat banyak orang yang menganggap hari sabat alkitab sebagai sebuah beban yang berat. Apa reaksi anda jika anda adalah seorang pekerja dan Bos anda datang kepada anda dan berkata: saya mau kamu beristirahat besok! silahkan makan dan minum, dan beristirahatlah tanpa perlu memusingkan pekerjaan harian. Apakah anda akan merasa disusahkan? Hari sabat lunar alkitab adalah sebuah waktu kudus yang mulia di mana kita dapat beristirahat dari rutinitas harian kita sehingga dengan sukacita kita dapat menyembah dan beribadah kepada Yahuwah, Bapa kita. Ini adalah waktu terbaik di mana kita dapat melepaskan semua beban dan tekanan hidup. Ini adalah waktu terbaik di mana kita dapat mengingat Pencipta kita dan beribadah kepada-Nya menurut Cara yang berkenan kepada-Nya [Ibr. 12:28].

Pada akhirnya bukankah Yahushua sendiri telah meninggalkan teladan bagi kita agar kita mengikuti jejak-Nya [1 Pet. 2:21], sebelum penyaliban, Yahushua taat menguduskan hari Sabat dan setelah kematian-Nya di kayu salib pada hari ke-6, Yahushua beristirahat pada hari yang ke-7 di dalam kubur. Sama seperti Bapa beristirahat setelah pekerjaa-Nya menciptakan langit dan bumi demikian juga Yahushua beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya di bumi. Dan pada hari yang pertama di minggu itu, yaitu hari yang selalu dijadikan hari kerja biasa selama 4.000 tahun, Dia bangkit dari kubur, hidup kembali dan melanjutkan pekerjaan-Nya. Bukankah seharusnya kita mengikuti teladan-Nya [Yoh. 13:15; Filipi 2:5, 1 Yoh. 2: 6. 1 Pet. 2:21, 4:21]? Bukankah seharusnya kita beristirahat di hari kudus-Nya?

image

Iklan

2 thoughts on “Fakta Alkitab mengenai Hari Sabat”

    1. Sabat adalah perintah Alkitab, sebuah perintah Bapa Yahuwah yang akan ditaati oleh semua orang yang mengasihi Dia, itu bukan sekedar bayang-bayang atau gambaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s